Mengenal Vanuatu, Negara Paling Bahagia di Dunia dan Paling Konsisten Campuri Urusan Indonesia Terkait Papua

0

Jakarta, BULIR.ID – Vanuatu merupakan salah satu negara kecil yang namanya menjadi populer setelah menyinggung Indonesia berkenaan dengan Papua dalam sidang perserikatan bangsa-bangsa (PBB) pada tahun 2020 silam.

Bukan sekali saja, pada tahun-tahun sebelumnya salah satu negara miskin yang terletak di sebelah timur Australia ini bahkan kerap mencampuri urusan Indonesia berkenaan dengan Papua.

Republik Vanuatu merupakan negara kepulauan yang terletak di Samudra Pasifik bagian Selatan dan berada di wilayah Melanesia. Negara ini terdiri dari 83 pulau kecil dengan luas wilayah mencakup 12.190 KM persegi dan dihuni oleh sekitar 37.150 orang.

Pada tahun 2020, negara ini memiliki banyak jenis relief mulai dari pegunungan, dataran tinggi dataran rendah, daerah pesisir dan terumbu karang lepas pantai. Bahkan di sejumlah tempat Vanuatu memiliki gunung berapi aktif baik di darat maupun di bawah laut yang menjadikan negara ini sebagai salah satu negara yang cukup rentan terhadap gempa bumi.

Menurut laporan risiko dunia tahun 2020 yang disusun oleh PBB, Vanuatu adalah negara paling beresiko mengalami bencana alam dimana dalam beberapa tahun terakhir pulau-pulau di negara ini sangat terancam oleh naiknya permukaan air laut dan perubahan pola cuaca.

Pada tahun 2015, Vanuatu dilanda Topan pump, salah satu badai tropis paling kuat yang pernah tercatat di Pasifik Selatan. Topan itu menyebabkan puing-puing berserakan dan menewaskan 16 orang dan membuat ribuan orang kehilangan tempat tinggal.

Tetapi uniknya, meski termasuk negara paling beresiko bencana alam, negara ini juga dinobatkan sebagai salah satu negara paling bahagia di dunia menurut indeks Happy planet. Vanuatu berada di peringkat 4 besar sebagai negara paling bahagia di dunia dan yang paling bahagia di luar Amerika.

Peringkat ini didasarkan pada tingkat usia harapan hidup, tingkat kesejahteraan dan kesetaraan suatu negara bersama dengan keberlangsungan lingkungannya.

Sejak negara ini memperoleh kemerdekaannya dari Perancis serta Inggris pada tahun 1980, semua tanah di Vanuatu menjadi milik penduduk asli dan tidak dapat dijual kepada orang asing.

Hal ini kemudian menurut sebuah survei tahun 2011 oleh kantor Statistik Nasional, Vanuatu terindikasi bahwa orang-orang yang memiliki hak kepemilikan atas tanah rata-rata lebih bahagia dibandingkan mereka yang tidak memilikinya.

Vanuatu dihuni oleh mayoritas orang Melanesia dan orang Polinesia sebagai minoritas bahkan nama Vanuatu sendiri merupakan bahasa lokal orang Melanesia yang berarti tanah Kita Selamanya.

Namun demikian, ada juga mayoritas kecil orang Eropa mikronesia Cina serta Vietnam di tanah Vanuatu. Saat ini sekitar 3/4 dari 37.000 penduduk di Vanuatu tinggal di daerah pedesaan dan Mayoritas penduduk di negara ini memiliki akses pada tanah dimana mereka dapat hidup dan bercocok tanah.

Sebagian besar masyarakat di Vanuatu hidup dengan bertani melaut dan beternak hasil pertanian, utamanya adalah kelapa coklat kopi pisang ubi serta Sukun dan menjadikan Australia, Jepang dan Selandia Baru sebagai tujuan ekspor utamanya.

Selain itu, Vanuatu juga menjadi salah satu negara manufaktur di bidang pengepakan daging, pembekuan ikan, pembuatan minuman ringan serta mebel selain kepemilikan atas tanah.

Faktor lain yang membuat masyarakat Vanuatu Bahagia adalah tidak bergantung pada uang. Survei yang sama menemukan bahwa barang-barang seperti babi ubi dan Kafa sejenis tanaman lada yang kadang-kadang digunakan untuk menghilangkan stress dan kecemasan mudah diakses dan ditukar di Vanuatu tanpa uang.

Sehingga seorang seniman Vanuatu mengatakan bahwa masyarakat di negaranya tidak memandang uang seperti banyak orang di negara lain dalam memandang uang.

Sumber kebahagiaan lain di negara ini adalah hubungan yang kuat sesama penduduk dengan beragam tradisi dan lanskap kepulauan yang terdiri dari pegunungan berbatu hingga terumbu karang.

Ada 1309 bahasa asli yang digunakan oleh masyarakat Vanuatu dan menjadikannya sebagai salah satu negara dengan bahasa daerah paling banyak di dunia. Namun demikian sebagai bekas jajahan Inggris dan Perancis bahasa utama yang digunakan di Vanuatu adalah bahasa Perancis, bahasa Inggris serta bahasa bis lama

Vanuatu merupakan salah satu negara republik yang dalam bahasa bis lama memiliki nama lengkap free public Belong Vanuatu.  Pada akhir abad ke-19 vanwatu termasuk diantara beberapa pulau Pasifik yang menderita Black bearding penculikan orang untuk digunakan sebagai tenaga kerja paksa di perkebunan Fiji dan Australia.

Praktik tercela itu berakhir sekitar tahun 1872 dan menyebabkan beberapa negara di dunia melarang perekrutan tenaga kerja dari luar negeri selama perang dunia 2.

Vanuatu memainkan peran penting dalam pembebasan pulau-pulau Pasifik yang diduduki oleh Jepang dimana lebih dari 500.000 tentara sekutu melewati pulau-pulau dan meninggalkan sejumlah besar peralatannya di pulau tersebut.

Sumber: Kabar Pedia