Arupa Gandeng Civo Hadirkan Infrastruktur Cloud Berbasis Kubernetes di Indonesia

0
Jakarta, BULIR.ID – Arupa Cloud Nusantara dan Civo resmi meluncurkan Civo Indonesia Region, platform sovereign public cloud di Jakarta yang dirancang untuk mendukung pengembangan aplikasi modern, pengelolaan Kubernetes, dan penggunaan virtual machines.

Infrastruktur ini sepenuhnya dioperasikan oleh Arupa di Indonesia. Melalui layanan tersebut, kedua perusahaan menawarkan solusi komputasi awan dengan dukungan teknis lokal sekaligus memastikan data pelanggan tetap berada di bawah yurisdiksi Indonesia.

Civo Indonesia Region menyediakan sejumlah layanan, antara lain managed Kubernetes, virtual machines, basis data managed PostgreSQL, load balancers, dan block storage. Platform ini ditujukan bagi perusahaan yang ingin memodernisasi aplikasi dan mengembangkan layanan digital dengan infrastruktur yang lebih sederhana dan efisien.

Chief Commercial Officer Civo, Simon Hansford, mengatakan Indonesia memiliki peluang besar dalam adopsi teknologi cloud-native, seiring meningkatnya kebutuhan bisnis terhadap infrastruktur yang mudah dikelola dan menawarkan transparansi biaya.

“Melalui kemitraan dengan Arupa, kami menghadirkan platform cloud Civo yang mengutamakan Kubernetes (Kubernetes-first) secara langsung bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia, didukung oleh local expert dan model operasional yang dirancang sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia,” ujar Simon.

Menurut dia, pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu perusahaan di Indonesia mengadopsi teknologi cloud-native dengan dukungan tenaga ahli lokal.

Chief Technology Officer Civo, Dinesh Majrekar, menjelaskan Kubernetes memberikan fleksibilitas bagi pengembang untuk membangun, menerapkan, dan meningkatkan kapasitas aplikasi berbasis standar terbuka tanpa menambah kompleksitas infrastruktur yang tidak diperlukan.

Dengan mengintegrasikan layanan Kubernetes terkelola dan berbagai perangkat pendukung, Civo ingin membantu tim pengembang mengurangi waktu yang dihabiskan untuk mengelola infrastruktur sehingga dapat lebih berfokus pada pengembangan dan peningkatan kualitas aplikasi.

Sementara itu, CEO Arupa Cloud Nusantara, Reza Kertadjaja, menyebut peluncuran Civo Indonesia Region sebagai langkah penting dalam memperluas pilihan infrastruktur cloud bagi perusahaan di Indonesia.

“Dengan menggabungkan platform Civo yang mengutamakan Kubernetes dengan kapabilitas konsultasi teknologi dan support teknis lokal dari Arupa, kami berkomitmen membantu pelanggan mengambil keputusan teknologi dengan lebih percaya diri dan memanfaatkan cloud secara lebih efektif untuk mendukung pertumbuhan bisnis,” ujar Reza.

Perkuat Kedaulatan Data dan Transparansi Biaya

Salah satu aspek utama Civo Indonesia Region adalah pengelolaan data di dalam negeri. Infrastruktur ini berjalan di atas pusat data di Jakarta yang memiliki sertifikasi Tier IV dan sepenuhnya dioperasikan serta dipelihara oleh Arupa Cloud Nusantara.

Kedua perusahaan menyatakan seluruh data pelanggan, termasuk data control plane, cadangan data (backup), dan catatan operasional (operational logs), tetap berada di Indonesia.

Model ini ditujukan untuk mendukung kebutuhan organisasi yang mempertimbangkan lokasi penyimpanan data, kendali operasional, serta ketersediaan dukungan teknis lokal dalam memilih penyedia layanan cloud.

Melalui Arupa, pelanggan juga dapat memperoleh bantuan teknis untuk penanganan masalah, eskalasi insiden, proses awal penggunaan layanan, hingga migrasi infrastruktur.

Dari sisi biaya, pelanggan di Indonesia akan menerima tagihan dalam rupiah melalui Arupa. Penggunaan layanan dihitung per jam dan ditagihkan setiap bulan. Civo juga menyatakan tidak mengenakan biaya transfer data, baik untuk data masuk (ingress) maupun data keluar (egress) pada Jakarta Region.

Dalam perbandingan harga yang dipublikasikan Civo, biaya bulanan untuk klaster Kubernetes tujuan umum dengan tiga node dan konfigurasi setara di Jakarta diklaim 49–62 persen lebih rendah dibandingkan penyedia layanan hyperscaler.

Namun, angka tersebut didasarkan pada konfigurasi dan asumsi harga tertentu yang dipublikasikan oleh Civo sehingga perbandingan biaya aktual dapat bergantung pada kebutuhan serta penggunaan masing-masing pelanggan.

Civo juga mengklaim virtual machines dapat disediakan dalam waktu kurang dari 60 detik, sedangkan klaster Kubernetes dapat diluncurkan dalam waktu kurang dari 90 detik.

Siapkan Infrastruktur AI di Indonesia

Selain mendukung aplikasi modern, Arupa dan Civo berencana memperluas pilihan infrastruktur untuk kebutuhan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Untuk pasar Indonesia, layanan GPU Compute dan GPU Kubernetes di Jakarta Region dijadwalkan tersedia mulai Desember 2026. Arupa menyatakan reservasi layanan tersebut telah dibuka.

Di tingkat global, Civo menyebut telah memiliki GPU NVIDIA B300 Blackwell Ultra dan berencana menghadirkan NVIDIA Vera Rubin NVL72 di Inggris pada 2027 sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur AI generasi berikutnya.

Arupa dan Civo juga akan bekerja sama membantu pelanggan mengevaluasi kebutuhan teknologi, merencanakan adopsi cloud, serta mengembangkan penggunaan teknologi yang sesuai dengan prioritas bisnis dan kesiapan operasional masing-masing organisasi.

Deputy Country Director – Business, Trade & Investment British Embassy Jakarta, Keziah McConnell, menilai peluncuran tersebut mencerminkan semakin eratnya kerja sama Inggris dan Indonesia di bidang teknologi digital.

“Peluncuran ini merupakan contoh nyata dari semakin eratnya kolaborasi antara Inggris dan Indonesia di bidang teknologi digital. Saya percaya bahwa kemitraan yang menggabungkan keahlian Inggris dengan ekosistem teknologi Indonesia yang dinamis ini akan memperkuat hubungan bisnis, mendukung pengembangan skill, serta membuka peluang pertumbuhan baru bagi kedua negara,” ujar Keziah.

Sebagai bagian dari dukungan terhadap ekosistem cloud-native, Civo dan Arupa juga dijadwalkan berpartisipasi sebagai sponsor platinum dalam Kubernetes Community Days Indonesia 2026 di Bandung pada 24 Oktober 2026.

Arupa Cloud Nusantara merupakan perusahaan agregator teknologi yang berfokus pada solusi infrastruktur cloud. Perusahaan ini menyediakan layanan konsultasi, dukungan teknis, dan pendampingan lokal untuk membantu pelanggan memilih, menerapkan, serta mengelola solusi teknologi.

Sementara itu, Civo merupakan penyedia platform sovereign cloud dan AI yang menawarkan infrastruktur Kubernetes dan cloud. Perusahaan ini menekankan pengelolaan lokasi data (data residency) serta kebutuhan keamanan dan kepatuhan untuk mendukung kedaulatan data organisasi.*