Cerita Rakyat Calon Arang Dibalik Iklan Sirup Marjan 2025

Iklan Sirup Marjan 2025 mengangkat tema sebuah cerita rakyat Jawa Bali yang berjudul Calon Arang yang kemudian dimodifikasi sesuai dengan tujuan dari iklan tersebut dengan polesan teknologi sinematik moderen.

0

Bulir.id – Perusahaan sirup Marjan kembali meluncurkan iklan sirup Marjan 2025 mereka di televisi dan di berbagai platform media sosial. Seperti di tahun-tahun sebelumnya, Marjan selalu meluncurkan iklan terbaru mejelang bulan Ramdhan.

Di tahun 2025 ini, Iklan sinematik Marjan memlilih sebuah cerita rakyat yang diberi judul “Bangkitnya Calon Arang”. Iklan sirup Marjan 2025 ini diubuat sedemikian rupa dengan sentuhan teknologi modern sehingga terlihat seperti sebuah trailer film Holywood.

Namun, apakah kalian tahu cerita versi asli Calon Arang dari iklan sirup Marjan 2025 tersebut? Bulir.id mencoba merangkum cerita asli tentang Calon Arang dari berbagai sumber, yuk simak!

Menurut beberapa sumber, cerita rakyat mengenai kehidupan Calon Arang berasal dari masyarakat Jawa dan Bali yang sudah ada sejak abad ke-12.

Menurut cerita aslinya, Calon Arang merupakan seorang janda, dukun penguasa ilmu hitam yang suka medatangkan wabah penyakit dan juga sering merusak tanaman dan hasil panen para petani.

Calon Arang memiliki seorang puteri bernama Dyah Ayu Ratna Menggali yang memiliki paras cantik jelita. Namun, sang puteri tak kunjung memiliki suami karena karena orang-orang takut pada ibunya yang adalah seorang penyihir.

Calon Arang murka karena masalah yang menimpa puterinya. Diceritakan bahwa Calon Arang kemudian menculik seroang gadis warga kampung tersebut dan mengorbankannya sebagai persembaham kepada Dewi Durga.

Sehari setelahnya, desa tersebut dilanda musibah. Banjir besar datang menerjang desa tersebut disusul kemunculan berbagai macam penyakit. Banyak orang yang menjadi korban dari musibah tersebut.

Diceritakn juga bahwa saat itu, raja yang berkuasa adalah Raja Airlangga. Berita tentang ulah Calon Arang sampai juga ketelinga sang Raja. Raja Airlangga kemudian meminta bantuan kepada Empu Baradah yang merupakan salah satu penasehatnya.

Empu Baradah kemudian mengirim seorang muridnya bernama Empu Bahula yang akan dinikahkan dengan puteri Calon Arang, Dyah Ratna Manggali. Pernikahan pun terjadi dengan pesta yang sangat meriah.

Namun ternyata Empu Bahula suami dari puteri Calon Arang memliki misi khusus dari gurunya Empu Baradah untuk memata-matai dan mencari tahu ilmu sihir Calon Arang.

Suatu hari, Empu Bahula menemukan sebuah buku berisi ilmu-ilmu sihir yang dikuasai Calon Arang. Ia kemudian menyerahkan buku tersebut ke sang guru Empu Baradah.

Mengetahui bukunya telah dicuri, Calon Arang marah besar. Ia kemudian menantang Empu Baradah. Maka terjadilah perkelahian antara keduanya.

Dalam perkelahian tersebut, Empu Baradah berhasil mengalahkan Calon Arang. Janda penyihir ini tidak bisa apa-apa tanpa bantuan buku sihir dan campur tangan Dewi Durga.

Setelah Calon Arang dikalahkan, desa kembali menjadi aman dan damai, masyarakat hidup tentram dan jauh dari wabah penyakit dan musibah.

Begitulah cerita asli Calon Arang yang kemudian dimodifikasi oleh perusahaan iklan sirup Marjan agar sesuai dengan tujuan iklan dan perkembangan zaman._ry_