๐™Ž๐™€๐˜ฝ๐™€๐™‡๐˜ผ๐™ƒ ๐™†๐˜ผ๐™‰๐˜ผ๐™‰…(๐’๐ž๐ฌ๐ข๐ซ๐ข๐ก ๐Š๐š๐ฉ๐ฎ๐ซ ๐๐š๐ ๐ข)

0

๐™Ž๐™€๐˜ฝ๐™€๐™‡๐˜ผ๐™ƒ ๐™†๐˜ผ๐™‰๐˜ผ๐™‰…(๐’๐ž๐ฌ๐ข๐ซ๐ข๐ก ๐Š๐š๐ฉ๐ฎ๐ซ ๐๐š๐ ๐ข)

Oleh

Rantho Dannie

Aku menatap lagi kehilangan…
Yang tak pernah aku ingin…
Di dekat kota Betania…
Di puncak bukan Golgota…

Hanya sekejap berlalu Ia…
Menembus lintas gemawan…
Tiba “di sebelah kanan… ”
Tempat Bapa sudah sedia…

Lalu aku kembali…
Bawa pesan “jadi saksi… ”
Sampai ke ujung bumi…
Tempat Ia menepati janji…

Di sana, Ia menunggu…
Sekejap mata kami berlalu…
Tiba juga “di sebelah kanan… ”
Karena aku juga berkenan…

(09 Mei 2024)


*Rantho Dannie merupakan alumnus Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero. Kini ia sedang menebarkan benih kebijaksanaan (staf pengajar) di salah satu lembaga pendidikan di tanah Merauke-Papua.