Lolos Jadi Praja IPDN, Alumnus Taruna Akademia Kunjungi Almamater

0

KUPANG, Bulir.id – Amanda Hartanti Arsyad, salah satu siswa yang mempercayakan dirinya untuk dibimbing oleh Lembaga Bimbingan Belajar dan Pelatihan Taruna Akademia batch 3 yang dimentori oleh Alex Andiwatir, S.Fil., M.Si., telah lolos dan resmi menjadi Praja IPDN.

Meski diterpa oleh Pagebluk Covid-19, tidak menyurutkan para tentor dan siswa untuk menebarkan dan menimba oase kebijaksanaan di Taruna Akademia.

Dalan usianya masih muda dan dalam rentang waktu setahun Taruna Akademia telah berhasil melahirkan diantaranya 3 orang Bintara Polri, 1 anggota TNI dan salah satunya adalah Hartanti yang telah resmi menjadi Muda Praja Putri IPDN.

Direktur Akademia, Alex mengungkapkan bahwa, lembaga Akademia merasa sangat bahagia ketika mendengar kabar yang diterimanya dari admin akun resmi media sosial milik Taruna Akademia (Ig Taruna Akademia) melalui pesan singkat.

Berikut isi pesan singkat yang dikirim oleh Hartanti, “Selamat malam Pak. Perkenalkan Muda Praja Putri Hartanti Amanda Arsyad, mantan anak didik dari Taruna Akademia, beta mau ucapkan banyak terima kasih atas ilmu yang sudah diberikan. Alhamdulilah beta sudah lolos seleksi IPDN pak tahun 2021. Sekali lagi terima kasih Pak.”

Segenap tentor Taruna Akademia sontak merasa haru dan bangga. Rasa haru karena usaha dan perjuangan yang telah dilakukan selama ini terus membuahkan hasil.

Selanjutnya remaja berdarah Kupang tersebut menyampaikan niat baiknya untuk datang ke Lembaga dan menyampaikan terima kasih secara langsung kepada para tentor dan sekaligus memberi motivasi kepada peserta bimbel saat ini.

Pada Rabu, 5 Januari 2021, Hartanti datang dan berkunjung ke Lembaga Taruna Akademia untuk menyampaikan terima kasih secara langsung.

Hartanti dalam kunjungannya tersebut menyampaikan bahwa, belajar di Taruna Akademia adalah pilihan yang tepat sebab didukung oleh tentor yang profesional pada bidangnya masing-masing.

“Saya tidak salah pilih untuk datang belajar di Taruna Akademia, karena semua yang dipelajari seperti Akademik (Inteligensi Umum), dampingan Psikologi maupun jasmani sangat membantu saya dalam mengerjakan soal tes, Alahamdulilah skor SKD saya mencapai 420. Di Taruna Akademia saya mendapat tips dan trik untuk menyelesaikan soal dengan cara yang mudah dan cepat,” kata Hartanti.

Pada perjumpaan itu koordinator tim, Alex juga mengungkapkan bahwa para tentor telah dengan segenap hati dan budi sudah memberikan yang terbaik sesuai dengan bidang yang diampuhnya.

“Ini membuktikan bahwa apa yang telah dilakukan oleh orang-orang muda NTT terutama para Tentor, Mereka telah memberikan ilmu melalui bimbingan sesuai dengan bidang yang ditekuninya. Pengabdian, dedikasi dan pelayanan yang tulus dan sungguh-sungguh. Karena berkat akan datang pada setiap mereka yang telah berusaha dengan baik dan secara total menyerahkan diri pada kehendak Allah,” ungkap Koordinator Tim yang juga merupakan staf pengajar Universitas San Pedro.

Lebih lanjut Alex menambahkan bahwa di sisi lain juga mau mengafirmasi bahwa, anak muda NTT adalah anak-anak yang mampu dan bisa bersaing, baik pada tingkat lokal maupun nasional. Generasi muda yang hebat adalah generasi yang rela mengorbankan kesenangan saat ini untuk mempersipakan diri dan secara perlahan merajut benang-benang kesuksesan untuk mennggapai masa depan mereka.

Para tentor yang juga turut berkontribusi besar dalam membantu mengembangkan Taruna Akademia diantaranya; Adelbertus Manek, S.Fil, M.Si, yang mengasuh pendampingan psikologi, Floryanus Nay, M.Pd, pada bidang Inteligensi Umum, Rudobertus Talan, M.Pd, pada bidang Jasmani, Gaspar Bilaut, S.Pd, & Erwin Bria, M.Pd, pada bidang Wawasan Kebangsaan, Coach Om Gondrong yang mendampingi Renang, serta Ibu Yasinta Betan dan Yasinta Goa pada bidang kesehatan.

Mereka merupakan orang-orang yang profesional dibidangnya masing-masing. Dengan keahliannya masing-masing mereka telah membantu mengembangkan Sumber Daya Manusia Nusa Tenggara Timur.

Para tentor adalah orang pilihan yang tidak hanya memiliki kebijaksaan teoritis semata melainkan juga memiliki kebijaksanaan praktis yang siap melayani dengan hati. Dua kebijaksaan ini akan memampukan mereka untuk mengolah kediriannya dan anak didiknya yang lebih matang. Ini merupakan ciri khas para tentor Akademia yang tidak dimiliki para tentor lain.

Di akhir perjuampaan lembaga mengucapkan terima kasih yang tak henti-hentinya, karena berkat dukungan dan kerja sama orang tua dan keluarga, anak-anak yang telah meletakkan cita-citanya dapat tercapai. Keringat dan cucuran air mata orang tua, secara perlahan akan dihapus oleh sapu tangan kesuksesan anak-anaknya.*