Anis Baswedan: Formule E Mengecewakan

0

Jakarta, Bulir.id – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyampaikan sindiran kepada pihak-pihak yang sejak awal pesimistis dengan keberhasilan gelaran Formule E. Anies bilang, mereka-mereka ini sedang mengalami kekecewaan.

“saya kemarin sampaikan minta maaf kepada sebagian yang karena Formula E kemarin mengecewakan” Sindiran Anies saat mengikuti Rapat Kerja Nasional I Al Jam’iyatul Washliyah di Hotel Mercure Ancol, Senin (13/6/2022).

Anies mengatakan, seharusnya keberhasilan gelaran Formule E harus membahagiakan semua pihak. Namun nyatanya, masih banyak orang yang merasa kecewa.

“Yang pesimis (dengan Formula E) ini kecewa sekali. Mohon maaf lho ini, mengecewakan. Kita sebetulnya ingin membahagiakan semua orang, tapi ada yang kecewa,” kata mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan teknologi itu.

FORMULA E atau Jakarta E-Prix sendiri telah selesai digelar pada Sabtu (4/6) di Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC), Ancol, Jakarta Utara. Untuk diketahui, pergelaran Formule E banyak menghadapi tantangan, salah satunya tiadanya dukungan dari BUMN.

Jangan Berpuas Diri

Terpisah, anggota DPRD DKI dari Fraksi PSI, Wiliam Aditya, mengatakan sebaiknya Anies bersama seluruh jajaran Pemprov DKI jangan dulu berpuas diri.

“Pemprov DKI jangan puas diri dulu, masih banyak kewajiban yang harus dituntaskan berkaitan dengan Formula E, mungkin tidak terlihat secara visual tetapi penting untuk dilakukan seperti kewajiban revisi feasibility study ke BPK, perhitungan profit yang jelas, dan lain-lain”, terang Wiliam.

“Acara inikan rencananya masih berlanjut, tahun-tahun berikutnya, jika kewajiban administratif dan keuangan tidak dibereskan akan memberikan beban kepada pejabat Gubernur dan APBD DKI walaupun secara survival acaranya sukses”, sambung Wiliam.

Lebih lanjut, Wiliam mengatakan PSI akan terus mengawal seluruh proses terkait Formula E. Harapannya, proses administrasi keuangan Formula E tidak meninggalkan beban kepada pemimpin Jakarta berikutnya.

“Dan dari Fraksi PSI akan terus mengawal karena kita punya fungsi pengawasan. Jangan sampai karena proses administratif, keuangan tidak diselesaikan dengan baik, Gubernur dan APBD selanjutnya akan diberikan beban”, tutup Wiliam.