Perkuat Ekosistem Publikasi Akademik, Politeknik STIA LAN Jakarta Gelar Sosialisasi Layanan ISBN

0

Jakarta, BULIR.ID – Dalam upaya meningkatkan kualitas publikasi akademik dan memperkuat budaya literasi di lingkungan perguruan tinggi, Politeknik STIA LAN Jakarta menggelar kegiatan Sosialisasi Layanan International Standard Book Number (ISBN) yang diikuti oleh dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, pengelola Jurnal dan majalah kampus serta undangan lainnya. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya ISBN dalam proses penerbitan karya tulis ilmiah dan buku akademik.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Serbaguna Politeknik STIA LAN Jakarta pada hari Rabu (3/6) tersebut menghadirkan narasumber Ratna Gunarti, S.Sos, Ketua Kelompok Pengawasan Bibliografi, Layanan ISBN, ISMN, ISSN dan KDT.

Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan yang diwaliki Kepala Perpustakaan Politeknik STIA LAN Jakarta, Saifurrohman, S.Sos dalam sambutannya menyampaikan bahwa Perguruan Tinggi pada hakikatnya tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga menghasilkan pengetahuan, yang akan memberikan manfaat lebih luas ketika dituangkan dalam karya tulis, dipublikasikan, dan dapat diakses oleh Masyarakat.

Dalam konteks itulah ISBN memiliki peran yang sangat penting, bukan sekadar nomor identitas sebuah buku, melainkan pengakuan bahwa sebuah karya telah menjadi bagian dari ekosistem pengetahuan yang dapat ditemukan, dirujuk, dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

Masih banyak karya akademik yang lahir dari kampus namun belum memiliki ISBN. Akibatnya, karya tersebut belum memperoleh visibilitas dan rekognisi yang optimal.

“Oleh karena itu, kegiatan hari ini menjadi sangat strategis, bukan hanya untuk memahami tata cara pengajuan ISBN, tetapi juga untuk membangun kesadaran akan pentingnya identitas dan pengelolaan karya intelektual secara professional,” ujar Saifurrohman.

Kemampuan menghasilkan karya tulis dan publikasi merupakan bagian penting dari pengembangan kualitas sumber daya manusia di perguruan tinggi. Oleh karena itu, pemahaman mengenai prosedur penerbitan dan pengurusan ISBN menjadi bekal yang sangat diperlukan bagi sivitas akademika.

Sementara itu, Ratna Gunarti, S.Sos., selaku Narasumber dari Perpustakaan Nasional RI memaparkan bahwa layanan ISBN yang dikelola oleh Perpustakaan Nasional merupakan lembaga resmi pemberi ISBN di Indonesia.

Selain menjelaskan prosedur pengajuan ISBN, narasumber juga menegaskan pentingnya penerapan kebijakan single account, yaitu setiap penerbit hanya diperkenankan memiliki satu akun untuk mengakses seluruh layanan ISBN. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan akurasi data, mempermudah administrasi, serta mendukung integrasi dan validasi data penerbit secara nasional.

Dalam paparannya, Ratna Gunarti juga menjelaskan jenis terbitan perguruan tinggi yang dapat memperoleh ISBN, antara lain laporan lembaga, laporan hasil penelitian yang dibukukan, bunga rampai, buku ajar, referensi, monograf, prosiding seminar nonrutin, serta orasi ilmiah yang telah melalui proses penelaahan dan diterbitkan dalam bentuk buku.

Terkait publikasi dosen, dijelaskan bahwa berdasarkan Keputusan Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek Nomor 21/A/KEP/2025, kewajiban pencantuman ISBN pada buku ajar, monograf, dan referensi berlaku bagi dosen dengan jabatan Lektor Kepala dan Profesor. Namun demikian, Perpustakaan Nasional tetap memberikan ISBN kepada setiap terbitan yang memenuhi persyaratan tanpa membedakan jenjang jabatan akademik dosen. Regulasi tersebut juga menetapkan standar jumlah halaman karya akademik yang menjadi acuan penilaian dosen.

Sosialisasi ini memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai tata kelola ISBN, pengelolaan metadata, serta penerbitan buku cetak dan buku elektronik. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi mengenai penerbitan buku ajar, hasil penelitian, modul pembelajaran, dan karya ilmiah lainnya.

Melalui kegiatan ini, Politeknik STIA LAN Jakarta menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas publikasi akademik, memperkuat budaya literasi, serta mendorong lahirnya karya ilmiah yang terdokumentasi dengan baik, memiliki identitas resmi, dan memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan.*