Dampak Pemberdayaan PNM untuk Ibu-Ibu Prasejahtera di Indonesia

0

Jakarta, BULIR.ID – Upaya pengentasan kemiskinan masih menjadi perhatian utama di tingkat global maupun nasional, termasuk di Indonesia. Secara nasional, angka kemiskinan menunjukkan tren penurunan. Pada Maret 2025, tingkat kemiskinan tercatat sebesar 8,47 persen atau sekitar 23,85 juta jiwa, turun 1,37 juta orang dibandingkan periode yang sama pada Maret 2024.

Meski demikian, tantangan di tingkat akar rumput masih dirasakan, khususnya oleh keluarga prasejahtera. Ibu-ibu prasejahtera kerap menghadapi keterbatasan akses terhadap permodalan, literasi keuangan, serta jaringan ekonomi yang inklusif. Kondisi tersebut membatasi peluang mereka dalam mengembangkan usaha dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) berupaya menjawab tantangan tersebut. Hingga kini, program Mekaar telah melayani sekitar 22,7 juta perempuan prasejahtera yang tersebar di 6.165 kecamatan di seluruh Indonesia. Program ini tidak hanya menyediakan pembiayaan ultra mikro, tetapi juga pendampingan berkelanjutan melalui penguatan literasi usaha, literasi keuangan, hingga literasi digital.

Pendekatan pemberdayaan yang dilakukan PNM menunjukkan dampak nyata. Berdasarkan riset BRI Research Institute pada 2024, sekitar 90 persen nasabah PNM merasakan peningkatan kemandirian finansial setelah mengikuti program pemberdayaan. Sementara itu, riset INDEF pada 2022 mencatat sebanyak 74 persen nasabah PNM mengalami peningkatan pendapatan setelah menjadi bagian dari program tersebut.

Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan menjadi kunci dalam memperkuat ekonomi keluarga. Menurutnya, ibu-ibu prasejahtera memiliki semangat besar untuk tumbuh dan mengembangkan usaha, namun sering kali terkendala keterbatasan akses dan pendampingan.

“Kami melihat ibu-ibu prasejahtera memiliki semangat besar untuk tumbuh dan mengembangkan usahanya, namun kerap terkendala keterbatasan akses dan pendampingan. Melalui program pengembangan kapasitas usaha, PNM hadir mendampingi agar nasabah dapat naik kelas, usahanya berkembang, dan ekonomi keluarga tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Dodot.

Melalui program pemberdayaan yang konsisten dan berkelanjutan, PNM terus memperluas akses layanan pembiayaan dan pendampingan usaha bagi masyarakat prasejahtera, sekaligus mendukung penguatan ekonomi keluarga dan komunitas di berbagai daerah.