Catatan Direktur Bulir Sambut 2022: Perubahan Masif Sedang Terjadi

0

Tabur, BULIR.ID – Perjalanan kita mengarungi samudera waktu 2021 telah sampai pada titik akhir. Dalam hitungan detik, kita akan mengucapkan selamat tinggal untuk 2021 dan selamat datang 2022. Sehingga ini menjadi momen terbaik untuk membicarakan tentang berbagai prediksi yang akan terjadi di tahun 2022.

Dalam perbincangan ringan melepas pergi 2021, Presiden Direktur Bulir.id, Rikard Djegadut menyampaikan sejumlah catatan kecil yang barangkali berguna bagi pembaca. Sehingga menjadi bekal menjalani tahun 2022 dan seterusnya. Menurutnya, sangat sulit rasanya untuk tidak membicarakan perubahaan ketika kita bicara tentang 2022.

“Jadi tema nomor satu adalah perubahan. Artinya, semua berubah. Ini adalah fakta yang terus terjadi. Bicara perubahaan artinya kita bicara peluang, namun sekaligus hambatan. Karena tidak semua orang melihat perubahaan sebagai peluang. Ada yang melihatnya sebagai hambatan,” kata Rikardo-sapaan akrabnya di Jakarta, Jum’at (31/12/21).

Rikardo menjelaskan, jika kita melihat kembali ke belakang, dunia pernah diguncang krisis keuangan global atau yang disebut Great Recession pada 2008. Sejak 14 tahun itu, banyak transformasi dan perubahan yang besar terjadi di berbagai bidang.

“Sudah 14 tahun sejak itu terjadi, kita telah melalui transformasi digital, pertumbuhan ekonomi yang berlebihan, ledakan pasar saham, suku bunga yang sangat rendah, dan ketersediaan modal yang sangat besar,” jelas Rikardo.

Selain itu, kita juga melihat investasi yang besar dalam industri teknologi, munculnya cryptocurrency dan blockchain, kelahiran telekomunikasi 5G, meluasnya penggunaan kendaraan listrik dan stasiun pengisian daya dan perangkat seluler yang lebih kuat daripada superkomputer. Kita juga melihat, lanjut Rikardo, bagaimana kamera video dipasang di setiap perangkat dan rumah kita, sehingga telah menjadi semacam studio film mini.

“Sisi negatifnya, kita telah mengalami gangguan pada sistem politik, ancaman terhadap rasa inklusi dan privasi, jumlah orang tak berumah terus bertambah. Dan paling parah adalah fenomena orang kaya makin kaya dan yang miskin tambah miskin terus melebar. Berdasarkan data yang dirilis Amazon, tiga orang miliarder terbang ke luar angkasa untuk bersenang-senang tahun ini,” ungkap Rikardo.

Sementara sisi positifnya, kita melihat peningkatan standar hidup karena sistem kerja yang fleksibel dan model pekerjaan baru ini menjadi arus utama. Perusahaan juga melihat bahwa membayar orang lebih banyak tidak mengurangi keuntungan. Bahkan perusahaan penny-pinching seperti Amazon.com terus menaikkan upah bagi karyawannya.

Pertanyaan. Apa yang akan terjadi di tahun 2022? Rikardo menyebutkan, setidaknya ada empat tren besar yang menjadi perubahaan besar di tahun 2022. Pertama, kita akan berada di pasar tenaga kerja yang super ketat.

Rikardo mengatakan mengutip Deputi Bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Kementerian BUMN Alex Denni dari diskusi World Economic Forum, sebanyak 75 juta pekerjaan bakal hilang di tahun 2022 nanti. Namun, jumlah pekerjaan baru yang muncul bakal lebih banyak, sekitar 133 juta.

Apalagi, pandemi Covid-19 membuat disrupsi teknologi terjadi semakin cepat. Peralihan model kerja dari luring berubah menjadi daring karena masyarakat harus tetap berada di rumah untuk menjaga diri agar tidak tertular virus, termasuk ketika bekerja.

