Ketika Perintah “Hajar Chad” Tak Mampu Menolong Eksepsi Ferdy Sambo

0
Karikatur Ferdy Sambo. Sumber : Suara.com

Jakarta, BULIR.ID – Kata-kata “Hajar Chad” menjadi salah satu poin penting dalam eksepsi tim kuasa hukum Ferdy Sambo (FS) dalam sidang perdana kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadri J di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

“Hajar Chad” bagi kuasa hukum sekurang-kurangnya menjadi petunjuk kalua FS tidak memiliki niat untuk menghabisi nyawa Brigadir J melalui Richard Eliezer. Dengan kata lain, kuasa hukum mau bilang, “hajar chad” tidak otomatis sebagai suruhan untuk membunuh. Hajar bisa bermaksud memukul, menendang dan lain-lain sebagainya.

Namun sayangnya, maksud kuasa hukum FS dieliminir oleh jaksa penuntut umum (JPU). JPU menilai hal itu sudah masuk ke materi pokok perkara, dan karena itu tidak pada tempatnya sebagai bantahan atas surat dakwaan yang memang terbatas pada hal-hal yang bersifat formil. Kata-kata “Hajar Chad” itu tak mampu menolong eksepsi FS.

“Ferdi Sambo meminta hajar Chad! Namun Richard Eliezer Pudihang Lumiu menembak Nofriansyah Yosua Hutabarat.  Dari uraian tersebut di atas, jelas terlihat penasehat hukum terdakwa FS tidak memahami uraian yang telah dituangkan dalam surat dakwaan penuntut umum. Maka patut kiranya eksepsi atau nota keberatan penasehat hukum terdakwa di kesampinkan. Sebab dalil yang dikemukakan oleh penasehat hukum terdakwa Ferdy Sambo yang merupakan materi pokok perkara”, kata JPU saat membacakan tanggapan atas eksepsi FS di PN Jaksel, Kamis (20/10/22).

Sebelumnya, dalam dakwaan jaksa disebutkan spesifik bahwa Ferdy Sambo memerintahkan Bharada E untuk menembak Brigadir Yosua.

“Sambo berteriak dengan suara keras pada Richard eliezer pudihang mengatakan Woi! Kau tembak! Kau tembak cepat! Cepat woi kau tembak!!” kata Jaksa Penuntut Umum saat membacakan dakwaan pada Senin, 17 Oktober 2022.

Dakwaan tersebut berbeda dengan keterangan tim kuasa hukum Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo, Febri Diansyah yang menyebut Sambo tidak memerintahkan Bharada E untuk menembak Brigadir Yosua. Perintah yang diberikan, menurut Febri adalah untuk menghajar, bukan menembak.

“Memang ada perintah, perintahnya ‘Hajar Chad!’ namun yang terjadi adalah penembakan,” kata Febri dalam konferensi persnya, Rabu, 12 Oktober 2022.