Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang Sikka Berantas Stunting, Bagikan Ribuan Paket Serbuk Kelor

0

MAUMERE, Bulir.id – Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XIV Dim 1603/Sikka Ny. Nita Jafar menyerahkan bantuan produk olahan bahan baku kelor untuk membantu pemerintah Kabupaten Sikka memberantas stunting melalui PKK, di rumah jabatan (Rujab) Bupati Sikka, Kota Uneng, Senin, (13/6/22).

Produk bantuan berupa Teh dan Serbuk Kelor yang dibagikan yaitu Serbuk Kelor: 1,418, Teh Kelor: 1.418, dengan total produk: 2,836 dan total 27 dus. Hal tersebut merupakan hasil dari produk lokal.

Selain memberikan bantuan Ny. Nita Jafar bersama anggota meninjau dapur pengolahan bahan makanan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan baku daun kelor yang akan di distribusikan ke Posyandu untuk anak stunting.

Maria Cahyani Idong Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sikka melalui Klementina Matilde Woga Wakil Ketua mengungkapkan ucapan terima kasih kepada Persit Sikka atas kerja samanya memberantas stunting di Sikka. Hal ini merupakan upaya membangun sumber daya manusia yang mumpuni sehingga lahirlah generasi yang cakap dan berdaya saing.

“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Kodim 1603/Sikka melalui Persit KCK. Cabang XIV Dim 1603/Sikka. Bantuan Kelor ini akan kami bagikan kepada tiap kecamatan maupun desa untuk mencegah stunting sehingga tumbuh generasi bangsa yang cerdas dan berdaya saing. Jika anak-anak sehat, maka bangsa kita pun semakin kuat,” kata Matilde Woga.

Nita Jafar berharap bantuan berupa produk berbahan baku kelor ini bermanfaat untuk membantu mengurangi angka stunting di Sikka.

“Kami melihat bahwa kelor ini sangat berpotensi untuk mengurangi angka stunting di Kab Sikka, harapan kami dengan bantuan yang diberikan dapat mengurasi angka stunting di Kab.Sikka,” ungkap Ketua Persit

Berdasarkan data di Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten Sikka, prevalensi stunting di Kabupaten Sikka sebesar 19,1 persen pada Agustus 2020. Pada tahun 2021, turun menjadi 18,2 persen. Dan, pada Februari tahun 2022, turun menjadi 17,1 persen.

Angka itu lebih rendah dibandingkan dengan data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 yang menempatkan Sikka sebagai daerah dengan status kuning dengan prevalensi stunting antara 20 hingga 30 persen.

Program pengentasan stunting ini juga bekerja sama dengan Dapur Kelor RSS Oesapa Blok Q 17 Kota Kupang. Dapur Kelor merupakan salah satu UKM di Kota Kupang yang mengkhususkan pada usaha pembudidayaan tanaman kelor mulai dari pengolahan kebun, pengolahan produksi sampai dengan pemasarannya.*

Kontributor: Y. F. Marino