Kardinal Michael Czerny Himbau Umat Katolik untuk Merayakan Alam sebagai Ekspresi Cinta Tuhan

0

VATIKAN, Bulir.id – Prefek Dicastery for Promoting Integral Human Development, Kardinal Michael Czerny menyerukan kepada seluruh Umat Katolik terutama Universitas Katolik untuk berperan merawat bumi sebagai rumah kita bersama, di Spokane, Washington, pada 9/3/23.

Kardinal Jesuit itu mengatakan umat Katolik dipanggil untuk merayakan alam sebagai “ekspresi cinta Tuhan yang personal yang diwujudkan dalam alam semesta. Oleh karena itu kita mesti mencontohi Santo Fransiskus dari Assisi dalam “membenamkan diri kita dalam keajaiban dan kekaguman alam.”

Ia juga mengajak umat Katolik untuk membaca ensiklik Paus Fransiskus, Laudato (Tentang Peduli Rumah Kita Bersama). Sebab pada zaman ini banyak tindakan manusia merusak planet ini.

Dalam Laudato Si, Fransiskus mengkritisi paradigma teknokratis. Penggunaan sains dan teknologi sebagai sarana mengeksploitasi alam tanpa mempertimbangkan tanggung jawab, nilai, dan hati nurani manusia.

“Kita hanya ada dalam jaringan hubungan, dengan Tuhan, dengan sesama kita, dan dengan bumi itu sendiri. Dalam mempromosikan kepedulian terhadap sesama kita, perumpamaan Yesus tentang orang Samaria yang baik hati memberikan contoh untuk mendobrak sikap kesukuan dan berupaya membantu orang lain,” kata Czerny.

Dalam pidatonya, Czerny banyak mengutip dari dua ensiklik Paus Fransiskus Laudato Si’ dan Fratelli Tutti (Tentang Persaudaraan dan Persahabatan Sosial). “Orang miskin” disebutkan 60 kali dalam Laudato Si.

Dia menyerukan kepada universitas untuk memberikan “tanggapan yang konkret, visioner, dan berani” terhadap masalah perusakan lingkungan, yang menurutnya berdampak secara tidak proporsional pada orang miskin.

“Masalahnya sekarang bukanlah ketidaktahuan … masalah sebenarnya adalah ketidakpedulian dan keputusasaan,” kata Czerny

Dia mengatakan bahwa serentetan bencana terkait iklim dalam beberapa tahun terakhir seperti kebakaran hutan, angin topan, banjir, dan kekeringan telah membantu membuka pandangan orang terhadap masalah yang dihadapi.

“Kita semua dapat bekerja sama sebagai alat Tuhan untuk menjaga ciptaan, masing-masing sesuai dengan budaya, pengalaman, keterlibatan, dan bakatnya masing-masing. Dialog dan politik yang lebih baik … adalah satu-satunya jalan keluar,” kata Czerny.

Dia mendesak universitas-universitas Katolik untuk berhati-hati dalam memperhatikan orang miskin dalam “proyek penelitian, kurikulum pendidikan, program publik, infrastruktur kelembagaan, kebijakan, dan praktik, serta keterlibatan politik dan sosial sebagai perguruan tinggi dan universitas.”

Czerny juga mempromosikan publikasi tentang “Rumah Kita Bersama” yang dikembangkan oleh Vatikan dan Institut Lingkungan Stockholm, serta Landasan Aksi Laudato Si’, sebuah inisiatif yang diluncurkan Paus Fransiskus pada tahun 2021.

Menurutnya rencana tujuh tahun tersebut memberikan tujuan, proyek dan gagasan untuk menerapkan kelestarian lingkungan di berbagai sektor Gereja, mulai dari ordo religius hingga sekolah dan rumah sakit Katolik, serta di dalam keluarga individu. Lebih dari 1.000 institusi pendidikan telah mendaftar untuk rencana tersebut.

Di atas segalanya, katanya, penting bagi mereka yang bekerja untuk memerangi degradasi lingkungan untuk dapat mengatakan “Gereja kita bersama kita,” tutupnya.