Informasi Penting! Bahaya Besar di Balik Manfaat Daun Kelor

0

Oleh Oleh : Max Umbu (Peneliti teknologi di Bandung)

Jakarta, BULIR.ID – Memang tidak dapat dipungkiri kalau itu adalah tanaman sejuta manfaat, tanaman kehidupan / The Tree Of Live,, atau setumpuk gelar lainnya lagi Yang disematkan pada tanaman/ tumbuhan sederhana namun memendam potensi besar ancaman kerusakan beberapa organ tubuh seperti ginjal, pembuluh darah.

Asam Oksalat yang banyak terdapat dalam kelor adalah penyebab utamanya. Sejuta potensinya manfaat kelor tersebut menjadi kontraproduktif hanya oleh karena satu dua masalah ter/ bersembunyi ( hidden factor) tersebut.

Sejuta manfaat kelor menjadi sangat tak berarti ketika satu saja resiko bahaya yang dapat ditimbulkan oleh asam oksalat ini. Biaya pengobatan dan operasi batu ginjal tentu tidak sedikit, demikian juga dengan pengobatan dan perawatan akibat penyakit kardiovaskular yang ditimbulkan.

Potensi risiko itu akan semakin besar ketika dikonsumsi oleh masyarakat luas. Misalnya saja di Nusa Tenggara Timur rata-rata airnya memiliki ph Tinggi karena mengandung kalsium yang cukup tinggi ( akan berbeda lagi jika konsumennya adalah masyarakat golongan Menengah Atas- yang jumlahnya tidak seberapa di NTT).

Sehingga Ambisi untuk menjadikan kelor sebagai bagian dari spirit peningkatan gizi masyarakat terpaksa harus ditunda sampai dengan masalah pelik ini diatasi dahulu.

Sebenarnya asam oksalat ini bukan hanya ada pada Keylor tetapi juga ada pada beberapa tanaman lain atau bahkan Sayuran dan buahan lain yang sering kita konsumsi namun sebelumnya kita tidak sadari seperti halnya pada buah belimbing atau pakan daun bayam misalnya…. asam oksalat secara bertahap namun pasti akan bereaksi dengan kalsium yang sebenarnya salah satu manfaat utamanya sebagai pembantu dinding sel dan jaringan tubuh baik pada manusia tumbuhan maupun hewan.

Asam oksalat akan menarik atau mengikat kalsium yang sebenarnya sangat dibutuhkan oleh tubuh sehingga tubuh akan kekurangan kalsium dan terjadilah ketidakseimbangan antara kalsium natrium dan kalium bahkan zat besi atau Fe serta magnesium. Kita tahu benar Apa fungsi masing-masing dari mineral ini, kekurangan dan ketidakseimbangan salah satunya akan mempengaruhi yang lainnya dan ini akan menyebabkan rusaknya sistem regulasi metabolisme tubuh ( kekacauan sistem regulasi metabolisme tubuh), ini menyebabkan semakin sulitnya pengobatan karena penyakit bersifat multidimensional…!!!!

Kekurangan Kalium maka fungsi jantung dan ginjal juga akan terganggu, Irama jantung dan elektrolit darah juga akan terganggu, fungsi sistem dan mekanisme saraf sebagai bagian dari elektrifikasi tubuh juga bukan hanya terganggu tetapi mengalami kekacauan…

Apabila kalium Mengalami penurunan maka secara fisika natrium akan mengalami peningkatan secara otomatis, dan ini akan menimbulkan potensi darah tinggi. Memperbesar resiko pecahnya pembuluh darah akibat kalsifikasi pada pembuluh darah oleh kalsium ( Ca) seiring terjadinya peningkatan pressure atau tekanan darah.

Zat besi atau Serumpun akan mengalami penurunan drastis yang akan menyebabkan berbagai jenis penyakit atau dimensi yang zat besi ( berbagai jenis dan klasifikasi anemia), yang berakibat pada suplai oksigen sebagai motor dari kehidupan juga akan menurun drastis ( mudah pusing lelah dan Malas berpikir serta  beraktivitas – kinerja dan produktivitas menurun menuju pada dampak akumulatif penyakit yang akibatnya membutuhkan penanganan dari lintas keahlian Medis ).

Magnesium sebagai Kofaktor dan prasyarat produksi dan peningkatan zat besi juga akan melorot tajam ( tidak bermanfaat), karena magnesium ini adalah darah hijau (. Green Blood), konstruksi rumus bangun molekulnya Sama persis dengan konstruksi zat besi Fe pada darah merah ( red blood). Pada klorofil – green blood  inti dari rumus bangunnya ditempati oleh magnesium. Namun secara fungsional keduanya tidak bisa saling mengganti fungsi dan perannya, secara urutan dan proses masing-masing mineral tersebut di atas menempati lintasan reaksi dan proses masing-masing yang siklusnya tidak boleh terputus ( karena kekurangan atau bahkan kelebihan).

Abnormalitas jenis dan kuantitas mineral tersebut di atas akan berakibat pada sinergitasnya yang terganggu dengan fungsi dan manfaat serta kinerja zat gizi lainnya seperti vitamin, hormon, enzim, ph , dst

Pada fase dan situasi seperti inilah maka fungsi dan peran dari kelenjar gondok ( yang berada di leher akan berusaha semaksimal mungkin melakukan regulasi metabolik),  lalu muncullah penyakit dan ancaman berikutnya berupa kekurangan atau kelebihan yodium ( hiper atau hipo yodium), ini adalah mineral penting yang menentukan tingkat dan jenis kesadaran intelektualitas !.

