Tingkatkan Kompetensi, Empat Dosen Perguruan Tinggi di NTT Ikuti Program Magang di Universitas Terbaik di Indonesia

0

KUPANG, Bulir.id – Empat dosen berprestasi dari Perguruan Tinggi yang berbeda di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengikuti program Dosen Magang di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Keempat dosen asal NTT bersama para dosen magang lainnya mendapat sambutan meriah dari UPI dengan upacara seremonial yang dihadiri oleh pimpinan Universitas, para dosen dan civitas akademia lainnya, Senin, 3 Oktober 2022.

UPI sendiri mendapatkan para dosen magang berasal dari Aceh, Jawa Tengah, Kalimantan, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi dan Marauke sebanyak 21 Dosen.

Perwakilan dosen Program Magang asal NTT tersebut, diantara Yunawati Sele, S.Pd.,M.Pd. berasal dari Universitas Timor, Sonya Titin Marlina Nge,S.Pd.,M.Si. dan Jimmy Charter Atty,S.Pd.,M.Fis. berasal dari Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, dan Florianus Aloysius Nay, S.Pd.,M.Pd. yang berasal dari Universitas San Pedro Kupang.

Keempat dosen tersebut, diberi kesempatan dan akses untuk dapat menimba ilmu serta membangun jejaring sebagai bekal untuk kembali membangun serta menerapkan di perguruan tinggi asal.

Saat dihubungi Bulir.id, Ibu Sonya Titin mengungkapkan apresiasi kepada pihak Universitas Pendidikan Indonesia karena telah memberikan kesempatan, kemudahan dan akses yang luar biasa dalam menimba kebijaksanaan di universitas tersebut.

“Kami diberikan kesempatan untuk mengakses berbagai sumber belajar maupun membangun jejaring bersama dosen-dosen hebat di Universitas Pendidikan Indonesia,” ungkap dosen muda yang berasal dari Program Studi Pendidikan Biologi UKAW Kupang.

Lebih lanjut, Jimmy Charter Aty mengungkapkan bahwa, program tersebut merupakan kesempatan emas untuk belajar dari orang-orang hebat yang ada di UPI terutama dalam bidang olahraga.

“Kesempatan emas dipertemukan dengan orang-orang hebat di UPI. UPI sudah terkenal dengan bidang olahraga dan sarana olahraganya. Sehingga momen ini dapat dijadikan bekal untuk menerapkan di Kampus kami di Kupang,” tutur dosen yang berasal dari Program Studi PJKR UKAW tersebut.

Ibu Yunawati Sele juga mengungkapkan bahwa program tersebut memberi segudang manfaat. Selain banyak menimba ilmu, juga dapat berelasi dengan sesama dosen yang berasal dari Aceh hingga Marauke.

“Kami bukan hanya diperkenalkan dengan kampus UPI yang hebat tetapi mendapatkan teman maupun relasi sesama dosen magang yang berasal dari Aceh hingga Marauke. Tentunya kesempatan ini merupakan kesempatan langkah yang butuh untuk dimanfaatkan sebaik mungkin,” ungkap dosen yang berasal Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Timor.

Florianus Aloysius Nay mengungkapkan bahwa, kegiatan ini bukan hanya semata program Dosen Magang yang diutus untuk belajar melainkan momen dimana kita memperkenalkan NTT di mata sahabat dosen yang datang dari berbagai pelosok. Sekaligus kesempatan untuk membangun jejaring dengan seluruh dosen di Indonesia.

“Kesempatan mengikuti dosen magang di UPI, perlu diefektifkan waktu 2 bulan dengan belajar berbagai hal. Kesempatan untuk mengakses informasi studi lanjut juga terbuka lebar mengingat UPI mempunyai program pascasarjana yang terakreditasi unggul. Selain itu, dosen magang bukan hanya menjadi perwakilan dosen di kampus masing-masing tetapi juga perwakilan provinsi NTT sehingga perlu dijaga integritas daerah serta membangun jejaring dengan seluruh dosen di Indonesia,” ungkap dosen sekaligus tentor Taruna Akademia.

Program Dosen Magang ini berlangsung selama kurang lebih 3 sampai 4 tahun. Hal tersebut bertujuan untuk mengembangkan kompetensi dosen baik dari segi tridharma, kemampuan individu, maupun pengembangan relasi dan mitra kerja sama telah menjadi perhatian khusus dari kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Berbagai kebijakan maupun program telah disediakan dan dapat diakses oleh berbagai dosen dari seluruh Universitas di Indonesia.

Pada tahun 2022 ini, kegiatan tersebut dilaksanakan secara hybrid yaitu secara daring sejak Agustus hingga September 2022 dilanjutkan dengan kegiatan luring selama bulan Oktober hingga November 2022.

Pendaftaran diikuti oleh seluruh dosen Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia sebanyak 738 orang dan telah terpilih peserta yang lolos seleksi sebanyak 150.

Seluruh peserta yang lolos, tersebar pada Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Airlangga (UNAIR), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Padjajaran (UNPAD) dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).*