Sepasang Suami Istri dan Tujuh Anaknya Dibeatifikasi Gereja Katolik 

0

VATIKAN, Bulir.id – Gereja Katolik secara resmi membeatifikasi sepasang suami istri dan ketujuh anaknya yang dibunuh oleh Nazi karena menyembunyikan sebuah keluarga Yahudi di rumah mereka di Polandia.

Paus secara resmi menandatangani sebuah dekrit tentang kemartiran Józef dan Wiktoria Ulma, yang dieksekusi bersama dengan semua anak mereka pada tahun 1944.

Pusat Peringatan Holocaust Dunia telah menghormati pasangan itu sebagai Orang-Orang yang baik di Antara Bangsa atas pengorbanan hidup mereka. Dengan pengakuan kemartiran mereka oleh paus, pasangan Polandia itu sekarang dibeatifikasi dengan tujuh anak pasangan itu (termasuk satu yang belum lahir).

Awal tanggal 24 Maret 1944, patroli Nazi mengepung rumah Józef dan Wiktoria Ulma di pinggiran desa Markowa di tenggara Polandia. Mereka menemukan delapan orang Yahudi yang berlindung di pertanian Ulma dan mengeksekusi mereka.

Polisi Nazi kemudian membunuh Wiktoria, yang sedang hamil tujuh bulan dan suaminya. Ketika anak-anak mulai berteriak saat melihat orang tua mereka yang terbunuh, Nazi juga menembak mereka: Stanisława berusia (8) tahun, Barbara (7) Władysław (6), Franciszek (4), Antoni (3) dan Maria (2).

Dekrit itu ditandatangai bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-86. Termasuk kemartiran Matteo Ricci, seorang misionaris Jesuit abad ke-17 yang terkenal di Tiongkok.

Paus juga menyetujui “persembahan hidup” Franz de Castro Holzwarth, seorang pengacara Brasil yang terbunuh pada usia 38 tahun. Dia menawarkan untuk menggantikan seorang sandera selama kerusuhan di penjara pada 1981.

Dia juga mengenali keajaiban yang dikaitkan dengan perantaraan Yang Mulia Jacinto Vera, uskup pertama Montevideo, Uruguay.

Dalam dekrit tersebut, Paus Fransiskus menegaskan kebajikan dari 13 Hamba Allah. Empat imam Katolik dan seorang bruder diakui sebagai Venerable:

1. Pastor Aleksander Woźny, seorang imam diosesan Poznan, Polandia yang selamat dari penahanan di kamp konsentrasi di Buchenwald dan Dachau (1910-1983)

2. Pastor Ignacy Posadzy, seorang imam yang ikut mendirikan Serikat Kristus untuk melayani para migran Polandia selama Perang Dunia II dan di bawah pemerintahan Komunis (1898-1984)

3. Pastor Martin Benediktus, seorang biarawan Fransiskan Konventual dari Rumania (1931-1986)

4. Pastor Ugo de Blasi, seorang imam diosesan yang melayani di Lecce, Italia (1918-1982)

5. Frater José Marcos Figueroa, seorang frater Jesuit di Argentina (1865-1942)

Dan enam biarawati berikut dan seorang wanita bakti juga dinyatakan sebagai venerable:

1. Sr. Miradio dari Penyelenggaraan St. Cajetan, pendiri Kongregasi Putri-putri Miskin St. Antonius di Italia (1863-1926)

2. Sr. Maria Ignazia Isacchi, pendiri Kongregasi Suster-suster Ursulin dari Hati Kudus Asola (1857-1934)

3. Sr. Margherita Crispi, pendiri Kongregasi Suster Oblat Cinta Ilahi di Italia (1879-1974)

4. Suster Margherita Maria Guaini, pendiri Kongregasi Suster-suster Misionaris Yesus Imam Abadi (1902-1994)

5. Suster Magdalena Aulina Saurina, pendiri Institut Sekuler Senoritas Operarias Parroquiales (1897-1956)

6. Suster Teresa Veronesi, seorang suster dari Kongregasi Minime Sisters of Our Lady of Sorrows di Italia (1870-1950)

7. Luisa Guidotti Mistrali, seorang wanita hidup berbakti dari Italia yang aktif di Asosiasi Misi Medis Wanita yang meninggal saat melayani di Zimbabwe (1932-1979)*