Umumkan Berkabung Nasional! Empat Anggota Batalyon Edensawi TPNPB OPM Tewas Kontak Senjata dengan TNI Polri di Yahukimo

0

Jakarta, BULIR.ID – Kabar duka datang dari pegunungan Papua. Empat anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Komando Daerah Pertahanan (Kodap) XVI Yahukimo dilaporkan tewas dalam kontak senjata dengan tim gabungan TNI-Polri di Jalan Gunung, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Keempatnya disebut merupakan anggota Batalyon Edensawi. Setelah kematian tersebut, Kodap XVI Yahukimo menyatakan duka nasional bagi seluruh pasukan TPNPB yang berada di 36 Kodap di Tanah Papua.

Pengumuman itu disampaikan Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, berdasarkan laporan dari Komandan Operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Mayor Kopitua Heluka.

“Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan resmi dari Komandan Operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Mayor Kopitua Heluka dari medan perang di Yahukimo bahwa secara resmi mengumumkan duka nasional kepada semua pihak atas gugurnya empat anggota TPNPB Kodap XVI Yahukimo,” kata Sebby dalam pesan elektroniknya, Kamis (3/9/2026).

Empat anggota yang disebut tewas masing-masing Marsel Helembo (21), Eris Hubusa (18), Alpius alias Moso Sama (22), dan Ampol alias Ampuluak Yual (21).

Menurut Sebby, keempat anggota tersebut gugur dalam peristiwa kontak senjata yang terjadi pada Selasa, 1 September 2026.

TPNPB menyebut kematian empat anggotanya sebagai bagian dari perjuangan mereka untuk merebut kembali kemerdekaan Papua. Sebby kemudian menyampaikan pengumuman duka kepada seluruh pasukan TPNPB dan para pejuang kemerdekaan Papua.

“Gugurnya empat pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo dari Batalyon Edensawi dalam medan perang di Yahukimo demi merebut kembali kemerdekaan bangsa Papua pada 1 Desember 1961, kami secara resmi mengumumkan duka nasional kepada seluruh pasukan TPNPB di 36 Kodap di Tanah Papua dan pejuang kemerdekaan bangsa Papua dimanapun berada,” ujarnya.

Di tengah kabar kematian tersebut, proses pemulangan dan pemakaman empat anggota TPNPB juga telah dilakukan.

Sebby menyampaikan apresiasi kepada orang tua, sanak saudara, serta keluarga keempat korban yang disebut telah menyerahkan anak-anak mereka untuk bergabung dengan pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang membawa jenazah keempat anggota tersebut dari RSUD Dekai untuk selanjutnya menjalani prosesi pemakaman.

“Kami juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membawa seluruh jazad anggota TPNPB dari RSUD Dekai untuk melakukan prosesi penguburan pada hari Rabu, 2 September 2026, di Yahukimo,” kata Sebby.

Berawal dari Penggerebekan

Kontak senjata tersebut sebelumnya disebut terjadi ketika personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo melakukan penggerebekan terhadap sebuah rumah yang diduga menjadi tempat persembunyian kelompok tersebut.

Penggerebekan dilakukan pada Selasa (1/9/2026) di wilayah Jalan Gunung, Distrik Dekai.

Menurut kepolisian, operasi tersebut berkaitan dengan dugaan sejumlah tindak pidana yang dilakukan oleh beberapa orang selama beberapa tahun terakhir. Mereka disebut telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Penindakan tersebut merupakan bagian dari upaya penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam sejumlah tindak pidana di wilayah Yahukimo,” kata Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Yusuf Sutejo, Rabu (2/9/2026).

Kontak senjata kemudian terjadi dalam proses penindakan tersebut. Empat anggota TPNPB disebut tewas, sementara pihak TPNPB kemudian mengumumkan kematian mereka sebagai duka nasional.

Peristiwa ini kembali memperlihatkan panjangnya konflik bersenjata di Papua, ketika operasi penegakan hukum dan perlawanan kelompok bersenjata masih berhadapan di sejumlah wilayah.

Di Yahukimo, empat nama kini telah dicatat oleh kelompoknya sebagai bagian dari pasukan yang gugur. Di sisi lain, aparat menyatakan operasi tersebut merupakan bagian dari penegakan hukum terhadap orang-orang yang diduga terlibat tindak pidana.

Dua narasi itu bertemu dalam satu peristiwa yang sama: kontak senjata di Dekai yang menewaskan empat anggota TPNPB pada awal September 2026.