Karena sifat dan karakternya yang bersifat akumulatif dan kolektif tersebut maka dampak negatif dari kalor ini akan sama halnya dengan penyakit diabetik (Silent  Killer – pembunuh tersembunyi/bersembunyi), yang bukan mengancam dan membunuh jiwa dalam waktu sekejap atau spontan tetapi justru menimbulkan risiko jiwa merana karena penyakit yang bersifat menahun ( penderitaan & siksaa yang tidak berkesudahan).

Risiko itu akan meningkat tajam menjadi jauh lebih berbahaya ketika formulasi ekstrak kalor ataupun produk kelor dengan susu misalnya. Kena susu Ini mengandung kalsium tinggi !!. Kristal batu kalsium oksalat segera akan terbentuk dan proses perusakan fungsi sistem metabolisme akan jauh lebih cepat ( walaupun formulasi ini secara organoleptik akan terasa enak di lidah – yang membuat orang yang mengkonsumsinya ingin menambah lagi dan menambah lagi),

Karena itu salah seorang sahabat baik saya yang sedang memproduksi kapsul kelor ini di Jakarta telah meminta advice saya, untuk mengatasi masalah ini dan telah saya berikan salah satu bahan khusus yang dapat mereduksi atau menghilangkan resiko negatif dari asam oksalat ini di dalam proses formulasi kapsul kelor dan berbagai produk kelor yang diproduksinya. Tadi awalnya beliau mengirimkan kepada saya semacam formulasi susu kelor yang sering beliau minum setiap pagi…., lantas sebagai seorang sahabat saya memperingatkan beliau untuk merubah dan menghentikan dahulu kebiasaan tersebut sebelum cara baru ini dilaksanakan dan beliau Akhirnya sudah melakukan itu sehingga menghasilkan produk yang aman dan bermanfaat. Itupun setelah beliau mengirimkan hasil tes uji laboratorium kandungan gizi dan mineral bahan baku kelor yang sedang diproduksinya – ini sangat penting untuk mengkalkulasi risiko dan teknologi formulasi yang berimbang.

Penambahan aditif yang klasifikasinya food aditif dan memang bermanfaat dan sering digunakan dalam proses produksi makanan tersebut harganya murah dan tidak akan mempengaruhi harga jual produk di tingkat konsumen.

Secara pribadi saya setuju dengan spirit dan semangat masyarakat luas maupun pemerintah untuk menumbuhkembangkan fungsi dan manfaat kelor dalam kaitannya dengan peningkatan status gizi dan ekonomi masyarakat luas namun tentu kita tetap harus taat dan tegas pada hal-hal yang sangat prinsipil.

Karena itu saya juga menyarankan kepada pemerintah agar fungsi dan peran BPOM juga bukan hanya sekedar sebagai lembaga tempat mendaftarkan produk-produk namun juga lebih jauh lagi memiliki fungsi edukasi, dibutuhkan kompartemen atau Departemen khusus di sana untuk berperan secara proaktif, efektif dan berkesinambungan.

Bagi penyelenggara pemerintah di tingkat pusat maupun di daerah, perilaku birokrasi yang selama ini hanya melayani secara defensif harusnya lebih proaktif lagi, Jika benar-benar pembangunan ini ingin diarahkan pada satu tujuan pembangunan manusia bukan hanya jiwa dan raga tetapi Juga mentalnya,.

Bisa dibayangkan jika lebih dari 20 T rupiah digelontorkan oleh pemerintah pusat hanya untuk mengatasi masalah kerawanan gizi termasuk stunting dan belum lagi sumbangan dari lembaga-lembaga internasional termasuk dari PBB yang secara konstitusi setiap tahun berperan aktif menyuplai dana namun jika tidak ditangani secara sains evidence, sama saja kita sedang membakar uang rame-rame,.

Ambil contoh sederhana saja Bagaimana program stunting itu saat ini sedang dilakukan khususnya di Indonesia, yang mana produk kelor ada salah satu produk yang digadang-gadang dapat menjadi sumber gizi potensial untuk mengatasi masalah tersebut . Apalagi saat ini Pemerintah juga sedang menggelorakan penanaman sorgum yang juga memberikan manfaat besar namun juga merendam resiko negatif yang harus terlebih dahulu di atasi. Sebagai eliwangi sistem saya sudah berkomunikasi dengan beberapa perguruan tinggi di daerah, selain komunikasi dengan anggota- Wakil ketua Komisi Dewan Perwakilan Rakyat- RI di mana menangani masalah ini, dalam pembicaraan pertelepon saat itu beliau telah menerima pandangan ini, Saya berharap ini dapat ditindaklanjuti.

Kita perlu menyadari bahwa pembangunan manusia yang seutuhnya bukanlah pekerjaan sepele atau sederhana tetapi merupakan sebuah kerja besar lintas generasi, lintas rezim lintas parpol, lintas birokrasi, minta sosial dan budaya dan tentu lintas disiplin ilmu dan teknologi, karena itu fungsi dan peran dari Kementerian koordinator sangat urgen dalam hal ini, karena beliau lah yang akan menjadi Muara bagi informasi penting keputusan oleh Presiden Republik Indonesia.

Bersambung
Oleh : Max Umbu
Peneliti teknologi di Bandung
Selasa, 10- Januari 2023

=====