Turnamen Masta Cup I Ditutup Pentas Caci: Ajang Melepas Rindu Diaspora Manggarai pada Kampung Halaman

0

Jakarta, BULIR.ID – Ribuan diaspora Manggarai memadati kawasan Dewantara Sport Center, Tangerang Selatan pada Minggu (14/626), untuk menyaksikan pentas budaya Caci yang digelar sebagai penutup Turnamen Masta Cup 1/2026. Acara tersebut menjadi ajang temu kangen warga Manggarai diaspora Jabodetabek di perantauan sekaligus ruang pelestarian budaya leluhur Tanah Congka Sae.

Panitia menyebut lebih dari 2.500 warga Manggarai dari berbagai wilayah Jabodetabek hadir dalam kegiatan itu. Selain menyaksikan atraksi Caci, para peserta juga mengikuti rangkaian pertunjukan budaya lain seperti Danding yang menampilkan unsur kebersamaan dan perayaan khas Manggarai.

Penanggung jawab Pentas Caci Tangsel sekaligus Ketua Tim Komodo, Edison alias Sonny, mengatakan kegiatan tersebut berangkat dari keinginan sederhana untuk mempertemukan warga Manggarai yang tersebar di wilayah Jabodetabek.

Menurut dia, turnamen sepak bola yang telah berlangsung beberapa pekan sengaja ditutup dengan pertunjukan budaya agar menjadi ruang berkumpul sekaligus memperkuat identitas komunitas diaspora. “Banyak saudara-saudara Manggarai raya yang ada di Jabodetabek ini ingin kumpul,” kata Sonny.

Senda, Largus Chen selaku Ketua panitia acara mengatakan penyelenggaraan acara dilakukan secara gotong royong dengan dukungan sejumlah komunitas Manggarai Jabodetabek.

Ia menyebut keterbatasan sponsor tidak menghalangi antusiasme warga untuk terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, pentas budaya ini menjadi sarana mempererat hubungan masyarakat Manggarai Raya diaspora di perantauan.

Sementara Yasintus Jaar, salah satu tokoh pemerhati budaya Manggarai di Jabodetabek mengingatkan pentingnya menjaga keterikatan dengan budaya dan tanah kelahiran meski tinggal jauh dari kampung halaman. Ia berharap generasi muda diaspora tetap mengenal dan merawat warisan budaya Manggarai.

Selain menjadi panggung budaya, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ruang solidaritas sosial bagi warga Manggarai di perantauan, termasuk berbagi informasi terkait kebutuhan sosial dan kondisi sesama anggota komunitas.

Panitia berencana menjadikan pentas Caci dan Danding sebagai agenda tahunan di Tangerang Selatan. Selain pelestarian budaya, kegiatan ini juga diharapkan membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya Manggarai di wilayah Jabodetabek.

Acara ini juga mendapat dukungan institusional tokoh publik, anggota DPRD, pimpinan perguruan tinggi, wali kota, Kapolres, Dandim, dan kepala kelurahan hadir.*