“Seribu Kelalaian”, Kumpulan Puisi Gerard N Bibang

0
Gerard N Bibang

SETETES DI KENINGMU

mungkin engkau mengira
segera aku akan sudahi permainan kita

apa?
permainan?
yang benar adalah aku sabar ingin memelukmu
sementara cemas sehabis seluruh rinduku
engkau terlepas, engkau pergi
bisakah segera engkau akhiri perkiraanmu ini?
bisakah rinduku jadi setetes menitik di keningmu
untuk engkau tahu betapa besar cintaku
*(gnb:tmn aries:jkt:selasa:19.4.22)

HARGA SETALI

sebenarnyalah aku ini amat lemah
namun itu bukanlah alasan untuk mematikan api kerinduan
kehidupanku biasa-biasa saja dan sering terpecah-belah
namun itu bukanlah alasan mengurungkan cinta sejak pertemuan pertama kita

memang benar aku terbengkelai
namun bukanlah alasan untuk menjadi pembohong dan hipokrit
jika saja semuanya ini benar
ialah angkuh dan lalai dalam mencinta
biarlah engkau hargai diriku cuma setali
akan kubawa sejauh-jauh rindu tiada tepi
*(gnb:tmn aries:jkt:selasa:19.4.22)

SERIBU KELALAIAN

satu di antara seribu kelalaianku
ialah menjebak sejarah dan narasi kita
ke dalam kalkulasi rugi dan untung
itukah isyarat kemunduran cintaku padamu?
selentingan itu pasti engkau sering mendengarnya
namun tengoklah cinta di kandungan cakrawala
tak pernah kita meminta tapi turun sendiri
menetap di dalam sukma kita tiada pernah hengkang
dari sejak pertama kali berjumpa hingga kini
bersemayam di lubuk hati, selamanya
*(gnb:tmn aries:jkt:selasa:19.4.22)

*) Gerard N Bibang adalah dosen sekaligus penyair kelahiran Manggarai, Flores NTT. Ia adalah penyair yang menahbiskan dirinya sebagai petani humaniora. Gerard saat ini berdomisili di Jakarta.