Audiensi Politeknik STIA LAN Jakarta ke BPK Bahas Penguatan Program Pendidikan Terapan

0

Jakarta, BULIR.ID– Politeknik STIA LAN Jakarta melakukan audiensi resmi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam rangka memperkuat pengembangan program pendidikan vokasi berbasis terapan, meliputi Sarjana Terapan, Magister Terapan, dan Doktor Terapan.

Pertemuan yang berlangsung di kantor pusat BPK ini menjadi bagian dari upaya strategis untuk menyelaraskan kurikulum pendidikan tinggi terapan dengan kebutuhan nyata di sektor pemerintahan, khususnya dalam bidang administrasi publik dan administrasi bisnis.

Wakil Direktur Politeknik STIA LAN Jakarta, Edy Sutrisno dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pengembangan program Sarjana Terapan, Magister Terapan, hingga Doktor Terapan dirancang untuk menghasilkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi praktis dan profesional di bidang administrasi negara.

“Kami ingin memastikan bahwa lulusan kami siap menghadapi tantangan nyata di lapangan, termasuk dalam mendukung akuntabilitas dan transparansi keuangan negara,” ujarnya.

Sementara itu, BPK yang disampaikan oleh Dino Yudha Anindita menyambut baik inisiatif tersebut serta menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan dan institusi negara dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang aplikatif dan relevan.

“BPK membutuhkan SDM yang memiliki pemahaman kuat tentang administrasi negara dan administrasi bisnis. Program pendidikan terapan seperti yang dikembangkan Politeknik STIA LAN Jakarta sangat potensial untuk menjawab kebutuhan tersebut,” ungkapnya.

Dalam pemaparannya, Politeknik STIA LAN Jakarta, Keisha Dinya Solihati menjelaskan akreditasi program studi, persyaratan, perkuliahan, RPL, dan lainnya termasuk pengembangan tiga program studi unggulan yang dinilai strategis bagi kebutuhan birokrasi modern. Ketiga program studi tersebut adalah Administrasi Pembangunan Negara, Administrasi Bisnis Sektor Publik, dan Administrasi Sumber Daya Manusia Aparatur. Program-program ini menjadi fokus utama karena dinilai memiliki relevansi tinggi dengan tugas dan fungsi pengawasan serta pengelolaan keuangan negara.

Program Studi Administrasi Pembangunan Negara dirancang untuk mencetak lulusan yang mampu merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi kebijakan pembangunan berbasis data dan kebutuhan masyarakat. Lulusan diharapkan memiliki kemampuan analisis kebijakan publik serta pengelolaan program pembangunan yang efektif dan akuntabel.

Sementara itu, Program Studi Administrasi Bisnis Sektor Publik difokuskan pada penguatan kapasitas manajerial di lingkungan instansi pemerintah. Program ini mengintegrasikan prinsip-prinsip bisnis modern dengan nilai-nilai pelayanan publik, sehingga menghasilkan aparatur yang mampu meningkatkan efisiensi, inovasi layanan, serta daya saing organisasi sektor publik.

Adapun Program Studi Administrasi Sumber Daya Manusia Aparatur diarahkan untuk menjawab tantangan reformasi birokrasi, khususnya dalam pengelolaan SDM aparatur sipil negara. Kurikulum program ini menekankan pada pengembangan kompetensi dalam perencanaan kebutuhan pegawai, manajemen talenta, penilaian kinerja, serta pembangunan budaya kerja yang profesional dan berintegritas.

Pihak BPK dalam audiensi tersebut menyampaikan apresiasi terhadap fokus pengembangan ketiga program studi tersebut. Menurut perwakilan BPK, penguatan kapasitas aparatur melalui pendidikan terapan sangat penting dalam mendukung fungsi pengawasan keuangan negara yang semakin kompleks.

“Ketiga program studi ini memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan BPK, terutama dalam memastikan tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel,” ujar perwakilan BPK.

Dalam audiensi ini juga dibahas peluang kerja sama yang lebih luas, seperti program magang mahasiswa, penelitian bersama, hingga peluang kelas kerjasama.

Kemudian dilanjutkan sesi diskusi dalam audiensi antara Politeknik STIA LAN Jakarta dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) berlangsung dinamis dan konstruktif, dengan berbagai masukan strategis terkait penguatan pendidikan tinggi terapan di sektor publik terutama terkait RPL, kerjasama penelitian, magang mahasiswa, pengembangan kurikulum, perkuliahan dan lainnya.

Sesi diskusi ditutup dengan kesepahaman bahwa sinergi antara lembaga pendidikan dan institusi negara merupakan kunci dalam mencetak sumber daya manusia aparatur yang profesional, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan birokrasi modern.

Audiensi ini menandai langkah penting dalam penguatan sinergi antara dunia pendidikan dan lembaga negara. Kedua pihak berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan di Indonesia.

Sebagai penutup, dilakukan penyerahan cenderamata sebagai simbol kemitraan, serta sesi foto bersama yang mencerminkan semangat kebersamaan kedua institusi. Kedua pihak juga sepakat untuk menindaklanjuti hasil audiensi melalui penyusunan rencana kerja sama yang lebih terstruktur.

Dengan adanya kolaborasi ini, Politeknik STIA LAN Jakarta semakin menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan vokasi unggulan yang berorientasi pada kebutuhan nasional, sekaligus mendukung misi BPK dalam menjaga akuntabilitas keuangan negara.