UKM Rohis Politeknik STIA LAN Jakarta Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Angkat Tema “Lead With Akhlaq: Keteladanan Rasulullah dalam Kepemimpinan Publik”

0

Jakarta, BULIR.ID – Unit Kegiatan Mahasiswa Rohani Islam (Rohis) Politeknik STIA LAN Jakarta menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Ruang Serbaguna Politeknik STIA LAN Jakarta. Kegiatan yang dihadiri sekitar 250 peserta ini menjadi momentum untuk mengajak para mahasiswa meneladani nilai-nilai Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam hal kepemimpinan.

Acara diawali dengan pembacaan Maulid Al-Barzanji oleh Tim Hadroh SMA 35 Jakarta, dan disertai pembacaan Mahalul Qiyam. Seluruh rangkaian acara dipandu oleh MC: Aulia Kayla Azzahra dan Fauziya Abadi. Adapun bertindak sebagai pembaca doa, yaitu Ust. Dr. Muhammad Sayyid Yusuf Aidid, M.Si., serta pembacaan tilawah dan sari tilawah Al Quran oleh Aliya Husna Jalilah dan Khalisah Nailah, membacakan Surah Ali Imran ayat 144–145.

Setelah sessi laporan Ketua Pelaksana, Saudari Salwa Salsabila dan Sambutan Ketua Umum UKM Rohis Saudari Nida Anbar Zahrah Hani, acara dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan oleh Ibu Erni Yuni Astuti, S.E., yang mewakili pimpinan Politeknik STIA LAN Jakarta. Beliau menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada panitia serta UKM Rohis yang telah menginisiasi dan mempersiapkan kegiatan tersebut. Beliau juga menyampaikan permohonan maaf karena Direktur Politeknik STIA LAN Jakarta tidak dapat hadir, karena dalam waktu yang bersamaan beliau ada agenda yang tidak dapat ditinggalkan.

Dalam sambutannya, Ibu Erni Yuni Astuti, S.E. menekankan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang untuk meneladani Rasulullah SAW. dalam kehidupan sehari-hari. Mengusung semangat “Lead with Akhlak”, beliau menyampaikan bahwa kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan jabatan atau kewenangan, tetapi juga mencakup integritas, keteladanan, dan tanggung jawab terhadap amanah. Seorang pemimpin perlu memiliki keselarasan antara ucapan dan tindakan, mampu menjadi teladan melalui sikap dan perilaku, serta bertanggung jawab terhadap amanah yang diberikan kepada sesama manusia maupun kepada Allah SWT.

Menurut beliau, nilai-nilai tersebut penting bagi mahasiswa Politeknik STIA LAN Jakarta yang tidak hanya dipersiapkan secara akademik, tetapi juga diharapkan mampu berkontribusi dalam masyarakat dan pelayanan publik. Beliau mengajak mahasiswa untuk meneladani Rasulullah SAW. melalui perilaku, adab, dan kepedulian terhadap sesama, serta membangun budaya positif di lingkungan kampus dengan berpikir kritis, aktif dalam kegiatan positif, menjaga kesopanan, dan teguh memegang nilai-nilai kebaikan. Beliau berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat sekaligus mempererat ukhuwah. Sambutan kemudian ditutup dengan pembukaan acara secara resmi.

Selanjutnya, puncak Peringatan Maulid Nabi Muhammmad SAW dikemas dalam bentuk talkshow yang dipandu oleh Nida Anbar Zahrah Hani sebagai moderator dengan menghadirkan Penceramah Muda, Ustadz Muhammad Fatihul Ihsan sebagai pemateri. Mengangkat tema “Keteladanan Rasulullah dalam Memimpin Umat”, talkshow membahas bagaimana nilai-nilai kepemimpinan Rasulullah SAW dapat diterapkan dalam kehidupan mahasiswa. Ustadz Muhammad Fatihul Ihsan menjelaskan bahwa setiap manusia memiliki peran sebagai pemimpin. Kepemimpinan tidak selalu berarti memimpin orang lain, tetapi dapat dimulai dari kemampuan memimpin dan mengendalikan diri sendiri. Dalam kehidupan mahasiswa, hal tersebut dapat diwujudkan melalui kedisiplinan, menjaga amanah akademik, serta bertanggung jawab terhadap kewajiban sebagai mahasiswa. Beliau juga mengingatkan bahwa manusia memiliki tanggung jawab untuk menjaga bumi, sehingga kepemimpinan juga berkaitan dengan tanggung jawab untuk menjaga lingkungan.

