Mimpi Brasil Pupus, Neymar Merana

0

SPORT, Bulir.id – Impian Neymar bersama Brasil ke Semi Final Piala Dunia 2022 pupus, usai tersingkir dalam drama adu penalti jumpa Kroasia di Education City Stadium, Al Rayyan.

Kroasia memberi pelajaran pada bintang Samba melalui adu penalti untuk mengakhiri harapan meraih kemenangan keenam kalinya saat mereka kembali tersingkir dari kompetisi oleh negara Eropa.

Sepertinya Neymar akan menjadi pahlawan ketika dia membuka skor di perpanjangan waktu untuk menyamai rekor resmi Pele untuk tim nasional. Ini adalah gol internasionalnya yang ke-77.

Tapi gol penyama kedudukan Bruno Petkovic di menit ke-117 mengakhiri harapan anak asuhan Tite. Ini merupakan satu-satunya tembakan tepat sasaran Kroasia, menyelamatkan harapan untuk maju melalui tendangan penalti.

Skor imbang tersebut memaksa kedua tim harus adu tos-tosan. Brasil akhirnya harus tunduk atas dominasi Kroasia 4-2.

Sejatinya Neymar menjadi penendang penalti kelima tetapi tidak mendapatkan kesempatan itu setelah Marquinhos membentur tiang untuk menutup nasib mereka. Ia meninggalkan lapangan dengan air mata yang mengindikasikan bahwa ini akan menjadi Piala Dunia terakhirnya.

Keputusan Tite tak memberikan kesempatan Neymar sebagai penendang penalti menuai kritikan pedas dari berbagai pihak.

Di tengah kritik yang signifikan dari para penggemar, Tite menjelaskan keputusan untuk mempertahankan pemain berusia 30 tahun itu hingga yang terakhir.

“Dia adalah penendang penalti kelima dan menentukan,” Tite menegaskan.

Keputusan itu menjadi bumerang karena Brasil melewatkan dua dari empat penalti mereka, sedangkan Kroasia mencetak keempatnya untuk membukukan tempat mereka di semifinal Piala Dunia.

Kekalahan adu penalti tersebut merupakan peristiwa terakhir dari masa jabatan Tite sebagai pelatih Brasil, dengan pelatih berusia 61 tahun itu juga mengonfirmasi niatnya untuk mundur dari Selecao setelah kontraknya berakhir akhir bulan ini.

Sementara itu Neymar jug mengungkapkan hal yang sama untuk mengakhiri karirnya di timnas.

Saya tidak menutup pintu di tim nasional tetapi saya juga tidak menjamin 100% saya akan kembali. Saya perlu berpikir lebih banyak tentang ini, tentang apa yang tepat untuk saya dan untuk tim nasional,” kata Neymar usai pertandingan.

Tampak putus asa setelah peluit akhir, Neymar mengakui ini adalah momen terendahnya dalam karir internasionalnya.

“Perasaan yang mengerikan. Saya pikir ini adalah perasaan yang lebih buruk daripada yang terjadi di Piala Dunia lalu. Sulit menemukan kata-kata untuk menggambarkan momen ini,” tutupnya.*