Perkuat Nasionalisme dan Patriotisme, Taruna Akademia Nyalakan Api Unggun dan Refleksi Kemerdekaan

0

KUPANG, Bulir.id – Ada hal baru yang ditampilkan oleh pengelola Lembaga Bimbel Abdi Negara Taruna Akademia pada momentum perayaan HUT Proklamsi RI ke-77 kali ini.

Berbeda dengan instansi dan organisasi lainnya, ada semarak Proklamasi, ada malam gebyar kemerdekaan, juga ada perlombaan-perlombaan untuk memeriahkan dirgahayu kemerdekaan RI tersebut.

Namun, di Taruna Akademia, yang dihadiri oleh beberapa simpatisan dan peserta belajar, kali ini menampilkan sebuah acara yang memberikan warna yang berbeda. Euforia kemerdekaan ini, dilaksanakan dalam suasana hening dengan tujuan agar momentum ini memberikan sebuah pemahaman teradap peserta tentang seluruh proses perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan refleksi kemerdekaan ini diawali dengan upacara Api Unggun, simbol cahaya, penerang dalam kegelapan, kobaran semangat dan kehangatan suasana, yang kemudian mengantar seluruh peserta kepada suasana hening dan reflektif untuk sejenak kembali kepada suasana persitiwa 1945, diiringi soundtrack “Berkibarlah Bendera Negeri Ku” yang dipopulerkan oleh Gombloh.

Alex Andiwatir, Direktur Taruna Akademia mengungkapkan bahwa malam gebiar kemerdekaan tersebut tidak hanya semata api unggun dan hiasan bendera merah putih saja tetapi memiliki makna yang sangat mendalam. Ada nilai yang perlu digali dan dimaknai dibalik api unggun tersebut.

“Momentum perayaan kemerdekaan tersebut tidak hanya sebatas pada adanya deretan umbul-umbul dan barisan tiang-tiang bendera, tetapi lebih dari itu, nilai apa yang mau diperlihatan kepada kita rakyat Indonesia terhadap perayaan ini?” ungkap Alex Andiwatir saat membuka acara refleksi kemerdekaan.

Pria kelahiran Mapitara, Kabupaten Sikka ini, menyampaikan bahwa, 77 tahun lalu para pejuang telah mengangkat senjata untuk berjuang mengusir penjajah. Namun saat ini, kita berjuang untuk melawan bangsa sendiri juga melawan diri sendiri.

Perlawanan terhadap bangsa sendiri yang dimaksud adalah perlawanan terhadap ketidakadilan, ketimpangan dan kemerosotan yang masih dipertontontonkan oleh bangsa.

Perlawanan terhadap diri sendiri adalah melawan keinginan dan hasrat untuk menguasai, rasa malas, konsumtif, untuk berubah menjadi pribadi yang kreatif, rajin, disiplin, dan yang selalu beriorientasi masa depan didasari dengan hati yang bersih dan pikiran yang positif.

Lebih lanjut “Kak Nong,” sapaan akrab dari Koordinator Taruna Akademia, mengajak para peserta untuk memberikan sebuah tawaran untuk diri sendiri terutama untuk impian masa depan mereka dalam momentum kemerdekaan ini. Merdeka versi saya pribadi adalah ……?

Peserta yang terlibat adalah mereka yang sebagain sedikit dari seluruh pemuda Indonesia yang memilih untuk merayakan kemerdekaan dengan cara sederhana ini.

“Saya merasa tersentuh dengan refleksi malam ini, ternyata selama ini saya menyadari bahwa saya seringkali merasa bersalah terhadap bangsa ini, saat upacara bendera di sekolah lebih banyak saya tidak serius, tetapi sekarang saya sadar bahwa Bendera Merah Putih sampai pada puncak tiang ini, dialasi dengan ribuan nyawa yang telah gugur di medan perang,” ungkap salah satu peserta yang tak mau disebutkan namanya.

Peserta yang lain, menyampaikan bahwa, dirinya akan berjuang dengan lebih serius mengikuti jejak para pahlawan, terutama dalam mewujudkan cita-citanya menjadi Abdi negara.

“Saya akan lebih serius untuk mempersiapkan diri, karena proses dan perjuangan ini tidak datang begitu saja, tetapi ini lahir dari komitmen pribadi saya.”*