Sidang Ujian Terbuka Promosi Doktor Terapan di Politeknik STIA LAN Jakarta, Wujud Komitmen Penguatan Budaya Akademik

0

Jakarta, BULIR.ID – Politeknik STIA LAN Jakarta kembali mencatatkan prestasi akademik melalui penyelenggaraan Sidang Ujian Terbuka Promosi Doktor Terapan yang berlangsung di Aula Serbaguna Politeknik STIA LAN Jakarta, pada Kamis tanggal 4 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pendidikan tinggi vokasi.

Sidang ujian terbuka tersebut diikuti oleh promovendus, Susi Haryanti, M.AP, NPM 2050021004 Program Studi Administrasi Pembangunan Negara, yang mempertahankan disertasi berjudul “Kebijakan Pengelolaan Rekam Medis Elektronik Dengan Pendekatan Whole of Government (WOG) Sebagai Upaya Peningkatan Layanan Kesehatan Pada Rumah Sakit Vertikal Kementerian Kesehatan” di hadapan tim penguji yang terdiri atas para profesor dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi.

Sidang Ujian Terbuka Promosi Doktor Terapan dengan susunan Tim Penguji sebagai berikut : Associate Prof. Dr. R.N. Afsdy Saksono, M.Sc selaku Ketua Tim Penguji; Associate Prof. Dr. Neneng Sri Rahayu, S.T., M.Si selaku Sekretaris; Prof. Amir Imbaruddin, MDA, Ph.D selaku Promotor; Dr. Agus Sudrajat, MA. selaku Ko-Promotor I; Dr. Yogi Suwarno, Ph.D selaku Ko-Promotor II; Associate Prof. Ratri Istania, Ph.D selaku Anggota I; Dr. Kandar, M.AP, selaku Anggota II/Eksternal serta dihadiri oleh unsur pimpinan Politeknik STIA LAN Jakarta, dosen, mahasiswa, keluarga promovendus, dan tamu undangan.

Dalam pemaparannya, promovendus menjelaskan hasil penelitian yang berfokus pada kebijakan bidang kesehatan, dengan tujuan untuk menelaah implementasi kebijakan Rekam Medis Elektronik (RME) yang diamanatkan dalam Permenkes No. 24 Tahun 2022 pada lima rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan sebagai lokus penelitian. Kelima rumah sakit dimaksud adalah RSUP Fatmawati, RSUP Persahabatan, RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro, RS Ortopedi Soeharso, dan RSKO Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain embedded multiple case study dengan cross-case analysis.

Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap pihak yang terlibat dalam pengelolaan rekam medis, FGD, serta diperkuat dengan observasi dan analisis dokumen. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan mengacu pada pendekatan studi kasus Robert K. Yin. Analisis dilakukan secara mendalam pada setiap kasus serta diperkuat melalui perbandingan lintas kasus (cross-case analysis).

Temuan di lapangan mengungkap bahwa proses implementasi RME masih menghadapi sejumlah rintangan. Rintangan tersebut meliputi belum padunya integrase antarsistem, fasilitas infrastruktur yang kurang memadai, kelangkaan SDM yang melek digital, hingga belum adanya standar prosedur (SOP) yang seragam di setiap unit. Ketidaksiapan teknis, celah regulasi, dan minimnya keahlian pegawai menjadi hambatan yang paling dominan.

Di sisi lain, dukungan manajerial, kebijakan pusat, serta komitmen internal rumah sakit menjadi faktor pendukung utama. Berpijak pada realitas tersebut, riset ini merumuskan sebuah model penerapan RME yang lebih relevan dan integrative. Model ini mengusung prinsip Whole of Government (WoG), dimana elemen kolaborasi, koordinasi, dan integrasi antarsektor menjadi pilar utama keberhasilan transformasi layanan kesehatan.

Ketua Tim Penguji, Associate Prof. Dr. R.N. Afsdy Saksono, M.Sc, dalam sidang ujian terbuka promosi doktor terapan menyampaikan apresiasi atas capaian akademik yang diraih promovendus. Menurutnya, keberhasilan menempuh jenjang pendidikan doktor merupakan bentuk dedikasi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus kontribusi nyata bagi kemajuan institusi dan masyarakat.

“Sidang promosi doktor terapan ini menjadi bukti komitmen insan akademik dalam menghasilkan penelitian yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan pembangunan. Kami berharap hasil penelitian yang dihasilkan dapat memberikan manfaat luas bagi dunia pendidikan, industri, dan masyarakat,” ujarnya.

Setelah melalui proses ujian dan musyawarah tim penguji, promovendus dinyatakan lulus dengan predikat “sangat memuaskan” dengan nilai akhir 85,58 dan IPK 3,94 serta berhak menyandang gelar Doktor Terapan. Pengumuman kelulusan disambut dengan rasa haru dan bangga oleh keluarga, kolega, serta seluruh peserta yang hadir.

Keberhasilan ini diharapkan dapat semakin memperkuat budaya akademik dan riset di lingkungan Politeknik STIA LAN Jakarta sekaligus mendorong lahirnya inovasi dan karya ilmiah yang berkontribusi terhadap kemajuan bangsa.

Sidang Ujian Terbuka Promosi Doktor Terapan tersebut ditutup dengan pemberian ucapan selamat, sesi foto bersama, dan ramah tamah sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian akademik yang telah diraih.