“Dari Kalvari” Kumpulan Puisi Paskah Gerard N Bibang

0

DARI KALVARI

dari bukit kalvari
diimulai jalan sunyi
di tengah keramaian, hura-hura dan hiruk-pikuk
langkah terus terayun tanpa pupus
sebab akhir-akhirnya hidup ini, sendiri
di atas jalan sunyi memanggul salib
tanda cinta yang tidak setengah-setengah
selama hayat dikandung badan

bukit kalvari warta abadi
tentang cinta yang tak pernah tersakiti krn terkianati
tentang kebenaran yaitu jangan mati-matian mengejar sesuatu yang tak bisa dibawa mati
**(gnb:tmn aries:jkt:Jumat agung:15.4.22)

PUISI TANPA KATA

kekasihku, inilah puisiku tanpa kata-kata
bahasa paling pas dari gairah rindu untuk bertemu
betapa masih jauh jarak antara kita
maka masih kubutuhkan ungkapan-ungkapan kalbu
hanya kau dan aku yang tahu dalam bingkai rasa
untuk memerdekakan tubuhku dari himpitan ruang dan waktu
di mana namamu tak perlu kupanggil-panggil lagi
di mana senyum-mu langsung mengaliri jiwa raga hingga sanubari
*(gnb:tmn aries:jkt:jumat agung:15.4.22)

MENJELANG MALAM

menjelang malam air mata tumpah dan menjadi sampah hari
oleh rindu diubah menjadi bunga sedap malam
bertebaran di hamparan gelap tiada tepi
ketika pagi tiba semua menjelma bentangan samudera
cintamu dan cintaku meruang dan mewaktu dalam diri masing-masing
sungguh dirimu dan diriku adalah ruang amat luas tak terbatas
waktu mengisinya dengan nyanyian bisu
sendiri, di lubuk kalbu
tentang cinta yang tidak sempurna
bertatih-tatih menemani tiap langkah hingga ke hamparan tiba
*(gnb:tmn aries:jkt:jumat agung:15.4.22)

KRISTAL ANGIN

jika ditanyakan seperti apa rinduku padamu
ia adalah kristal angin
melampaui ruang dan waktu
menyapa tiada henti
sendiri, di dasar kalbu
dalam sunyi

adalah waktu yang menyinyir cinta kita tiada berkesudahan
cinta dibilang nyata tapi tak tampak mata
menumpahkan prasangka ke dalam angan-angan
mengobarkan nafsu dunia fana
tapi sanubariku yang tak terdera
kristal angin rinduku berputar-putar hingga ke tepian semesta
*(gnb:tmn aries:jkt:jumat agung:15.4.22)

KETIKA DUNIA BINGUNG

ketika mengucapkan selamat pagi kepadamu
dunia bingung memaknai arti salamku
rinduku memang adalah sembahyang tanpa gerak
tanpa gestur yang utuh
hanya menatap wajamu dalam sunyi
sendiri, di tempatku ini
tanpa komat kamit

itulah hakekat rindu yang sejatinya adalah cinta
dunia makin bingung ketika sinar matahari menyilaukanku
ketika licin menggelincirkanku hingga berantakan
ketika kesengsaraan meluruhkan kalbu
ketika segala debu dan seribu gunung melelehkan muntah
aku tetap utuh dan satu
tidak pernah memisahkan rinduku dari jiwa
hanya mempercepat langkah menuju ke suatu titik
di sana aku dan kau tidak mati-mati
*(gnb:tmn aries:jkt:jumat agung:15.4.22)

ENGKAU DI HARI SABTU PASKAH

pada sabtu ini, engkau berpaskah; Allah-mu adalah SANG HIDUP; bukan kamis, bukan jumat, bukan kedua-duanya buat selama-lamanya; semuanya harus dimatikan, dengan demikian, dibangkitkan; kamis-jumat ditaruh oleh-NYA dalam akrobatik; hidup dan mati, dibuatnya SATU KALI; dengan-NYA, kematian BUKAN akhir

siapakah engkau yang berpaskah? ialah engkau yang digerakkan oleh yang lain*); yang tidak terkurung dalam bangunan gagasan dan perasaanmu sendiri tapi dibentuk karena keterbukaan kepada yang lain; yang tidak bisa menghidupkan dirimu sendiri oleh kekuatan dirimu sendiri

engkau bukanlah engkau yang soliter melainkan yang solider; yang tidak terbentuk oleh apa yang engkau cita-citakan dalam kesunyian melainkan oleh tanggapan yang engkau berikan kepada orang lain

engkau adalah engkau yang berbuat kepada yang lain bukan karena merasa lebih melainkan karena mempunyai pengaruh kembali kepada dirimu sendiri; di dalamnya engkau membangun sebuah cara berada yang berkualitas, yang berarti

engkau adalah engkau yang dibangun dalam iklim kesetaraan yang mengikat orang lain dalam satu jaringan solidaritas; yang dibangun di atas dasar kesadaran dan perasaan kesetaraan; sebab tidak ada lagi hidup dalam sebuah relasi tuan dan hamba; atau dalam hubungan atasan dan bawahan; atau dalam dominasi mayoritas atas minoritas; atau atas dasar rasa iba dan karitas

akhirnya engkau yang berpaskah adalah engkau yang membangun cara berada yang bermutu; yang terpanggil untuk menciptakan sistem guna mencegah terjadinya ketidakadilan; yang menjamin hak-hak dasar individu di tengah porak-poranda disrupsi globalisasi informasi; di saat mana utara dan selatan tidak jelas dan batasnya tipis setipis kain sutera; di saat identitas semu menjadi tujuan terakhir; di saat, yang tampak dijadikan yang sebenar-benarnya dan yang tak tampak, yang sebenar-benarnya ada dijadikan seolah-olah; di saat dunia disangka surga dan surga disangka barang dagangan
*
Catatan:
· Engkau yang digerakkan oleh yang lain = parafrase dari ungkapan Latin: ego, qui affectus est. Ungkapan ini berasal dari Santo Bernard dari Clairvaux, seorang pemikir dan penulis besar kekristenan di abad ke-13.
*(gnb:tmn aries:jkt:sabtu paskah:16.4.22)

*) Gerard N Bibang adalah dosen sekaligus penyair kelahiran Manggarai, Flores NTT. Ia adalah penyair yang menahbiskan dirinya sebagai petani humaniora. Gerard saat ini berdomisili di Jakarta.

Gerard N Bibang