Delapan Tim, Delapan Bintang Siap Bersaing untuk Perempat Final

0

SPORT, Bulir.id – Delapan tim tersisa di Piala Dunia 2022, semuanya memiliki impian yang sama untuk mengangkat trofi pada 18 Desember mendataang.

Enam dari tim yang tersisa adalah mantan juara atau finalis. Sedangkan pendatang baru, Maroko kini mengincar untuk menjadi semifinalis pertama dari Afrika setelah mencapai perempat final pertama mereka.

Tersingkirnya grup seperti Jerman, Belgia dan Spanyol di babak 16 besar menunjukkan bahwa dominasi bola kaki bukan lagi hanya milik mereka saja. Dibuktikan oleh tim Asia dan Afrika yang mampu menyingkirkan dominasi mereka.

Nama-nama seperti Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, Neymar, Harry Kane, Kylian Mbappe dan Luka Modric masih bertahan. Mereka akan menunjukkan, siapa di antara mereka yang akan menjadi yang terbaik.

Namun, sekarang mereka memiliki prospek yang menakutkan untuk menghadapi Mbappe yang sedang dalam performa terbaiknya. Penyerang PSG itu memimpin perburuan Sepatu Emas dengan lima gol.

Sedangkan rivalitas Messi dan Ronaldo telah mengincar untuk menulis ulang buku rekor selama bertahun-tahun. Di turnamen ini saja, Messi mencetak gol pada penampilan ke-1.000 dalam karirnya dalam kemenangan babak 16 besar atas Australia. Sementara Ronaldo menjadi orang pertama yang mencetak gol di lima Piala Dunia.

Keduanya telah memenangkan gelar kontinental mereka. Messi menjuarai Copa America tahun lalu dan Ronaldo Kejuaraan Eropa pada 2016.

Usia kedua pemain terbilang tak muda, Messi (35) dan Ronaldo (37) mengisyaratkan bahwa ini akan menjadi Piala Dunia terakhir mereka. Piala Dunia kali ini tentunya akan menjadi harapan terakhir mereka untuk mengangkat trofi emas.

Namun, kini peran Ronaldo di timnas terdegradasi ke bangku cadangang. Ia digantikan oleh pemain berusia 21 tahun, Goncalo Ramos, yang mencetak hat-trick saat melawan Swiss.

Pemain bintang Neymar yang sudah pulih dari cedera, sekarang hanya membutuhkan satu gol lagi untuk menyamai 77 gol Pele untuk Selecao.

Tapi Kroasia dengan Luka Modric dan Belanda dengan Virgil van Dijk akan bersuara lantang tentang apakah tontonan besar itu membuahkan hasil atau tidak.

Sedangkan peran besar Achraf Hakimi dalam kemenangan adu penalti atas Spanyol sangat luar biasa. Ia menjadi tulang punggung Maroko.

Tugas berat Hakimi sedang menanti saat mereka akan berjumpa Portugal. Apakah ia mampu membuat sejarah mereka sendiri dengan mencapai final pertama.

Patut diwaspadai, sebab Maroko sangat terorganisir dengan baik dan sulit dikalahkan. Mereka sedang dalam performa terbaik dan belum pernah kalah di Piala Dunia ini dan hanya kebobolan satu gol dalam tujuh pertandingan terakhir.*