“DI BENTANGAN USIA” Kumpulan Puisi Gerard N Bibang

0
Gerard N Bibang

DI BENTANGAN USIA

Menanti dan merindu tidak ada di ruang tertentu
Hanya dirasakan berada di waktu
Hanya ada di dalam diriku

Sedang yang di depanku ialah bentangan usia
Yang mengandung ketakterhinggaan
Tempat titiktiktik air mata membasahi setiap derap langkah
Menanti dan merindu entah sampai kapan

Apa yang akan terjadi nanti?
Satu menit mendatang ialah misteri
Hari besok ialah ketidakpastian dan kerinduan abadi
Maka karena di dalam kehidupan aku harus berjalan ke depan
Aku pun selalu berhadapan dengan kerinduan demi kerinduan

PADA SUATU HARI NANTI

Mungkin pada suatu hari aku berkata cukupkan saja sampai di sini; itu wajar saja; toh kematian bukan sesuatu yang asing; kita semua semua dekat dengannya

Tapi mengakhiri sendiri hidup yang bukan milik bukan solusi; tidak ada persoalan yang seram-seram abadi; mungkin Tuhan sedang bermain catur dengan hidupku; mungkin karena itulah, jantungku masih berdenyut; kepalaku dipegang-pegang-NYA, diangkat-angkat-NYA dan dibanting-NYA; tentu tanpa IA berpikir atau berspekulasi seperti kita manusia

Aku sering merasa penat juga; keikhlasan dan kesabaran sering menipis; tapi aku harus terus menapak hingga tapal batas; yang pasti di atas jalan sunyi; tinggal bagaimana tekniknya agar tidak hura-hura; agar tidak perlu terkesan heroik; tapi kira-kira luhur, etis, baik menurut norma

MEMBENCI WAKTU

Sebenarnya aku benci waktu
Yang memberiku kerinduan dan cinta selama perjalanan
Setiap kali langkahku berayun
Serasa sebagian diriku tak bisa kupapah

Maka sebenarnya aku benci punya masa lalu yang punya lembaran sejarah yang berkaitan denganmu
Aku juga benci sepatu yang membuatku punya jarak dengan tanah
Dengan angin dan langit yang jauh sekaligus dekat

Akhirnya kuakui beginilah rahasia cinta
Merasa jauh dekat bergantian dalam jarak aman
Mengalir deras dalam waktu
Sampai-sampai aku berdoa kapankah berakhir waktuku
*(gnb:tmn aries:selasa:13.12.22)

Gerard N Bibang adalah dosen sekaligus penyair kelahiran Manggarai, Flores NTT. Ia adalah penyair yang menahbiskan dirinya sebagai petani humaniora. Gerard saat ini berdomisili di Jakarta