Politeknik STIA LAN Jakarta Perkuat Kompetensi Dosen Lewat Bimtek AI & Gamifikasi

0

Jakarta, BULIR.ID – Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, Politeknik STIA LAN Jakarta menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bertajuk “Pembaharuan Bahan Ajar dan Metode Ajar Kekinian Berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Gamifikasi”. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Eko Nugroho selaku CEO Kummara Group, yang dikenal sebagai praktisi dan pengembang inovasi pembelajaran berbasis teknologi digital.

Kegiatan Bimtek ini diikuti oleh dosen dan tendik sebagai bagian dari komitmen institusi dalam mendorong transformasi metode pengajaran yang lebih interaktif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan generasi digital saat ini.

Direktur Politeknik STIA LAN Jakarta, Prof. Dr. Nurliah Nurdin, MA. dalam sambutannya menegaskan bahwa perkembangan teknologi, khususnya Artificial Intelligence, telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu, tenaga pendidik dituntut untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kompetensinya.

“Transformasi pembelajaran tidak lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan. Penggunaan Artificial Intelligence dan gamifikasi dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan efektivitas penyampaian materi, sekaligus menumbuhkan minat belajar mahasiswa. Kami berharap kegiatan ini mampu menjadi wadah peningkatan kapasitas dosen dalam menciptakan bahan ajar yang inovatif dan berorientasi pada pembelajaran masa depan,” ujar Prof. Nurliah.

Lebih lanjut, Prof. Nurliah juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi secara bijak, produktif, dan tetap memperhatikan aspek etika akademik. Politeknik STIA LAN Jakarta berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan kompetensi dosen agar mampu menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global.

Dalam pemaparannya, Eko Nugroho menjelaskan bahwa Artificial Intelligence membuka peluang besar dalam personalisasi pembelajaran, penyusunan bahan ajar yang dinamis, serta analisis kebutuhan belajar mahasiswa secara lebih akurat. Selain itu, gamifikasi dinilai mampu meningkatkan keterlibatan mahasiswa melalui pendekatan pembelajaran yang lebih menyenangkan dan interaktif.

“Gamifikasi bukan sekadar permainan, tetapi strategi pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan motivasi, partisipasi, dan pemahaman mahasiswa. Jika dipadukan dengan teknologi AI, maka proses pembelajaran dapat menjadi lebih adaptif dan efektif,” jelas Eko Nugroho.

Ia juga memberikan berbagai contoh implementasi penggunaan AI dalam penyusunan materi ajar, pengembangan evaluasi pembelajaran, hingga pemanfaatan platform digital untuk meningkatkan pengalaman belajar mahasiswa.

Kegiatan Bimtek berlangsung secara interaktif melalui sesi pemaparan materi, diskusi, serta praktik langsung dalam mengembangkan bahan ajar berbasis AI dan gamifikasi. Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi dan aktif berdiskusi mengenai tantangan serta peluang penerapan teknologi dalam pembelajaran.

Melalui kegiatan ini, Politeknik STIA LAN Jakarta berharap mampu memperkuat budaya inovasi dalam dunia pendidikan serta meningkatkan kualitas proses pembelajaran yang selaras dengan perkembangan teknologi digital dan kebutuhan dunia kerja di era transformasi digital.*