Politeknik STIA LAN Jakarta Gelar PKM Pengolahan Minyak Jelantah untuk Dukung Pelestarian Lingkungan dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

0

Jakarta, BULIR.ID – Sebagai wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), Politeknik STIA LAN Jakarta menyelenggarakan kegiatan “Bimbingan Teknis Pengolahan Minyak Jelantah sebagai Upaya Pengurangan Limbah dan Peningkatan Kesejahteraan Ibu Rumah Tangga” pada Kamis (23/7/2026) di Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

Kegiatan ini melibatkan tim PKM yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan (tendik), dan mahasiswa Politeknik STIA LAN Jakarta sebagai bentuk kolaborasi lintas sivitas akademika dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat. Tim PKM tersebut yaitu Dr. Hidayaturahmi, S.Sos, MPA (Ketua Tim), Dra. Hamidah Rosidanti Susilatun, MEM (Anggota Tim), Drs. Eddy Kusponco, M.Si  (Anggota Tim), Alamsyah S.Sos, M.AP (Tendik) serta Bunga Zhilfania dan Adrian Maulana Ibrahim. Sementara sebanyak kurang lebih 25 peserta mengikuti kegiatan ini, yang berasal dari unsur kelurahan, tim penggerak PKK Kecamatan Bogor Timur, kader masyarakat, serta perwakilan warga.

Camat Bogor Timur, Drs. Uay Setiawan membuka secara resmi kegiatan bimbingan teknis ini dan menyampaikan apresiasi kepada Politeknik STIA LAN Jakarta atas pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Politeknik STIA LAN Jakarta atas kepeduliannya kepada masyarakat Kecamatan Bogor Timur. Kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan mengenai pengelolaan limbah rumah tangga, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga. Kami berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dan menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh kepada masyarakat lainnya,” ungkap Uay Setiawan.

Disamping itu Uay Setiawan mengusulkan pengolahan minyak jelantah yang dilakukan Kantor Kecamatan Bogor Timur ini dijadikan semacam inovasi dan trend motivasi serta diberikan nama Melintas (Minyak Jelantah Menjadi Sabun Tanpa Sampah) dan Jelita (Minyak Jelantah) dan akan disertakan untuk mengikuti perlombaan inovasi tingkat Kota Bogor.

Dalam sambutannya, Ketua Tim PKM Politeknik STIA LAN Jakarta, Dr. Hidayaturahmi, M.P.A. menyampaikan bahwa pengelolaan minyak jelantah merupakan salah satu langkah sederhana namun memiliki dampak besar terhadap kelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Minyak jelantah sering kali masih dibuang ke saluran air atau digunakan kembali untuk memasak, padahal kedua praktik tersebut dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan maupun kesehatan. Melalui bimbingan teknis ini, kami ingin memberikan pengetahuan dan keterampilan agar minyak jelantah dapat diolah menjadi produk yang aman, bermanfaat, dan memiliki nilai ekonomi. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat dikembangkan menjadi peluang usaha yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga,” ujar Ketua Tim PKM.

Dalam bimbingan teknis ini narasumber yang disampaikan oleh Hj. Yeni, S.Pd.I Founder Zadaya Soap mengawali dengan pemutaran video singkat riwayat narasumber dalam perjalanan pembekalan pembuatan sabun di berbagai tempat. Kemudian dilanjutkan dengan pembekalan materi meliputi sejarah sabun, tentang sabun, peralatan yang harus disiapkan dalam pembuatan sabun, tahapan pembuatan sabun, dan lainnya.

Disamping itu disampaikan pula pengenalan dampak limbah minyak jelantah terhadap lingkungan, teknik pengumpulan dan penyimpanan minyak jelantah yang benar, serta berbagai alternatif pemanfaatannya menjadi produk yang bernilai tambah. Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah praktik pengolahan minyak jelantah menjadi sabun yang dipandu langsung oleh narasumber.

Dalam sesi ini, narasumber mendemonstrasikan secara bertahap proses pembuatan sabun, mulai dari penyiapan dan penyaringan minyak jelantah, pencampuran bahan-bahan sesuai formulasi yang aman, teknik pengadukan, hingga proses pencetakan dan penyimpanan sabun. Selama demonstrasi, peserta diberikan kesempatan untuk mengikuti setiap tahapan secara langsung, mengajukan pertanyaan, serta berdiskusi mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kualitas produk, aspek keselamatan kerja, dan potensi pengembangan sabun sebagai produk bernilai jual.

Pendekatan praktik ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta sehingga mereka mampu menerapkan proses pengolahan minyak jelantah secara mandiri di lingkungan masing-masing maupun mengembangkannya sebagai peluang usaha skala rumah tangga.

Selain praktik pembuatan sabun, peserta juga memperoleh informasi mengenai berbagai potensi pemanfaatan minyak jelantah lainnya, seperti sebagai bahan baku lilin aromaterapi, sabun cair, dan produk ramah lingkungan lainnya yang memiliki peluang untuk dipasarkan.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab, di mana para peserta aktif menyampaikan pengalaman, kendala, serta peluang yang dihadapi dalam pengelolaan limbah rumah tangga. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi selama kegiatan berlangsung. Diskusi yang hangat dan praktik langsung menjadi sarana pembelajaran yang efektif sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh keterampilan yang dapat diterapkan secara mandiri.

Melalui kegiatan PKM yang dimulai dengan pre test, post test dan evaluasi penyelenggaraan ini, Politeknik STIA LAN Jakarta berharap dapat terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun budaya pengelolaan limbah yang bertanggung jawab.

Dengan mengubah minyak jelantah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi, masyarakat diharapkan semakin peduli terhadap lingkungan sekaligus memperoleh peluang untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui kegiatan usaha berbasis ekonomi sirkular.