Tingkatkan Kompetensi dan Kolaborasi Industri, Lima Mahasiswa Universitas Nusa Nipa Magang di Media Bisnis Indonesia 

0

MAUMERE, Bulir.id – Lima mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Nusa Nipa Indonesia menjalankan Program Magang MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) selama 4 bulan di Kantor Redaksi Media Bisnis Indonesia di Jl. K.H. Mas Mansyur, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Program ini merupakan kesempaatan emas bagi kelima mahasiswa/i Universitas Nusa Nipa Indonesia untuk mengasah kemampuan sesuai bakat dan minat dengan terjun langsung ke dunia kerja sebagai persiapan karier masa depan.

Kelima mahasiswa Universitas Nusa Nipa Indonesia tersebut di antaranya Maria Elfika Simplisia, Yulita Theresia Maghi, Andi Kristian Repi, Firdaus Yacob Bapang dan Ernestina Jesica Toji.

Wakil Rektor I, Dr. Jonas K.G.D. Gobang yang juga akrab disapa Doktor Gery mewakili rektor Universitas Nusa Nipa Indonesia berkesempatan bertemu Pimpinan Redaksi Media Bisnis Indonesia, Ibu Maria Leli Benyamin di Kantor Redaksi Bisnis Indonesia.

Pihak Bisnis Indonesia menyambut baik program magang MBKM tersebut. Kelimanya diharapkan dapat beradaptasi dengan iklim kerja di tempat barunya tersebut.

Program ini didasakan pada kemitraan dalam konteks pentahelix. Pentahelix merupakan konsep multi pihak dimana unsur pemerintah, akademisi, badan dan atau pelaku usaha, masyarakat atau komunitas, dan media massa berkolaborasi serta berkomitmen untuk mencapai tujuan yang sama.

Konsep pentahelix di sektor pendidikan sangat dibutuhkan untuk menghubungkan perguruan tinggi dengan kebutuhan industri, dunia usaha, masyarakat dan pemerintah. Di dalam ekosistem pentahelix ini, perguruan tinggi diharapkan memiliki peran sebagai mata air bagi industri, dunia usaha, masyarakat dan pembangunan bangsa.

Menurut Warek I UNIPA, konsep pentahelix tersebut menjadi penting untuk memajukan mutu lulusan dan kualitas pembelajaran mahasiswa.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa selama ini tidak ada jembatan penghubung antara kebutuhan dunia kerja dengan perguruan tinggi, masing-masing berjalan sendiri. Perguruan tinggi dengan pelaksanaan tri dharma, sedangkan dunia kerja dengan orientasi ekonomi produktifitasnya.

“Di sinilah kebijakan Merdeka Belajar: Kampus Merdeka mengambil peran menciptakan link and match dan menjadi mata rantai penghubung antara perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja,” ujar Doktor Gery.

Selanjutnya ia menerangkan perguruan tinggi pada era revolusi industri 4.0 ini harus mampu mendisrupsi diri dan menyiapkan mahasiswa sebagai pembelajar yang responsif dan adaptif terhadap perubahan zaman. Dengan demikian kampus perlu membuka kesempatan setiap mahasiswa untuk mengembangkan potensi sesuai peminatan masing-masing melalui pembelajaran berbasis pengalaman atau experience learning.

“Kampus menjadi fasilitator bagi mahasiswa memperluas cakrawala pengetahuan dan ruang belajar sesuai dengan minat serta bakat masing-masing mahasiswa. Spirit inilah yang menjiwai Merdeka Belajar: Kampus Merdeka,” jelas Warek I UNIPA tersebut.

Sebelumnya Rektor Universitas Nusa Nipa Indonesia, Dr. Ir. Angelinus Vincentius pernah mendatangi kantor redaksi Media Bisnis Indonesia untuk menjalin kerjasama antara Kampus UNIPA dan pihak media/pers dalam hal ini Bisnis Indonesia sebagai salah satu media nasional yang memiliki reputasi dan kredibel.

Selain di Media Bisnis Indonesia, sejumlah mahasiswa UNIPA juga mengikuti program magang di Redaksi Pos Kupang di Kupang, ABF TV di Kupang, Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Provinsi NTT di Kupang, Tribun Flores di Maumere dan Ekora NTT di Maumere.

Sedangkan Program Studi Agroteknologi UNIPA juga mengirim mahasiswa magang ke kelompok-kelompok tani yang sukses di wilayah Kabupaten Sikka serta mengikutsertakan mahasiswa dan dosen dalam berbagai pelatihan dan lokakarya di berbagai tempat di tanah air.

Saat ini, UNIPA juga mengirimkan sejumlah mahasiswa di Semester 5 dan 7 mengikuti program Pertukaran Mahasiswa di sejumlah perguruan tinggi ternama seperti Universitas Airlangga dan Universitas Pelita Harapan serta beberapa kampus di Aceh, Lampung, Kalimantan Timur dan Sulawesi.

Sebagian mahasiswa dan dosen UNIPA lainnya mengambil program Kampus Mengajar baik sebagai peserta maupun sebagai dosen pembimbing lapangan.

Kini UNIPA Indonesia terus meningkatkan mutu pembelajarannya agar lulusannya berkompeten di bidangnya, memiliki daya saing dan terserap di dunia kerja bahkan mampu menciptakan lapangan kerja baru atau berwirausaha.

UNIPA juga sedang dalam proses perubahan dari PTS menjadi PTN BH yang saat ini sedang berproses di Ditjen Dikti Kemendikbudristek RI.*