“Akhir 2021,” oleh Gerard N Bibang

0

AKHIR 2021

duaribu-duasatu akhirnya menebing
aku berdiri, diam dan sendiri
engkau dan mereka sibuk merayakannya
sebuah sukacita untuk berdiri di tebing-tebing selanjutnya

tebing-tebing itu menggumpal, menyatu
itulah waktu, katamu

siapakah engkau dalam apa yang engkau sebut waktu?
engkau adalah tegangan yang muncul
tatkala engkau bersalam-salaman dengan sesamamu
bukan mereka tetapi waktu-lah yang sedang bertegur sapa dengan usiamu
dan bertanya masih seberapa jauhkah langkahmu menapak di alas tibamu

siapakah namamu di depan waktu?
ialah sekelebatan bayangan yang melintas ketika sorot mata mereka bertemu
waktu berderak-derak menghambur ke satu arah
dan usiamu bisa saja melaju berlari ke arah yang mungkin sebaliknya
tapi waktu senantiasa mengucapkan janji kepadamu
untuk bertemu pada suatu hari
di pelataran rumah Tuhan
nanti di suatu saat yang engkau tak pernah tahu

waktu juga mengulangi ikhrar cintamu
jika dari mulutmu ia cium bau harum karena kemuliaan hatimu
maka dijunjungnya engkau
jika dari badanmu ia hirup bau busuk
karena ambisi dan keserakahan akan nama dan kuasa
maka usiamu menjadi sampah
ia campakkan engkau ke ruang-ruang kehinaan

kalau dalam waktu engkau berpacu mempersaingkan hari esok
jangan lupakan cinta di kandungan cakrawala
kalau cemas karena diimingi janji-janji dunia dan tetangga
berkacalah pada sunyi di tebing-tebing keseharian
kerja dan fungsi banyak kali memecahkan engkau dan sesamamu
oleh cinta engkau dan mereka kembali jadi satu

***(gnb:tmn aries:jkt:jumat:31.12.21: akhir 2021)

Gerard N Bibang adalah dosen sekaligus penyair kelahiran Manggarai, Flores NTT. Ia adalah penyair yang menahbiskan dirinya sebagai petani humaniora. Gerard saat ini berdomisili di Jakarta.

Gerard N Bibang
Gerard N Bibang