Dalam Diskusi Publik BULIR.ID, Asri Hadi Berbagi Kisah Kumpulkan Buku Demi Perbaikan SDM Anak Muda NTT

0

Jakarta, BULIR.ID – Ketua Dewan Redaksi Bulir.id, Drs. Asri Hadi menjadi pemantik diskusi yang diprakarsai BULIR.ID bertema “Proyeksi Pembangunan NTT 5 Tahun ke Depan” yang digelar di kawasan Jakarta Timur pada Sabtu, 1 Juni 2024.

Sebelum diskusi formal, dosen purnabhakti Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ini juga berngobrol ria dengan para narasumber diskusi dan diketahui ternyata semua masih saling terkait dengan jalinan pertemanan Asri Hadi.

Politisi dan Bacagub NTT Ardy Mbalembout misalnya ternyata merupakan ponakan dari seorang teman lamanya di Brawijaya, Kemayoran pada pada tahun 1960an bernama Klemen Flores. Lalu Pengamat Etika Komunikasi Publik Don Bosco Doho yang merupakan teman Ahmed Kurnia di LSPR.

Juga Stela Nau selaku pendiri NTT Muda yang merupakan ponakan jurnalis senior Alex Dungkal. Baik Ahmed Kurnia maupun Alex Dungkal merupakan teman Asri Hadi semasa di FISIP UI yang hingga kini masih menjalin pertemanan dengan baik.

Cerita Asri Hadi berlanjut dalam sesi formal ketika dia tampil sebagai pemantik diskusi. Dia mengisahkan bagaimana sumbangsih BULIR.ID dalam tiga tahun keberadaannya mewarnai dunia media Online di Tanah Air.

Pada tahun pertama BULIR.ID eksis, Asri Hadi menuturkan, anak-anak muda yang merupakan pendiri BULIR.ID asal NTT memintanya mengumpulkan buku dari para tokoh nasional untuk didistribusikan ke NTT melalui Yayasan Cipta Insan Bhakti (YCIB).

Lalu pada tahun kedua, BULIR.ID menginisiasi pembukaan kursus Bahasa Inggris Gratis untuk anak-anak warga NTT di Jakarta.

“Dan pada HUT ke-3 tahun ini, BULIR.ID berinisiatif menggelar diskusi publik yang rencananya dibuat secara berseri, jadi rutin. Ini nantinya menjadi wadah bagi masyarakat NTT mengevaluasi dna menguji konsep, ide dan gagasan para kandidat yang akan maju menjadi pemimpin di NTT.

Selain itu, akan menjadi wadah bagi pertukaran gagasan para putra-putri NTT untuk bagaimana membangun NTT agar keluar dari berbagai keterbelakangan,” ungkap Asri Hadi.

“Jadi silahkan berkolaborasi untuk mencapai harapan NTT yang lebih baik. Kita semua pihak harus memberikan yang terbaik untuk NTT,” ujar tokoh kelahiran Padang, Sumatera Barat ini membuka diskusi yang dihadiri putra-putri NTT dari beragam latar belakang.*