Tragis! Bukannya Gugur di Medan Perang, Ternyata Prada Lucky Tewas Dianiaya Senior

0

NAGEKEO, Bulir.id – Baru dua bulan menjadi anggota TNI, Prajurit Dua (Prada) Lucky Chepril Saputra Namo menghembuskan nafas terakhir bukan karena ia terjun ke medan perang melainkan tewas di tangan senior sesama prajurit.

Korban dilarikan ke RS Aeramo Kabupaten Nagekeo, sejak Sabtu, 2 Agustus 2025 dalam keadaan sadar dan meninggal dunia setelah dirawat secara intensif selama empat hari di Rumah Sakit yang sama pada Rabu, 6 Agustus 2025.

Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, anak kedua dari empat bersaudara tersebut sempat mengaku bahwa dirinya telah menerima penganiayaan dari sesama prajurit TNI kepada Dokter yang memeriksanya saat berada didalam ruang Radiologi.

Pada punggung, lengan dan kaki korban terdapat luka lebam dan luka bakar yang diduga akibat kekerasan fisik.

Dandim 1625 Ngada, Letkol Czi Deny Wahyu Setiyawan, membenarkan kabar Lucky menjadi korban penganiayaan seniornya. Namun, ia tak mengetahui persis kejadian termasuk terduga pelaku penganiayaan itu.

“Betul. Tapi, kejadian dan siapa pelakunya, saya tidak tahu karena itu wewenang batalion. Kejadian itu saya tidak tahu. Saya tidak bisa membenarkan, tapi sementara itu yang terjadi,” ungkapnya.

Pristiwa ini menjadikan luka yang mendalam bagi kedua orang tua korban, Serma Christian Namo dan Sepriana Paulina Mirpey. Mereka menuntut keadilan dan hukuman yang setimpal bagi pelaku jika dugaan penganiayaan terbukti.

Prada Lucky adalah anggota TNI yang bertugas di Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 834/Wakanga Mere (Yonif TP 834/WM), Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Komandan Kompi (Danki) C Yon TP 834/WM, Lettu Inf Rahmat mengungkapkan, setelah melakukan olah TKP, timnya berhasil mengungkap keterlibatan empat anggota Batalyon TP 834/WM Nagekeo berpangkat Pratu yang juga adalah rekan korban.

“Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara, tim menemukan empat orang terduga pelaku pemukulan terhadap almarhum Prada Lucky. Keempat terduga pelaku tersebut berpangkat Pratu,” ungkap Lettu Inf Rahmat.

Lettu Rahmat juga menyebut keempat terduga pelaku kini sudah diamankan di Sub Denpom Ende guna menjalani proses pemeriksaan.*