Aksi Main Pulpen Seskab Teddy Saat Putin Pidato, Netizen: Tak Punya Etika dan Tatakrama

0

JAKARTA, Bulir.id – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjadi sorotan warganet usai videonya viral lantaran memperlihatkan dirinya memainkan pulpen saat Presiden Rusia Vladimir Putin tengah menyampaikan sambutan.

Momen tersebut terjadi saat Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kenegaraan ke Rusia untuk menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, (Kamis, 3/9/2026).

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari agenda diplomatik Indonesia dan Rusia untuk membahas hubungan bilateral serta berbagai kerja sama strategis kedua negara.

Aktivitas sederhana yang dilakukan orang dekat Prabowo tersebut kemudian memicu perhatian karena berlangsung dalam suasana diplomatik antar kedua negara.

Banyak yang menilai tindakan tersebut kurang pas dilakukan dalam forum kenegaraan level tinggi, sementara sebagian lainnya menganggapnya sekadar gestur bawah sadar tanpa maksud mengurangi rasa hormat.

Sejumlah pengguna media sosial menilai gestur memainkan pulpen kurang tepat ditampilkan dalam forum resmi kenegaraan, terlebih ketika Presiden Putin sedang berbicara di hadapan Presiden Prabowo dan delegasi kedua negara.

Mereka berpendapat bahwa pejabat yang mendampingi kepala negara dalam agenda diplomatik perlu menjaga sikap, ekspresi, serta bahasa tubuh. Hal itu dinilai penting karena setiap anggota delegasi turut menjadi bagian dari representasi Indonesia di hadapan pihak luar negeri.

Terlebih, pertemuan antara Presiden Prabowo dan Vladimir Putin berlangsung dalam konteks diplomasi tingkat tinggi. Dalam situasi seperti itu, bahasa tubuh dan ekspresi para pejabat yang hadir dapat ikut diperhatikan, baik oleh delegasi maupun masyarakat yang menyaksikan dokumentasi pertemuan.

Gestur Main Pulpen

Kebiasaan memainkan atau memutar pulpen sebenarnya bukan sesuatu yang asing. Banyak orang melakukannya secara spontan ketika sedang duduk dalam rapat, mengikuti presentasi, atau menghadapi situasi yang membutuhkan konsentrasi tinggi.

Seseorang mungkin menggerakkan tangan, mengetukkan jari, menggoyangkan kaki, hingga memutar pulpen untuk membantu mengelola rasa tegang, jenuh, hingga kebutuhan akan stimulasi.

Namun, bahasa tubuh memiliki interpretasi yang berbeda bagi setiap orang yang melihatnya. Gerakan memutar pulpen ketika orang lain sedang berbicara dapat dianggap sebagai tanda kurangnya perhatian.

Dalam forum resmi tingkat tinggi, peserta lain bisa menangkap kesan bahwa seseorang merasa bosan atau tidak sepenuhnya menyimak pembicaraan yang sedang berlangsung. Di sisi lain, kebiasaan tersebut juga dapat dihubungkan dengan rasa gugup.

Situasi seperti rapat penting, negosiasi, evaluasi kerja, atau pertemuan dengan tokoh penting berpotensi membuat seseorang melakukan gerakan berulang sebagai cara menyalurkan ketegangan.

Meski demikian, tindakan yang dimaksudkan untuk menenangkan diri justru bisa menimbulkan persepsi kurang percaya diri dari pihak lain.

Profesionalisme tidak hanya ditentukan oleh apa yang disampaikan melalui kata-kata. Sikap tubuh dalam situasi formal turut membentuk persepsi orang lain.

Mengendalikan kebiasaan memutar pulpen, dapat menjadi langkah sederhana untuk menampilkan kesan lebih fokus, tenang, dan menghargai forum yang sedang berlangsung.*