PB PMII Apresiasi Kejagung Atas Penetapan 10 Manajer Investasi Sebagai Tersangka Skandal Asabri

0
PB PMII Apresiasi Kejagung Atas Penetapan 10 Manajer Investasi Sebagai Tersangka Skandal Asabri
Wakil Sekretaris Jendral Bidang Polhukam PB PMII, Hasnu.(Foto:Ist)

Jakarta, Bulir.ID – Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Periode 2021-2024 melalui Bidang Politik, Hukum dan Hak Asasi Manusia (POLHUKAM), mengapresiasi kepada kinerja Kejaksaan Agung (Kejagung) RI atas penetapan 10 Manajer Investasi sebagai tersangka dalam skandal Asabri.

“Langkah yang diambil oleh Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan 10 manajer investasi sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT Asabri tersebut patut diapresiasi oleh semua pihak,” kata Hasnu Wakil Sekretaris Jendral Bidang Polhukam PB PMII melalui keterangan tertulisnya kepada media ini, Jakarta, Jum’at (30/07/2021)

Menurut Hasnu, PT ASABRI yang bergerak dibidang Asuransi Sosial dan pembayaran pensiun khusus untuk Prajurit TNI, Anggota Polri, PNS Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan POLRI, tapi pengelolaan BUMN ini sangat buruk.

Artikel Menarik Lainnya:   Peduli Sesama, SiCepat Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir NTT

Hasnu mengatakan, seperti diketahui, penetapan tersangka terhadap manajer investasi dilakukan berdasarkan gelar perkara yang diketahui dari hasil pemeriksaan terhadap pengurus manager investasi.

Wasekjen Polhukam PB PMII mengungkapkan, ke-10 manajer investasi yang menjadi tersangka dalam kasus PT Asabri adalah korporasi PT IIM, PT MCM, PT PAAM, PT RAM, Korporasi PT VAM, PT ARK, PT OMI, PT MAM, PT AAM, dan PT CC.

Berdasarkan keterangan kejagung melalui bidang penindakan, kata Hasnu, pihaknya telah menemukan fakta reksadana yang dikelola oleh manajer investasi yang pada pokoknya tidak dilakukan secara profesional serta independen.

Hal ini karena dikendalikan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan pihak pengendali tersebut sehingga mengakibatkan kerugian keuangan negara yang digunakan/dimanfaatkan oleh manajer investasi.

Hal tersebut, lanjut Hasnu, seperti diungkapkan dalam investigasi kejagung, perbuatan manajer investasi tersebut bertentangan dengan ketentuan peraturan tentang pasar modal dan fungsi-fungsi manajer investasi serta peraturan lainnya yang terkait, dan mengakibatkan kerugian keuangan negara pada PT Asabri sebesar Rp.22.788.566.482.083.

Artikel Menarik Lainnya:   Bikin Haru Ya Tuhan! Jenazah Ibu dan Anak Korban Perahu Terbalik Ditemukan Berpelukan

PB PMII menurut Hasnu, mendukung pasal penetapan terhadap 10 tersangka manajer investasi tersebut dijerat dengan Pasal 2 juncto Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001, Pasal 3 dan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Hasnu membeberkan, hasil pantauan PB PMII terhadap perkembangan kasus Asabri, sebelumnya Jampidsus Kejagung menetapkan 9 tersangka dalam penyidikan kasus dugaan korupsi PT Asabri.

Bahkan, kata dia, Sembilan tersangka tersebut adalah Dirut PT Asabri periode tahun 2011 – Maret 2016 (Purn) Mayjen Adam Rachmat Damiri dan Dirut PT Asabri periode Maret 2016 – Juli 2020 (Purn) Letjen Sonny Widjaja. Kemudian Direktur Keuangan PT Asabri periode Oktober 2008-Juni 2014 Bachtiar Effendi, Direktur PT Asabri periode 2013 – 2014 dan 2015 – 2019 Hari Setiono, Kepala Divisi Investasi PT Asabri Juli 2012 – Januari 2017 Ilham W Siregar, Dirut PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi, dan Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relation Jimmy Sutopo.

Artikel Menarik Lainnya:   Waduh! Sipir Wanita Ini Ketahuan "Gituan" dengan Napi di Depan 11 Napi Lainnya

Selanjutnya, Dirut PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro dan Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat.

Kendati demikian, tambah Hasnu, PB PMII mendesak Kejagung agar benar-benar membongkar skandal Asabri, termasuk dalang intelektualnya. Karena akibat praktek korupsi yang dilakukan dalam PT Asabri negara mengalami kerugian yang cukup besar.

“PB PMII akan mengawal dan mendukung upaya-upaya hukum Kejagung RI dalam memberantas korupsi di Indonesia terkhusus dalam penanganan kasus Asabri ini yang menyita perhatian publik,” tutup Hasnu.*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here