Politeknik STIA LAN Jakarta Dampingi 25 Pelaku UMKM Kabupaten Bogor Perkuat Tata Kelola Usaha Berbasis ESG

0

Jakarta, BULIR.ID – Politeknik STIA LAN Jakarta melaksanakan kegiatan Pendampingan Penguatan Tata Kelola Usaha Berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) bagi 25 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Bogor pada Kamis (9/7). Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dalam mendukung pengembangan UMKM yang berdaya saing, profesional, dan berkelanjutan.

Kegiatan dibuka oleh Adi Djajana, Ketua Tim Fasilitasi Usaha Mikro yang mewakili Kepala Dinas. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia karena berkontribusi besar terhadap penciptaan lapangan kerja, pemerataan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Adi, Kabupaten Bogor memiliki potensi yang besar dalam pengembangan UMKM, baik dari jumlah pelaku usaha, keragaman produk unggulan, maupun peluang pasar yang terus berkembang. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui pelatihan dan pendampingan menjadi langkah strategis untuk menciptakan UMKM yang tangguh dan mampu bersaing di era ekonomi berkelanjutan.

Tim pendamping dari Politeknik STIA LAN Jakarta dipimpin oleh Dr. Achmad Djatmiko, M.A. selaku Ketua Tim, didampingi Heny Handayani, S.Hum., M.M. sebagai dosen, Abror sebagai tenaga kependidikan, serta Kayana Anindita Zaidaan sebagai mahasiswa yang turut berpartisipasi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam pendampingan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai pendekatan tata kelola usaha yang memperhatikan keseimbangan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola organisasi. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya penerapan praktik usaha yang berkelanjutan, transparan, dan bertanggung jawab sebagai upaya meningkatkan daya saing UMKM.

Ketua Tim Pendamping, Dr. Achmad Djatmiko, M.A., menjelaskan bahwa penerapan ESG tidak hanya relevan bagi perusahaan besar, tetapi juga menjadi peluang bagi UMKM untuk meningkatkan profesionalisme dalam mengelola usaha.

“UMKM yang menerapkan tata kelola usaha yang baik akan lebih mudah memperoleh kepercayaan konsumen, mitra usaha, maupun lembaga pembiayaan. Penerapan ESG juga menjadi investasi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing usaha,” ujarnya.

Selain membahas tata kelola usaha berbasis ESG, peserta juga mendapatkan pendampingan mengenai penguatan aspek permodalan. Dalam sesi ini dijelaskan berbagai alternatif sumber pembiayaan yang dapat dimanfaatkan UMKM, mulai dari modal sendiri, kredit perbankan, koperasi, program pembiayaan pemerintah, hingga kemitraan dengan investor. Pemahaman tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha memilih skema pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan usahanya.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, dan sesi tanya jawab. Para peserta juga didorong untuk mulai menerapkan langkah-langkah sederhana dalam implementasi ESG, seperti pengelolaan limbah secara bertanggung jawab, penggunaan sumber daya yang efisien, peningkatan kesejahteraan pekerja, menjaga hubungan baik dengan pelanggan dan masyarakat, serta menerapkan pencatatan keuangan yang tertib, transparan, dan akuntabel.

Kolaborasi antara Politeknik STIA LAN Jakarta dan Pemerintah Kabupaten Bogor dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung penguatan kapasitas UMKM. Keterlibatan mahasiswa juga memberikan pengalaman belajar yang aplikatif sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat.

Melalui kegiatan pendampingan ini, Politeknik STIA LAN Jakarta berharap para pelaku UMKM di Kabupaten Bogor mampu menerapkan prinsip-prinsip ESG secara bertahap sesuai dengan karakteristik dan kapasitas usahanya. Dengan tata kelola yang semakin baik serta dukungan akses terhadap berbagai sumber pembiayaan, UMKM diharapkan mampu meningkatkan daya saing, memperluas peluang pasar, memperkuat keberlanjutan usaha, dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.