Profil Lengkap Si Punggawa Timnas Bola Basket Putri Indonesia Asal NTT

Agustin Alya Gradita Retong salah satu penggawa timnas bola basket putri Indonesia yang sedang berlaga di SEA Games XXIII Kamboja

0

 

Bulir.id – Tidak seperti sepak bola dan latihan beladiri, bola basket mungkin tidak terlalu diminati oleh anak-anak muda dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Kebanyakan anak muda NTT lebih memilih dua olahraga diatas dibanding bola basket.

Namun ternyata ada anak muda berdarah NTT yang sukses menjadi salah satu pemain bola basket profesional. Bahkan ia sudah beberapa kali masuk dalam skuad Timnas Bola Basket putri.

Mungkin banyak dari pecinta bola basket yang bahkan tidak mengetahui bahwa salah satu pemain timnas bola basket putri berasal dari NTT atau masih memiliki garis keturunan NTT.

Dia adalah gadis bernomor punggung dua dalam skuad Timnas bola basket putri di Sea Games 2023 Kamboja kali ini.

Gadis bernama lengkap Agustin Elya Gradita Retong adalah putri kedua dari almarhum Marselinus Retong yang berasal dari NTT, tepatnya dari Desa Umauta, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Sedangkan ibunya berasal dari Malang, Jawa Timur. Dari ayahnya inilah darah NTT mengalir dalam nadinya.

Dita, begitu panggilan akrabnya, sudah mulai menggeluti dunia bola basket sejak masih duduk dibangku kelas 5 SD. Ia awalnya menyukai olahraga beladiri (taekwondo), namun akhirnya mengikuti saran dari sang ayah untuk lebih memilih bermain bola basket.

Kebetulan disekolahnya, SD Budhaya Santo Agustinus, terdapat fasilitas lapangan bola basket yang cukup bagus. Dilapangan tersebut ‘Dita kecil’ bersama teman-teman seumurannya mulai belajar bermain bola basket.

Ternyata saran dari ayahnya tersebut membuka jalan baru bagi Dita. Keseriusannya berlatih bola basket akhirnya membuahkan hasil yang cukup menyenagkan. Terbukti saat masih SMP kelas 1 dan 2, Dita dipilih untuk mewakili DKI Jakarta mengikuti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional.

Performance gemilang yang ia tunjukan pada ajang tersebut membuka jalan baru bagi Dita. Ia akhirnya mendapat tawaran untuk pindah sekolah olahraga ke Kabupaten Musi Bayuasin, Sumtera Selatan.

Gadis kelahiran Jakarta 24 Agustus 1995 ini akhirnya menerima tawaran tersebut dan pindah  sekolah ke SMPN 8 Sekayu, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Fasilitas sekolah olahraga di Bayuasin, Sumatera Selatan tersebut tidak kalah dari sekolah olahraga yang ada di Ragunan, Jakarta. Karena itu pula orang tuanya mengijinkan DIta umtuk pendah ke Sumatera Selatan.

Ia melanjutkan SMA-nya di SMAN 1 Sekayu, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan hingga lulus. Saat di Sumatera, Dita dipilih menjadi salah satu pemain bola basket putri propinsi Sumatera Selatan untuk mengikuti PON 2012.

Dita kemudian kembali ke Jakarta setelah menyelesaikan sekolahnya pada tahun 2012 dan mulai menjadi pemain basket profesional tanah air. Ia melakoni debut sebagai pemain profesional pertama kali dengan bergabung disebuah klub basket papan atas nasional, Tomang Sakti Mighty Bees Jakarta.

Klub basket tersebut kemudian di akuisisi atau di take over Merpati Bali dan berubah nama menjadi Merpati Bali. Dita ikut diboyong serta dan menjadi salah satu pemain dalam klub tersebut.

Dita juga mendapat beasiswa basket dari Universitas Bakrie Jakarta dan juga dari klub pertamanya Tomang Sakti untuk melanjutkan kuliahnya hingga S1. Ia akhirnya wisuda dari Universitas tersebut dengan menyandang gelar Sarjana Ekonomi.

Sekarang Dita bermain untuk klub basket Surabaya Fever. Ia bergabung dengan klub yang bermarkas di Surabaya tersebut sejak tahun 2021.

Selain itu Dita juga sudah beberapa kali bermain untuk timnas putri Indonesia. Sea Games 2013 Myanmar menjadi debut pertamanya untuk tim nasional putri. Namun saat itu Dita dan teman-temannya gagal membawa pulang medali.

Dita kemudian bermain lagi untuk timnas bola basket putri pasa Sea Games 2015 di Singapura. Kali ini bersama tim garuda putri lainnya, Dita berhasil mempersembahkan medali perak untuk kedua kalinya setelah puasa medali selama 24 tahun.

Sejak saat itu Agustin Elya Gradita Retong menjadi langganan wajib masuk timnas bola basket putri Indonesia.

Sayangnya Dita tidak masuk dalam daftar skuad timnas bola basket putri saat Asian Games 2018 lalu. Saat itu Dita sedang mengalami cedera MCL dan ACL dan harus menjalini proses recovery hingga beberapa bulan.

Diajang Sea Games XXIII Kamboja, Dita kembali menjadi salah satu pemain utama dalam skuad timnas bola basket putri. Diajang tersebut Timnas 3×3 Putri meraih posisi ketiga SEA Games 2023.

Mereka menyabet perunggu setelahlah mengalahkan tuan rumah Kamboja 21-15 pada Minggu 7 Mei 2023 kemarin, di Elephant Hall 2, Morodok Techo National Stadium, Phnom Penh.

Dita berharap agar dia bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak muda NTT lainnya untuk tetap berlatih dan berjuang meraih cita-cita dalam bisang olahraga, terutama untuk cabang olahraga bola basket.

Berikut profil lengkap pemain timnas basket putri Indonesia tersebut:

Nama Lengkap: Agustin Elya Gradita Retong
Panggilan : Dita
Lahir : Jakarta, 24 Agustus 1995
Usia : 27 Tahun
Tinggi : 1,67 m (5 ft 6 in)
Agama : Katolik
Suku : Flores – Jawa
Posisi bermain : Point Guard

Karier sebagai pemain bola basket:

2011 – DBL Indonesia All-Star 2011
2012 – PON XVIII Riau (Provinsi Sumatra Selatan)
2012 – Klub Basket Tomang Sakti Mighty Bees Jakarta
2014 – Klub Basket Merpati Bali
2014 – Rookie of The Year WNBL Indonesia
2021 – Klub Basket Surabaya Fever (sampai sekarang)

Karier di Timnas Bola Basket Putri Indoensia:

1. Sea Games 2013 di Myanmar – tidak dapat medali
2. Sea Games 2015 di Singapore – medali Perak
3. Sea Games 2017 di Malaysia – medali Perunggu
4. Sea Games 2019 di Filipin – medali Perunggu
5. Sea Games 2021 di Vietnam – medali Perak
6. Sea Games 2023 di Kamboja – (sedang berlangsung)*