“Dua Cakrawala” oleh Gerard N Bibang

0

TERUSKAN TERUSKAN

teruskan, teruskan saja
ayunkan langkahmu melibas arus siang dan malam
yang kau sebut baru adalah lama sejatinya

teruskan, teruskanlah mengayun ke kanan
lalu ke kiri, ke kiri lagi, putar kanan dan terus ke kanan
begitu seterusnya dalam rotasi tak selesai
membirama antara usia dan sunyi
menjarak dari hari ke hari
berbatas doa dan lesu-letih

ingatlah, di atas tali kisah dan kasih, kakimu kokoh berdiri
menggetarkan sendi dan nyala cinta
yang telah tersusun dalam narasi dan perjanjian
mungkin tertulis, mungkin lisan

maka usah kau pelototkan biji mata kepada cermin dan pecahannya yang berjatuhan
serpihan-serpihan itu akan tersambung pada waktunya
*
(gnb:jkt:selasa:4.1.22)

DUA CAKRAWALA

yang sudah-sudah, kubersyukur
yang akan datang, terjadilah
di sini, di tahun baru, ku-berpijak di atas batu
ke cakrawala mahaluas kubentangkan pandangan

cakrawala itu dua macamnya
satunya roh dan cinta, lainnya badan dan dunia
satu di atas tanah berdiri
lainnya bersemayam di hati

tak boleh hilang salah satunya
kalau roh dan cinta ditindas, cakrawala hanya tanah dan batu
kalau badan dan dunia tak didirikan, cakrawala hanya hantu
masing-masing jalan sendiri-sendiri
di atas jalan sunyi, sepi

tapi tak kan kugentar untuk bentangkan pandangan ke cakrawala
aku tahu ke mana dan kepada siapa aku mengarahkan muka
**
(gnb:senin:3.1.22)

*) Gerard N Bibang adalah dosen sekaligus penyair kelahiran Manggarai, Flores NTT. Ia adalah penyair yang menahbiskan dirinya sebagai petani humaniora. Gerard saat ini berdomisili di Jakarta

Gerard N Bibang
Gerard N Bibang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here