Kemenko Perekonomian Gelar Rapat Koordinasi Dewan Pengarah INSW, Bahas Evaluasi dan Strategi Layanan Ekspor-Impor Terintegrasi

0

Jakarta, BULIR.ID – Dalam rangka meningkatkan sinergi dan kolaborasi antar Kementerian/Lembaga (K/L) untuk menciptakan layanan publik yang efisien, terintegrasi, dan terdigitalisasi di sektor ekspor-impor, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyelenggarakan Rapat Koordinasi Dewan Pengarah Indonesia National Single Window (INSW) pada Rabu (2/7/2025) di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta.

Rapat ini merupakan pelaksanaan dari amanat Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2018 tentang INSW, yang menekankan pentingnya harmonisasi kebijakan dan sinkronisasi proses bisnis antar K/L yang layanannya telah terhubung dalam sistem INSW.

Rapat dipimpin oleh Sekretaris Kemenko Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, dan dihadiri oleh Kepala Lembaga National Single Window (LNSW) Oza Olavia serta perwakilan Eselon I dan II dari 21 Kementerian/Lembaga yang terlibat dalam sistem INSW.

“Menindaklanjuti Rapat Koordinasi Dewan Pengarah INSW sebelumnya pada 12 Desember 2024, hari ini kita mengevaluasi laporan progres capaian dari LNSW dan membahas isu strategis bersama Kementerian/Lembaga terkait dalam rangka pelaksanaan implementasi sistem INSW ini,” ujar Susiwijono.

Sejumlah isu strategis tahun 2024 dibahas dalam rapat, di antaranya: pembentukan Unit Layanan Single Window (ULSW), penyusunan kode pelabuhan, implementasi Indonesia Single Risk Management (ISRM), Business Continuity Management System (BCMS), tata kelola pertukaran data, integrasi kanal komunikasi, serta penggabungan Single Submission Ekspor dengan e-SKA.

Selain itu, dibahas pula posisi INSW dalam sistem perizinan berusaha berbasis risiko, penyusunan Rancangan Perpres Logistik, kewajiban sistem aplikasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), perluasan cakupan SIMBARA (Sistem Informasi Mineral dan Batubara), serta integrasi sistem SIMIRAH dan INATRADE melalui mekanisme SIMBARA. Isu keamanan siber juga menjadi perhatian, menyusul pentingnya perlindungan sistem dari serangan dunia maya.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada LNSW dan Kementerian/Lembaga terkait atas sinergi dan kolaborasi dalam penyelenggaraan sistem INSW ini, sehingga beberapa yang ditargetkan dapat tercapai,” tambah Susiwijono.

Rapat juga membahas usulan kegiatan strategis tahun 2025, termasuk pelaksanaan sistem manajemen risiko pada K/L untuk mendukung pengawasan dan pelayanan ekspor-impor, integrasi sistem antara SINSW dan OSS pasca-terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025, penyediaan layanan perizinan dalam satu aplikasi (Single Submission), serta rencana revisi Perpres Nomor 44 Tahun 2018 agar sesuai dengan kondisi layanan saat ini.

Para perwakilan K/L turut memberikan masukan dalam rangka penyempurnaan kinerja LNSW, serta menyampaikan bahwa integrasi sistem dan proses bisnis di sektor ekspor, impor, dan logistik telah menunjukkan kemajuan signifikan sebagai hasil nyata dari sinergi antar lembaga.

“Saya meyakini bahwa kita berfokus ke upaya INSW untuk mendorong deregulasi dan peningkatan layanan perizinan ekspor impor, utamanya dalam mendukung implementasi PP Nomor 28 Tahun 2025. Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama mewujudkan kolaborasi nasional untuk mengoptimalkan keberadaan INSW,” pungkas Susiwijono.