Pembahasan kemudian berfokus pada empat sifat utama Rasulullah SAW., yaitu siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah. Siddiq berarti jujur dan menjadi dasar untuk membangun kepercayaan serta menghindari perilaku koruptif. Amanah berarti dapat dipercaya dan mampu menuntaskan tanggung jawab yang diberikan. Sementara itu, tabligh berarti menyampaikan, yang dalam konteks kepemimpinan diwujudkan melalui penyampaian informasi secara jelas dan transparan. Adapun fathanah berarti cerdas, sehingga seorang pemimpin perlu memiliki kecerdasan dan profesionalitas untuk memahami persoalan serta mengambil keputusan dengan tepat.

Ustadz Muhammad Fatihul Ihsan juga menjelaskan bahwa kekuasaan dan tanggung jawab pemimpin harus digunakan secara tepat. Kekuasaan seharusnya digunakan untuk membangun, bukan merusak; melayani umat, bukan mengeksploitasi; menyatukan, bukan memecah, serta menegakkan keadilan, bukan menimbulkan ketidakadilan. Dalam pembahasan tersebut, keadilan menjadi salah satu aspek penting dalam kepemimpinan. Beliau menjelaskan bahwa keadilan tidak hanya dipahami sebagai memberikan sesuatu secara sama rata, tetapi juga mempertimbangkan perbedaan kondisi serta proporsionalitas.

Selain aspek keadilan, adab juga menjadi bagian penting dalam kepemimpinan. Menurut beliau, kepemimpinan perlu didasari adab, agar seseorang mampu menjalankan amanah dengan baik. Pembentukan adab dapat dimulai sejak menjadi mahasiswa, antara lain melalui sikap kepada dosen, teman, dan orang tua, serta cara berkomunikasi dan berperilaku dalam kehidupan profesional. Dengan demikian, nilai kepemimpinan tidak hanya terlihat dari kemampuan seseorang mengambil keputusan, tetapi juga dari bagaimana seseorang bersikap dan memperlakukan orang lain.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab. Fawwazul Fikri, mahasiswa MSDMA 2026, mengajukan pertanyaan mengenai bagaimana empat karakter Rasulullah SAW. dapat diterapkan oleh pemimpin saat ini. Menanggapi pertanyaan tersebut, Ustadz Muhammad Fatihul Ihsan kembali menjelaskan bahwa siddiq tercermin melalui kejujuran, amanah melalui penyelesaian tanggung jawab, tabligh melalui keterbukaan informasi kepada masyarakat, dan fathanah melalui kecerdasan dalam mengambil keputusan serta menjalankan kepemimpinan.

Sementara itu, Alika Sri Syahbila, mahasiswa MSDMA 2026, menanyakan bagaimana Rasulullah SAW. melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan dan urusan kepemimpinan. Dalam jawabannya, Ustadz Muhammad Fatihul Ihsan menjelaskan bahwa keterlibatan tersebut dapat dilihat melalui prinsip musyawarah, di mana Rasulullah SAW. membuka ruang bagi siapa pun untuk menyampaikan pendapat. Pendapat yang dinilai baik dapat dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan. Sesi tanya jawab kemudian ditutup dengan penyerahan doorprize kepada Fawwazul Fikri dan Alika Sri Syahbila sebagai penanya terbaik.

Setelah sesi talkshow dan tanya jawab, moderator menyampaikan kesimpulan bahwa kepemimpinan perlu dijalankan dengan karakter jujur, amanah, cerdas, transparan, beradab, adil, dan mengedepankan musyawarah, serta memiliki orientasi untuk melayani dan mengutamakan kepentingan bersama. Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut dengan games tebak gambar yang diikuti oleh Salsabila, Uli, Fawaz, dan Irham, dilanjutkan dengan penyerahan hadiah kepada para peserta games.

Sebagai bagian dari rangkaian akhir kegiatan, seluruh peserta mengisi form evaluasi acara yang berlangsung diiringi penampilan STMJ. Acara kemudian ditutup oleh MC: Aulia Kayla Azzahra dan Fauziya Abadi, dilanjutkan dengan kegiatan operasi semut serta aktivitas peserta menempelkan sticky notes pada papan yang telah disediakan.