Beranda Tilik Bulir

Tilik Bulir

“Dalam Galau,” Kumpulan Puisi Berseri ‘Setelah Ini’ Gerard N Bibang

0
SETELAH INI-34: SAAT DEGUP DADA adalah engkau, kekasihku mentari tak pernah berhenti menyinari dari pagi ke pagi tak pernah bosan aku menunggumu adalah engkau bait-bait doa tanpa kata melodi sukma yang melantun...

Gereja Yang “Cuek” di Wae Sano

0
Oleh Rian Agung*) Tilik, BULIR.ID - Terselenggara dengan baiknya sejumlah pembangunan di Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan berkat keterlibatan dan pelibatan Gereja setempat. Gereja merupakan...

Urgensi Integritas Satpol PP

0
Oleh Drs. M. Nazari, Msi*) Tilik, BULIR.ID - Eksistensi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sesuai dengan amanah UU No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah,...

Cerpen “Pakai Masker”

0
Oleh: Marsel Koka "Akan tiba saatnya, Kau dan aku bagai ratu dan raja, Berjanji menjadi sepasang kekasih, Hingga keabadian." Puisi pendek itu dikirimkan Sandro pada Santy kekasih hatinya. Tak...

Tetap CERIA di Hadapan Bencana

0
Oleh Reza A.A Wattimena*)  Bencana bukanlah hal baru di dalam hidup manusia. Bencana juga bukan hal baru bagi bumi ini. Sebenarnya, tidak ada yang disebut bencana....

Tips Jauhi Modus Beragama dengan Rutin Olah Bathin

0
oleh Yudi Latif*) Tabur, BULIR.ID  - Saudaraku, modus beragama sebatas pemujaan lahiriyah formalisme peribadatan, tanpa menggali batiniyah nilai spiritualitas dan moralitas hanyalah berselancar di permukaan...

“The Tears From Bukit Cinta”, Puisi oleh Gerard N Bibang

0
the wind wishtles past the hill bringing the beauty in past my ears, losing my fears closing my eyes while blowing the wet breeze no care the waves crash...

“Sejauh-jauh Danau Biru,” Kumpulan Puisi Berseri “Setelah Ini” Gerard N Bibang

0
SETELAH INI-31: SEJAUH-JAUH DANAU BIRU hadirmu seperti pelangi beri keindahan dan warnai hari-hariku kau adalah anugerah terberi aku dan sekelilingku serasa asri itu dulu dan setelah ini? tatapanmu bisu dalam bayang-bayang...

“Kayu yang Terbakar,” Kumpulan Puisi Berseri “Setelah Ini” Gerard N Bibang

0
SETELAH INI-28: KAYU YANG TERBAKAR benar, engkau kekasihku telah pergi tanpa arah kembali abadi di sini, namamu benar setelah ini, aku tidak pernah utuh dalam cinta, kita berdua tapi tak...

Duri di dalam Daging

0
Oleh Reza A.A Wattimena*) Tilik, BULIR.ID - Spanduk itu bertebaran di seluruh sudut kota. Wajah tak dikenal dengan gelar akademik yang berlimpah. Biasanya, ia berasal...

“Berani Hidup,” Kumpulan Puisi Berseri “Setelah Ini” Gerard N Bibang

0
SETELAH INI-25: RUAS-RUAS BAMBU ketika malam tiba, temaram bulan bersinar; menyilau daun-daun bambu dan dalam kalbu kulantunkan doa menyebut namamu; bagaikan mendendangkan madah daun-daun bambu; berbukit-bukit...
Kau Cinta Sejatiku_Bulir

KAU CINTA SEJATIKU

0
Oleh: Marsel Koka Senja menuju malam. Angin laut berhembus kencang dan liar. Debur ombak memecah, lebih menggetarkan dari biasanya. Buihnya memutih di pantai. Aku dan...
rogate ergo bulir.id

ROGATE ERGO

0
Oleh: Marsel Koka Orang tak begitu banyak saat Dia bersujud di Gereja tua itu. Hanya sepasang muda mudi dan dua tiga orang tua duduk di...

Berbayang Nietzshe di 2021

0
oleh Gerard N Bibang*) Lihat lelaki itu beranjang sana di sebuah belahan bumi empat musim apa yang ia cari, tak satu pun yang tahu ia memaklumkan Allah sudah...

“Eksotik Kasmaran,” Kumpulan Puisi Berseri “Setelah Ini” Gerard N Bibang

0
SETELAH INI-22: EKSOTIK KASMARAN apa yang kebanyakan orang mustahil bagimu dan bagiku, mungkin bunga-bunga bermekaran menyapa kita eksotik romantik seperti tiada henti menghembuskan kasmaran sepanjang waktu kepadamu dan kepadaku sering terasa sangat...

Fakta Tentang Letkol Ary, Komandan Macan TNI Penerkam Pembunuh 6 Brimob

0
Tabur, BULIR.ID - Ada fakta menarik dari sosok Komandan Brigade Infanteri Raider 20/Imo Jayakeramo, Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad), Letnan Kolonel (Letkol) Inf...

“Tak Terjangkau Gelombang,” Kumpulan Puisi Berseri “Setelah Ini” Gerard N Bibang

0
SETELAH INI-19: TERKOYAK WAKTU benar, badai meniup kencang sesudah ini gelombang tak kan berhenti berdebur hingga ke pantai apakah cinta kita terkoyak-koyak ? harum puspita menghampiri tanpa pernah diundang siapa...

Hiruk-pikuk Implementasi Hukum di Tengah Pandemi

0
Tilik, BULIR.ID - Sudah memasuki satu tahun lebih, penyebaran wabah pandemi Covid-19 berdampak pada aspek sosial, ekonomi, hingga penegakan hukum. Hal ini disebabkan oleh berbagai...

Memahami Meditasi: Apa, Mengapa dan Bagaimana?

0
Oleh Reza A.A Wattimena*) Tilik, BULIR.ID - Setiap harinya, puluhan email masuk ke saya. Sebagian bertanya tentang filsafat. Sebagian lagi bertanya soal Zen dan meditasi....

“Dedaunan Puspita,” Kumpulan Puisi Berseri “Setelah Ini” Gerard N Bibang

0
SETELAH INI-16: SIAPA SANGKA apakah yang terjadi setelah ini? ialah kepingan-kepingan sunyi datang dan pergi birama kehidupan asesoris jiwa merawat cinta yang pernah sekali diucapkan dari kepingan sunyi demi kepingan...

TERPOPULER

BERITA TERBARU