“Layar Maya,” Kumpulan Puisi Gerard N Bibang

0
Gerard N Bibang

LAYAR MAYA

kenangkanlah percakapan pertama
di layar maya
larut dalam gugusan waktu, napas dan peristiwa
menggumpal dalam rasa cinta
mungkin hanya angin, daun dan debu yang mendengkur
tapi tidak untuk narasi kita yang mengendarai aliran waktu
pesonanya menggoda tergores pada nyanyian sajak
caraku satu-satunya merawat cinta
sejauh-jauh berjalan hingga menapak di alas tiba

HUJAN BERKABUT

hujan berkabut di sini, makin berkisah dalam tatapan
sepi yang selalu dingin gumam terbantun di butiran-butirannya
baiknya mengenal suara sendiri dalam kebisingan dari suara-suara luar sana
sewaktu-waktu mesti berjaga dan pergi
membawa angan-angan melangkah ke mana kalau bukan kepada kekasih

begitu berarti kata-kata di dalam inbox hape nokia
selalu sepenanggungan dan mengadu padaku dalam derasnya hujan
memang demikianlah cinta
apa yang sudah dimulai tiada berakhir
sejauh-jauh menepis pantai tiada jua mati-mati

KALAU BUKAN SETIA

apa kalau bukan setia
yang membuat jinak mata dan hati pengembara
entah di jalan, entah di kamar
berkisah penuh jeritan memberi arti
pada setiap langkah penuh energi

apa kalau bukan cinta
yang membuat diri betah untuk sesekali bertahan
karena sajak pun sanggup merangkum duka gelisah kehidupan
menyemai rasa yang kadang bagai serpihan menjalar liar di fatamorgana

OH RAHASIA PERJANJIAN

kenangkanlah bisikan-bisikan pertama di saat perjumpaan
mungkin ketika di layar maya, mungkin ketika di darat
merisau dalam pertarungan kembara
duka percintaan yang datang dari sukma
rahasia perjanjian sunyi
antara dua sanubari

yang dilakukan sesudah perjumpaan itu adalah membukakan diri, bergumul dan merayu hari-hari yang tergesa berlalu; meniup seluruh usia, mengitari jarak dalam gempuran waktu; mengasah rindu yang jangan jauh-jauh berpadu

rasa-rasanya padanyalah terdapat dunia yang manis, bahagia bersama; di ruang kecil papa, tapi bergelora kehidupan dan berjiwa; tertawa dan menangis dalam sanubari; mendendangkan lagu bisu tentang cinta yang berjarak, sendiri di lubuk hati

oh rahasia perjanjian
dalam sukma terpateri kekal

*(gnb:tmn aries:jkt:selasa:25.2.22)

*) Gerard N Bibang adalah dosen sekaligus penyair kelahiran Manggarai, Flores NTT. Ia adalah penyair yang menahbiskan dirinya sebagai petani humaniora. Gerard saat ini berdomisili di Jakarta