Jumlah Korban Tragedi Kanjuruan Menjadi Terbesar Kedua dalam Sejarah Sepak Bola Dunia

0
Sumber Foto: Antaranews/Didik Suhartono

Malang, BULIR.ID – Jumlah korban dalam tragedi di Stadion Kanjuruan, Malang, kini menjadi terbesar kedua dalam sejarah sepak bola dunia. Jumlah korban yang meninggal per hari ini, Rabu (5/10/22) tercatat sebanyak 131 orang. Angka ini mengalami penambahan dari 125 korban meninggal yang dilaporkan persis Ketika pertandingan antara Arema versus Persebaya usai, Sabtu, (1/10/22).

Penambahan jumlah korban ini diketahui setelah dilakukan pencocokan data bersama Dinas Kesehatan, Tim DVI dan Direktur Rumah Sakit.

“Non fakses penyebab selisihnya setelah semalam dilakukan pencocokan data Bersama dinas Kesehatan, Tim DVI dan Direktur Rumah Sakit. Jadi data korban yang meninggal 131 orang”, kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo, Rabu, (5/10/22).

Dengan jumlah korban di atas, tragedi Kanjuruan menyumbang jumlah korban meninggal terbanyak kedua dalam sejarah sepak bola di dunia setelah tragedi di Lima, Peru pada tahun 1964.  Pada insiden di Peru, tercatat 328 lebih nyawa suporter melayang.

Sementara itu, jumlah ketiga korban terbanyak tragedi sepak bola dunia terjadi pada tanggal 9 Mei tahun 2001 di Stadion Accra Sports, Kinbu Road, Accra, Ghana. Jumlah korban tewas dalam tragedi di benua Afrika itu dilaporkan sebanyak 126 orang. Saat itu tengah berlangsung pertandingan derby antara tuan rumah Hearts of Oak dengan sesame Club dari Accra, Asante Kotoko.

Tragedi Kanjuruan sendiri terjadi akibat sikap represif aparat saat memukul mundur suporter yang masuk ke lapangan usai laga Arema versus Persebaya. Puncaknya saat gas air mata ditembakkan ke seluruh penjuru stadion. Gas beracun itu membuat suporter ketar-ketir, berdesak-desakan keluar stadion hingga akhirnya ada yang tewas.