Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Harvey MalaihoLlo: Masyarakat Papua Cinta NKRI

Harvey Malaihollo, Anggota DPR-RI sekaligus MPR-RI, kembali melakukan kegiatan sosialisasi terhadap Empat Pilar MPR RI bagi masyarakat Papua.

0
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Harvey Malaihollo

Bulir.id – Harvey Malaihollo, Anggota DPR-RI sekaligus MPR-RI, kembali melakukan kegiatan sosialisasi terhadap Empat Pilar MPR RI bagi masyarakat Papua.

Sosialisasi mengenai Empat Pilar MPR RI kali dilakukan Harvey Malaihollo di kelurahan Rufei, distrik Sorong Barat, Kota Sorong, propinsi Papua Barat Daya.

Harvey Malaihollo yang merupakan aggota DPR RI yang terpilih dari dapil Sorong Papua Barat Daya ini mengabdikan dirinya untuk memnsosialisasikan Empat Pilar kehidupan berbangsa dan bernegara kepada masyarakat, terutama di wilayah Papua.

Bagi Harvey, masyarakat Papua harus diprioritaskan untuk mendapatkan sosialisasi mengenai Empat Pilar Kebangsaan tersebut, guna untuk meningkatkan rasa nasionalis, patriotis, serta cinta NKRI.

Sosialisasi Empat Pilar sendiri merupakan salah satu kegiatan resmi MPR RI yang wajib dilakukan anggota MPR sehingga disebut dengan Empat Pilar MPR RI.

Empat Pilar MPR RI terdiri dari pilar-pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Seperti biasa, banyak perwakilan dari berbagai golongan masyarakat di wilayah Keluranan Rufei, Papua Barat Daya yang menyempatkan diri untuk hadir dalam acara yang digelar pada Selasa, 28 Agustus 2024 tersebut.

Dalam sambutannya, Harvey menyampaikan terima kasih dan rasa bangga kepada warga  Sorong yang selalu antusias untuk menghadiri acara sosialisasi tersebut.

“Saya bangga kepada warga Papua yang selalu antusias untuk mendapatkan sosialisasi mengenai Empat Pilar Kebangsaan ini,” ucap Harvey.

Baginya antusiasme dari masyarakat Papua tersebut sudah membuktikan bahwa sebagian besar warga masyarakat Papua masih setia dan cinta terhadap NKRI, terkhusus masyarakat Rufei, Sorong.

“Saya melihat dan merasakan antusias dan semangat dari warga Sorong untuk datang disosialisasi ini. Dan ini menujukan bahwa Papua cinta Indonesia,” lanjutnya.

Harvey menyampaikan maksud kedatangannya adalah untuk bersilaturahmi dengan warga, sekaligus ingin menyampaikan sedikit materi tentang pilar-pilar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurut anggota DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan ini, masyarakat Papua sangat perlu untuk diedukasi atau diberikan sosialisasi berkala mengenai Empat Pilar tersebut.

“Seluruh masyarakat Indonesia, terkhusus di Papua sangat perlu untuk memahami tetang Empat Pilar kehidupan berbangsa dan bernegara agar makin menjadi Indonesia” ucap Harvey.

Untuk memahami dan mengerti serta menjaga Empat Pilar Kebangsaan tersebut, Harvey memaparkan beberapa pendekatan yang bisa dilakukan seperti pendekatan kultural dan hukum.

“Ada beberapa pendekatan untuk menjaga Empat Pilar Kebangsaan diantaranya dengan pendekatan kultural dan pendekatan hukum. Ini dibutuhkan karena kita harus menjaga pemahaman tentang Empat Pilar kebangsaan jangan sampai menipis,” ujar Politisi PDI Perjuangan tersebut.

Ia menjelaskan, pendekatan kultural adalah dengan terus memperkenalkan lebih mendalam tentang budaya dan kearifan lokal kepada seluruh masyarakat yang tinggal dan menetap di Papua.

Baginya hal ini sangat dibutuhkan agar pembangunan generasi muda di masa depan tetap mengedepankan norma, budaya serta adat istiadat bangsa Indonesia.

“Pembangunan yang tepat, harus memperhatikan potensi dan kekayaan budaya suatu daerah tanpa menghilangkan adat istiadat yang berlaku. Generasi muda saat ini adalah calon pemimpin bangsa, harus paham norma dan budaya leluhurnya. Sehingga di masa depan tidak hanya asal membangun infrasturktur, tetapi juga harus menyejahterakan masyarakat di Tanah Papua” ungkap Harvey.

Ia kemudian megaskan bahwa pendekatan hukum juga harus menjadi salah satu yang perlu diterapkan. Dimana segala tindakan kekerasan dalam bentuk apapun harus ditindak dengan tegas berdsasarkan hukum dan undang-undang.

“Norma hukum juga harus ditegakkan agar berfungsi secara efektif sehingga menimbulkan efek jera bagi pelaku kriminal dan sekaligus menjadi pelajaran bagi masyarakat lain, jelasnya.

Pada prinsipnya Harvey selalu mengingatkan masyarakat wilayah Papua untuk terus mengamalkan Pancasila dan UUD’45 dalam kehidupan sehari-hari, cinta akan NKRI, dan berbinneka tunggal ika atau toleransi terhadap setiap perbedaan.*