Setiafest 4.0 Hadirkan Art Competition dan Booklens Competition, Wadah Kreativitas dan Literasi Mahasiswa

0

Jakarta, BULIR.ID – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik STIA LAN Jakarta kembali menyelenggarakan rangkaian kegiatan Setiafest 4.0 sebagai wadah pengembangan kreativitas, ekspresi, dan potensi mahasiswa. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, digelar Art Competition dan Booklens Competition yang diikuti oleh mahasiswa dengan penuh antusias. Kegiatan Setiafest 4.0 ini dilaksanakan pada hari Rabu (30/9) di Ruang Serbaguna dan Ruang AC&AD Politeknik STIA LAN Jakarta.

Art Competition menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menuangkan ide, imajinasi, dan kreativitas melalui karya seni. Sementara itu, Booklens Competition menghadirkan ruang bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi dunia literasi, membaca, serta menyampaikan gagasan dan perspektif terhadap karya yang dibaca melalui kreativitas masing-masing peserta.

Booklens Competition di buka oleh Wakil Direktur I Bidang Akademik, Dr. Alih A. Nugroho, M.P.A. dalam sambutannya Wadir I menyampaikan apresiasi kepada BEM dan seluruh panitia yang telah menginisiasi kegiatan Setiafest 4.0. Kegiatan ini dinilai menjadi ruang positif bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat dan bakat, sekaligus membangun keberanian untuk menampilkan karya dan gagasan kreatif.

Kegiatan kemahasiswaan seperti Setiafest ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun karakter mahasiswa. Melalui berbagai kegiatan yang kreatif dan kolaboratif, mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan kemampuan komunikasi, kerja sama, kreativitas, serta kepercayaan diri.

Sementara Panitia Pelaksana Setiafest 4.0, Laras menyampaikan bahwa pelaksanaan Art Competition dan Booklens Competition merupakan bagian dari komitmen BEM Politeknik STIA LAN Jakarta dalam menghadirkan kegiatan yang dapat memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkarya dan berekspresi.

Dalam pelaksanaannya, Art Competition dan Booklens Competition turut melibatkan dewan juri yang memiliki kompetensi sesuai dengan bidang yang dinilai. Kehadiran juri menjadi bagian penting dalam memastikan proses penilaian berlangsung secara objektif, transparan, dan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan oleh panitia.

Pada Art Competition, juri yang terdiri dari Febri Kurnia Dwi, SAB, Martrisia Harikedua, ST, dan Ajeng Rismaya Trisundy, A.md memberikan penilaian terhadap berbagai aspek karya peserta, antara lain kreativitas, orisinalitas, teknik, konsep, komposisi, serta kemampuan peserta dalam menyampaikan ide dan pesan melalui karya seni. Penilaian tidak hanya melihat hasil akhir karya, tetapi juga bagaimana peserta mampu mengembangkan gagasan kreatif dan menghadirkannya dalam bentuk karya yang memiliki karakter.

Sementara itu, pada Booklens Competition, juri yang terdiri dari Dr. Hidayaturahmi, M.P.A., M. Rizky, S.E, M.M., dan Porman Lumban Gaol, S.Si, M.M. menilai kemampuan peserta dalam memahami dan mengolah isi buku menjadi sebuah karya atau penyajian yang menarik. Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi pemahaman terhadap isi buku, kedalaman analisis, kreativitas penyajian, kemampuan menyampaikan gagasan, serta relevansi antara karya yang dihasilkan dengan buku yang menjadi objek kompetisi.

Selain memberikan penilaian, para juri juga memberikan apresiasi, masukan, dan catatan konstruktif kepada para peserta. Hal tersebut diharapkan dapat menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan dan menghasilkan karya yang lebih baik pada kesempatan berikutnya.

Setelah melalui proses penilaian oleh dewan juri, para pemenang Art Competition dan Booklens Competition diumumkan sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas, kemampuan, dan karya terbaik yang telah ditampilkan selama kompetisi. Pada Art Competition, para peserta berhasil menunjukkan beragam karya kreatif dengan karakter dan gagasan masing-masing. Sementara pada Booklens Competition, peserta menampilkan kemampuan dalam menginterpretasikan buku serta menyampaikan gagasan secara kreatif dan menarik.

Adapun para pemenang Art Competition adalah Juara 1: [Rifat, Tim ABSP 2024], Juara 2: [Tim APN 2026], dan Juara 3: [Tim ABSP 2026]. Sedangkan untuk Booklens Competition, Juara 1: [Tim MSDMA I Collaborative Governance], Juara 2: [Tim ABSP I Inovasi Pelayanan Publik], dan Juara 3: [Tim ABSP II Etika Administrasi Negara].

Pengumuman para pemenang tersebut menjadi salah satu momen yang dinantikan dalam rangkaian Setiafest 4.0. Selain memberikan penghargaan kepada mahasiswa yang berhasil meraih prestasi, kegiatan ini juga menjadi bentuk apresiasi terhadap seluruh peserta yang telah berani menunjukkan kreativitas dan kemampuan terbaiknya.

Pelaksanaan kedua kompetisi berlangsung dengan suasana yang meriah, kreatif, dan penuh antusiasme. Para peserta menunjukkan kemampuan terbaiknya dengan menghadirkan berbagai karya dan gagasan yang menarik. Kegiatan juga menjadi momentum bagi mahasiswa untuk saling mengapresiasi karya serta membangun interaksi positif antarpeserta.

Setiafest 4.0 diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan mahasiswa, tetapi juga dapat menjadi ruang tumbuh bagi lahirnya berbagai ide, karya, dan inovasi mahasiswa Politeknik STIA LAN Jakarta. Melalui kegiatan tersebut, semangat berkarya, berprestasi, dan berkolaborasi di lingkungan kampus dapat terus berkembang.

Dengan terselenggaranya Art Competition dan Booklens Competition, BEM Politeknik STIA LAN Jakarta kembali menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa sekaligus menciptakan ekosistem kemahasiswaan yang kreatif, inspiratif, dan produktif.