Berpotensi Jadi Sentra Ekonomi Baru, Ardy Mbalembout: Pemimpin NTT Harus Punya Keberpihakan pada Kebutuhan Masyarakat

0

Jakarta, BULIR.ID – Kepala Departemen Hukum dan HAM Partai DPP Partai Demokrat, Dr. (c) MM Ardy Mbalembout menyampaikan Nusa Tenggara Timur (NTT) berpotensi menjadi pusat ekonomi baru global di samping Selat Malaka di Singapura. Hal ini karena letak strategis NTT yang masuk dalam wilayah Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI)

ALKI adalah alur laut yang ditetapkan berdasarkan konvensi hukum laut internasional sebagai alur yang terbuka bagi perlintasan perdagangan internasional dan kapal asing.

Posisi strategis NTT di ALKI membuka peluang bagi pengembangan berbagai sektor maritim, seperti pariwisata, perdagangan, dan logistik. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya investasi yang masuk ke NTT, terutama di Labuan Bajo dan Rote.

“Itulah mengapa kita lihat sekarang investasi luar biasa. Tapi efek ganda pembangunan dan investasi besar-besaran itu tidak menyentuh pada kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat,” kata Ardy dalam sebuah diskusi yang diprakarsai BULIR.ID bertajuk “Proyeksi Pembangunan NTT 5 Tahun ke Depan” di PMKRI Cabang Jakarta Timur pada Sabtu (1/6).

Namun, Wakil Ketua Mahkamah Partai DPP Partai Demokrat itu mengingatkan agar pembangunan dan investasi ini tidak hanya fokus pada keuntungan ekonomi, tetapi juga memperhatikan kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Efek ganda dari pembangunan dan investasi besar-besaran harus dapat dirasakan oleh masyarakat, sehingga mereka juga mendapatkan manfaat dari kemajuan ekonomi.

Ardy juga menggarisbawahi pentingnya pengetahuan, wawasan, dan strategi pembangunan yang berskala lokal, nasional, maupun internasional bagi pemimpin NTT ke depan. Menurutnya, pemimpin yang sejati tidak boleh menjadi “boneka” yang tidak peduli dengan kebutuhan masyarakat.

Lebih lanjut, Ardy menegaskan perlunya pemimpin yang memiliki hati nurani untuk membawa NTT keluar dari berbagai persoalan yang dihadapi saat ini.

“Kita butuh pemimpin yang memiliki hati untuk membawa NTT keluar dari berbagai persoalan yang dihadapi saat ini,” ujar Ardy yang juga merupakan kandidat yang maju dalam kontestasi Pilgub NTT 2024-2029 ini.

Ardy lahir di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tanggal 28 September 1973. Mengutip kai-dki.org, sejak kecil MM Ardy Mbalembout telah mengenyam pendidikan di Kupang, NTT.

Pada tahun 1977-1979, ia bersekolah di TK ST. Yoseph Naikoten II Kupang. Lalu tahun 1979-1985, MM Ardy Mbalembout melanjutkannya di SDK ST. Yoseph IV Naikoten II Kupang.

Lulus dari SD, pada tahun 1985-1989 ia kemudian bersekolah di SMPN 4 Kupang atau SMP Negeri I Larantuka. MM Ardy Mbalembout kemudian bersekolah di SMAK Syuradikara atau SMA Negeri I Kupang tahun 1989-1992.

Setahun setelah itu, pada 1993 ia mengenyam pendidikan di Lembaga Pendidikan Pengembangan Profesi Indonesia dan selesai pada 1994. Dua tahun setelahnya, 1996, ia melanjutkan pendidikan di Fakultas Hukum Unika Atmajaya Jakarta.

Pada 2011, ia berangkat ke Kuala Lumpur untuk mengikuti acara ASEAN Forum On Legal Coorporation and Development. Tahun 2014, ia menuntaskan studi di Magister Hukum Unika Atmajaya Jakarta.

Sejak lulus SMA, MM Ardy Mbalembout ternyata mengikuti gerakan Pemuda Pancasila tahun 1993- 2000. Pada tahun 2001-2004 ia ikut organisasi Banteng Muda Indonesia.

Setahun setelahnya, 2005, ia kemudian menjadi anggota Panglima Garda Republika DPP PDIP. Tahun 2008 sampai sekarang, ia menjadi Ketua bidang Advokasi DPP KAI (Kongres Advokat Indonesia).

Pada 2009, ia sempat menjadi Ketua Biro Bantuan Hukum DPP Demokrat. MM Ardy Mbalembout ternyata juga menjadi Anggota JLC (Jakarta Lawyers Club) dari tahun 2010 sampai sekarang.

Ia juga pernah menjadi Sekjen FPKJ (Forum Pemuda Kupang Jakarta) pada 2010- 2013. Pada 2013 – 2016 ia menjadi Ketua Umum FPKJ (Forum Pemuda Kupang Jakarta). MM Ardy Mbalembout ternyata juga aktif di dunia olahraga.

Pada 2011 – 2015 ia menjadi Ketua Departemen Hukum ATI (Asosiasi Tinju Indonesia) Pusat dan 2014 – 2017 Sabuk Hitam Karate Kyokosshinkai (DOJO Mbalembout). Pada tahun 1992 ia menjuarai Kejurnas Tinju Amatir Bogor dan mendapatkan Medali Perunggu.

MM Ardy Mbalembout juga aktif menjadi anggota Karate pada Kejuaraan Dunia Karate di YOKOHAMA, JEPANG 1995. Tahun 2004, ia menjuarai cabang olagraga Tarung Bebas Duel RCTI dan Juara TPI Fighting.

Mantan Sekjen Alumni Fakultas Hukum Univ Atmajaya Jakarta ini juga pernah menjadi KETUM DPD KAI DKI pada 2015 – 2019. Tahun itu adalah periode pertamanya sebelum ia kembali terpilih menjadi KETUM DPD KAI DKI.

Pada tahun 1996 sampai dengan 2004, MM Ardy Mbalembout berkecimpung di dunia hukum. Ia bahkan membuat Kantor Hukum MBALEMBOUT & PARTNER’S (Owner) pada tahun 2004.

Pada 2012 ia menjadi Ketua Umum Pusat Bantuan Hukum Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Dan pada tahun 2013 ia kemudian menjadi pengajar atau dosen di Fakultas Hukum di Universitas Bung Karno.

Tahun 2014, ia juga pernah menjadi Staff Ahli Komisi Hukum DPR RI. Prestasinya di dunia hukum salah satunya adalah menjadi team pengacara Daniel Sabon “Eksekutor” Nasrudin pada kasus Ketua KPK, ANTASARI.