“Ingat juga bahwa pelatihan lebih penting dari sebelumnya. Penelitian Emergency Medical Services Instructor (EMSI) terbaru menunjukkan bahwa bahkan untuk pekerja esensial, selama dua tahun terakhir ada peningkatan 40% yang menawarkan pelatihan di tempat kerja,” ujar Rikardo.

Kedua, manusia akan bersaing ketat dengan teknologi paling luar biasa yang terus bermunculan. Perusahaan di tahun 2022, tidak hanya memiliki Artificial Inteligen (AI) namun juga sistem Talent Intelligence. Ini menjadi teknologi yang sangat baik dalam mencocokkan, memprediksi, dan memilih orang sebagai karyawan.

“Tren penggunaan alat realitas virtual dan augmented reality, avatar, pembelajaran mikro, dan seluruh industri pelatihan online yang didukung AI. Selain itu, 2022 juga akan menjadi tahun munculnya teknologi yang dapat menangkap sentimen dan umpan balik terbuka, dan segala macam alat analisis organisasi untuk mencari tahu di mana orang tidak bahagia (atau tidak produktif),” pungkas Rikardo.

Akan juga bermunculan teknologi inovatif seperti alat pengenalan suara, alat adopsi digital yang digunakan setiap karyawan dan agen call center. Jadi, kita harus selektif dalam memilih dan menerapkan teknologi baru.

Perubahan besar ketiga, menurut Rikardo, adalah percakapan baru tentang budaya. Kita akan melihat orang berupaya mencari lingkungan kerja dan bisnis yang memberi rasa aman. Bagi karyawan, mereka mencari perusahaan yang dapat mereka percaya.

“Sebaliknya, bagi perusahaan, mereka cendrung mencari karyawan yang dapat membaca perubahaan sehingga tetap memberi rasa aman akan masa depan perusahaan,” imbuhnya.

Dan yang paling kentara, beber Rikardo, adalah bahwa banyak karyawan ingin bekerja di perusahaan yang peduli dengan perubahan iklim global, masalah lingkungan, dan keberlanjutan. Mereka mencari perusahaan yang peduli dengan orang-orangnya

Jadi masalah budaya, kepercayaan, dan merek pekerjaan akan menjadi masalah besar dan fokus utama pada tahun 2022. Dan tekanan pandemi belum berakhir: penelitian baru oleh Mercer menunjukkan bahwa hampir 40% pekerja menggunakan manfaat kesehatan mental atau pelatihan.

“The Global Wellness Institute percaya bahwa kesehatan mental di tempat kerja akan tumbuh sebesar 9,8% setiap tahun selama lima tahun ke depan. Jadi, saya pikir 2022 akan menjadi tahun yang besar untuk berbicara tentang budaya, kepercayaan, kepemimpinan yang berpusat pada manusia, dan merek pekerjaan,” terang Rikardo.

Perubahaan keempat yang ingin Rikardo soroti adalah perubahan peran SDM. Dua tahun masa pandemi covid-19 yang membawa perubahaan besar bagi negara-negara, termasuk Indonesia adalah terciptanya budaya kerja yang fleksibel. Baik perusahaan maupun karyawan, harus berani meninggalkan pola konvensional atau pola lama dalam bekerja.

“Peran SDM di tempat kerja memang berubah dimana sistem kerja mulai fleksibel yakni menerapkan sistem hybrid. Beberapa perusahaan mengizinkan karyawannya bekerja dari rumah dengan sistem jarak jauh. Namun hal ini tentu menuntut pengasahan kemampuan SDM secara terus menerus, baik melalui berbagai pelatihan, seminar dan lain-lain,” pesannya.

“Terakhir, mewakili jajaran redaksi dan manajemen Bulir.id, saya mau mengucapkan selamat Natal 2021 dan bahagia menyambut tahun baru 2022 yang akan datang. Semoga agenda-agenda kita untuk ditunaikan di tahun 2022 bisa berjalan sebagaimana direncakan. Salam sehat,” tutup Rikardo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here