Waduh! Gak Ada Akhlak Ronaldo Pegang Alat Kelamin Supporter, Diancam Dideportasi

0

SPORT, Bulir.id – Cristiano Ronaldo kini menjadi perbincangan publik Arab Saudi, lantaran kedapatan memegang alat kelamin sebagai bentuk balasan sepada supporter yang membulinya. Hal itu dilakukan pemain Portugal itu saat usai laga Al Hilal vs Al Nassr pada Rabu, 19 April 2023.

Aksi tak senonoh Cristiano Ronaldo memegang alat kelamin yang ditujukan kepada supporter Al Nassr itu menjadi sorotan media dan sebagian tokoh Arab. Sebab tindakan bintang Portugal itu dianggap bertentangan dengan adab dan hukum yang berlaku di Arab Saudi.

Respon spontanitas Cristian Ronaldo itu terjadi untuk menanggapi aksi pendukung timnya Al Nassr yang meneriaki nama Lionel Messi saat mereka kalah 0-2 dari Al Hilal. Diketahui Lionel Messi adalah rival abadi pemenang ballon dOr lima kali.

Potongan rekaman aksi tak senonoh pemain internasional Portugal itu sudah beredar di media sosial dan menjadi pusat kontroversi. Di rekaman itu, Ronaldo terlihat memegangi kemaluannya saat meninggalkan lapangan.

Pada potongan video tersebut terdengar juga dengan jelas para pendukung berulang kali meneriaki “Messi! Messi! Messi!” sebagai upaya untuk mengejek pemain berusia 37 tahun itu.

Ronaldo yang terlihat sangat marah saat berjalan menuju terowongan kemudian meletakkan tangannya di area vitalnya dan menggerakkannya sambil melihat ke arah tribun dengan ekspresi tidak senang.

Tindakan dari mantan pemain Manchester United ini kemudian ditanggapi serius oleh Nouf bin Ahmed. Sosok ini adalah seorang pengacara, guru dan penasihat, yang juga bekerja dengan Komisi PBB untuk Hukum Perdagangan Internasional.

Melalui akun Twitter, Nouf bin Ahmed mengumumkan akan mengajukan petisi kepada Kementerian Umum Arab Saudi untuk menangkap dan mendeportasi Cristiano Ronaldo karena tindakan tersebut.

“Saya tidak mengikuti olahraga. Bahkan bila Al Hilal terdengar memprovokasi Cristiano, dia tidak tahu cara merespons mereka. Aksi Cristiano adalah kejahatan.”

“Perbuatan tidak senonoh di depan umum adalah salah satu kategori tindakan kejahatan yang mengharuskan pelaku untuk ditangkap atau dideportasi bila dilakukan oleh orang asing,” kata Nouf dikutip dari AS.

Lebih jauh, Nouf bin Ahmed mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh bomber berumur 37 tahun itu adalah suatu perubahan sikap yang tak perlu.

“Tentu kita ingat sosok Cristiano dikenal karena ketenangannya. Namun sikapnya kemarin mengatakan hal sebaliknya. Jadi, apa alasanya ia mengubah sikap dan terlihat menjadi agresif setelah bergabung dengan Al Nassr,” tutup Nouf.*