Dosen Universitas San Pedro Kupang Sabet Tiga Program Kemendikbud

0

KUPANG, Bulir.id – Tantangan pendidikan di masa yang akan datang semakin kompleks, karena yang dihadapai bukan persaingan pengetahuan tetapi kompetisi kreativitas, kompetisi imajinasi, kompetisi belajar dan kompetisi pemikiran yang bebas. Situasi ini akan mengantar kita kepada sebuah kondisi Volatilitas, Keidakpastian, Konpleksitas, dan Ambiguitas.

Pada situasi ini para dosen memiliki peran yang sangat sentral dalam semua aktivitas di perguruan tinggi, karena seorang dosen bukan hanya dituntut pakar dalam bidang kajian ilmunya (mengajarkan, meneliti, dan mengabdikannya kepada masyarakat) tetapi juga dituntut untuk mampu berkomunikasi (verbal dan tulisan); mampu menguasai dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (ICT); memiliki jejaring yang luas; peka terhadap perubahan dan perkembangan yang terjadi di dunia luar, mampu berkomunikasi dengan baik guna menjalin kerjasama dalam sistem dan bersikap outward looking.

Menyikapi hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah meluncurkan kebijakan baru sejak 24 Januari 2020 diantaranya adalah kebijakan Merdeka Belajar, Kampus Merdeka.

Dari kebijakan MBKM ini lahirlah beberapa program yang memberikan peluang untuk mahasiswa dan dosen untuk berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan dimaksud.

Dari seluruh kegiatan yang diluncurkan oleh Kemedikbud melalui Dirjen Dikti, salah seorang dosen di Universitas San Pedro atas nama Bapak Florianus Aloysius Nay, S.Pd, M.Pd, mampu meraih 3 tiket dari keseluruhan program yang ditawarkan. Adapun 3 program itu adalah, Asesor PPG Prjabatan, Dosen Magang dan Asseosr BAN-SM Provinsi NTT.

Untuk Program Dosen Magang, calon peserta yang melengkapi dokumen dan mengajukan pendaftaran sebanyak 738 (tujuh ratus tiga puluh delapan) orang, telah terpilih peserta yang lolos seleksi sebanyak 150 (seratus lima puluh) orang dosen sebagai penerima Program Magang Dosen ke Perguruan Tinggi dan 11 (sebelas) orang peserta cadangan yang akan kami panggil jika ada peserta yang mengundurkan diri;

Dari sekian nomor ini, salah satunya adalah dosen dari Uniersitas San Pedro, atas nama Pak Olan.

Selain itu, pada program Asesor BAN-SM Provinsi NTT, Pak Olan juga termasuk dalam salah satu nama yang lolos hingga tahap akhir, dan saat ini sedang dalam proses pelatihan.

Alumni Prodi Matematika Universitas Sanata Dharma ini, secara terpisah dihubungi oleh media ini, mengaku bahwa, dirinya tidak menyangka, jika program yang dilamar mengantarkan dirinya lolos hingga tahap akhir.

“Saya melihat pengumuman yang disampaikan oleh Dirjen Dikti, dan mencoba untuk melengkapi persyaratan kemudian mengajukan, awalnya coba-coba saja, tetapi pada akhirnya ada hasil baik,” kata dosen San Pedro dan tentor Akademia.

Ditanya lebih lanjut tentang tempat magang dosen, beliau menyampaikan bahwa, beliau akan belajar di Universitas Pendidikan Indonesai Bandung.

Sedangkan untuk penempatan asesor BAN-SM, Alumi Universitas Widya Mandiri Kupang ini mengaku bahwa di mana saja ditempatkan, ini sudah menjadi bagian dari tanggung jawab kami tim, sehingga harus dilaksankan.

Sedangkan pada program Asesor PPG Prajabatan, dosen muda ini mengatakan bahwa, dari San Pedro ada kami 3 orang. 1 orang lolos pada seleksi gelombang pertama, dan menyusul pada gelombang kedua, ada kami 2 orang. Kebetulan kami berdua ini dari Prodi yang sama, yaitu saya dan teman saya Ibu Osniman Maure, S.Pd, M.Pd. beliau juga adalah teman sekampus waktu di S1 dan S2.

Harapan dosen muda yang masih jomblo ini adalah, semoga dengan adanya kesempatan ini, kita mampu berkolaborasi dan membangun sinergisitas untuk membangun bangsa melalui peningkatan mutu SDM.*