Kumpulan Puisi “Dan Aku Tetap Menantimu” oleh Gerard N Bibang

0

DAN AKU TETAP MENANTIMU (1)

dan aku tetap menantimu wahai sayangku, terangku, cahayaku
apa pun angin puting beliung dari segala penjuru menderu
jangan biarkan rinduku tergerogoti oleh rasa malas dan bosan
oleh ketakjuban buruk dan kemarahan
mohon halangi rinduku dari rasa putus asa

wahai sayangku, terangku, cahayaku
tak tahan aku menahan rahasia rindu
tapi kalau sampai kubukakan kepada dunia
aku khawair mereka akan baku lipat dan baku nikmat sesamanya
atau akan bunuh diri bagi yang tak kuat menanggungnya

DAN AKU TETAP MENANTIMU (2)

kudaraskan doa tiap hari
dalam gumam, kadang dalam bentuk puisi
supaya ada bahan bagimu untuk menilai
bahwa ini bukanlah puisi
bahwa puisi tidaklah yang begini

ini puisiku, bukan puisimu
caraku mengurai rindu dalam kalbuku
ini untukku sendiri
muatannya tersembunyi

jadi pasti puisi ini memang bukan untukmu
meskipun maaf nanti akan sampai juga kepadamu
ini hanya energi jiwaku
ialah aku tetap menantimu

DAN AKU TETAP MENANTIMU (3)

dan aku tetap menantimu, sayangku, terangku, cahayaku
supaya lelaku-ku tak sepenggal dan napasku tersendat
padahal hidupku mengalir terus hingga akhirat menemuimu
di dunia ini, hanya berjalan dan berjalan hingga menapak di alas tiba

menantimu adalah terangku
agar aku tidak menyembah dunia dan ikut merasa hebat
padahal apa yang dicapai dunia adalah kehebatan semu
aku merasa bangga padahal sedang sangat hina

aku kagum cintamu sangat tangguh dan utuh
sebab telah kau buang rasa malu dan martabat
untuk kebahagianku dan kebahagiaanmu
untuk kita, di akhirat keharibaan, kelak

DAN AKU TETAP MENANTIMU (4)

aku bertempur melawan raksasa
yang melesat keluar dari dalam jiwaku sendiri
ia unjuk gigih gagah perkasa karena lelah terlalu lama bersembunyi
ah, ternyata raksasa itu adalah nafsuku
untuk nikmat-nikmat ragaku

aku sungguh membutuhkan kelembutan hatimu, wahai sayangku, terangku, cahayaku
sebab dengan secipratan saja aku memperolehnya
atau kau suntikkan dari ubun-ubun ke dadaku
letusan seratus gunung aku sanggup menelannya

maka aku tetap menantimu
cintaku kepadamu tak terbahasakan oleh dunia
biarlah dunia salah dan gagal paham tentang cintaku
terlalu lama dunia digiring dan diternakkan oleh ketamakan yang tak kira-kira

DAN AKU TETAP MENANTIMU (5)

wahai sayangku, terangku, cahayaku
kelembutan-mu tak terperi
terimalah himpunan sajak sederhanaku
dari hari-hari yang kulakoni sendiri, dalam sunyi
yang kuternak dalam diam dan kesendirian

setua ini baru mulai kutahu
lipatan-lipatan jebakan dalam dunia
rekayasa dan animasi-animasi materi yang jumlahnya tak tersentuh ilmu
antara yang seakan semu dan yang seolah-olah nyata
dan aku tetap menantimu dalam serbuan jebakan-jebakan itu
agar terang dengan cahayamu mendahului langkahku
jika hidup adalah berkiprah di dunia
jika kemajuan adalah tambang-tambang, kuasa dan nama besar
kalau cinta adalah menutup mata dari cakrawala
maka kemenangan adalah milik siapa saja
yang tak tahu dirinya, tak ngerti malu dan hinanya

oleh terangmu, aku tahu
kemenangan itu adalah milikku
dengan jalan tahu diri siapa diriku
maka aku tetap menantimu

**(gnb:tmn aries:jkt:awal desember 2021)

Gerard N Bibang adalah dosen sekaligus penyair kelahiran Manggarai, Flores NTT. Ia adalah penyair yang menahbiskan dirinya sebagai petani humaniora. Gerard saat ini berdomisili di Jakarta.