Timnas Portugal Tersingkir, Era Cristiano Ronaldo Berakhir

0

SPORT, Bulir.id – Publik Portugal membanjiri komentar sinis di X (sebelumnya twitter) setelah Portugal disingkirkan Prancis di perempat final Euro 2024 lewat drama adu penalti.

Selecao menderita kekalahan telak 5-3 dalam adu penalti, dengan Joao Felix gagal mengeksekusi tendangan penalti setelah pertandingan berakhir 0-0 di waktu normal.

Kedua raksasa Eropa itu gagal menciptakan peluang di babak pertama. Prancis tampak lebih mengancam lewat serangan balik di babak pertama. Namun, Portugal mengawali babak kedua dengan Mike Maignan melakukan dua penyelamatan gemilang pada menit ke-62 dan ke-64 untuk menggagalkan usaha Bruno Fernandes dan Vitinha.

Randal Kolo Muani saat ia berhadapan satu lawan satu dengan kiper Portugal Diogo Costa. Namun, Ruben Dias dengan heroik melompat ke depan Kolo Muani untuk mencegah kebuntuan terpecahkan.

Eduardo Camavinga juga menyia-nyiakan peluang emas tak lama setelah itu, yang membuat pertandingan berlanjut ke babak tambahan.

Cristiano Ronaldo dan Joao Felix masing-masing memiliki satu peluang emas untuk mencetak gol di 30 menit terakhir, tetapi keduanya tidak berhasil menemukan sasaran.

Prancis menunjukkan ketenangan luar biasa untuk memenangkan perempat final Euro 2024 melalui adu penalti dengan Ousmane Dembele, Youssouf Fofana, Jules Kounde, Bradley Barcola, dan Theo Hernandez mencetak gol. Sementara Cristiano Ronaldo, Bernardo Silva, dan Nuno Mendes mencetak gol melalui penalti, Felix membentur tiang gawang.

Para penggemar bereaksi atas tersingkirnya Portugal dari Euro 2024, dengan seorang penggemar mempertanyakan emosi Ronaldo. Khususnya, ia menangis setelah gagal mengeksekusi penalti melawan Slovenia di Babak 16 Besar.

“Ronaldo menangis untuk dirinya sendiri, tapi tidak meneteskan air mata untuk tim”, tulis salah satu fans.

Performa Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo tak berdaya saat melihat timnya tersingkir dari Euro 2024 setelah kalah dari Prancis lewat adu penalti. Meski mencetak gol dalam adu penalti, peraih lima Ballon d’Or itu secara mengejutkan gagal mencetak satu gol pun di turnamen tersebut, yang menjadi faktor kunci dalam perjuangan Portugal.

Pemain berusia 39 tahun itu tidak menciptakan peluang sama sekali, melepaskan satu tembakan tepat sasaran dari dua percobaan, menyia-nyiakan satu peluang emas dan kalah dalam enam duel.

Secara statistik, Portugal juga kalah telak dari Prancis, meski menguasai bola hingga 60 persen. Pasukan Roberto Martinez melepaskan total 15 tembakan, dan hanya empat yang mengenai sasaran, sedangkan Les Bleus melepaskan 20 tembakan dengan lima di antaranya mengenai sasaran.*