Dilepas Liverpool, Mohamed Salah Siap Berlabuh di Paris Saint Germain

0

SPORT, Bulir.id – Liverpool siap untuk menjual bintang asal Mesir, Mohamed Salah setelah akhir musim ini sebab Jurgen Klopp menginginkan perubahan penting untuk musim depan. Klopp tertarik untuk mengubah banyak hal dan menghidupkan kembali klub.

Liverpool saat ini berada di urutan ke-7 di Liga Premier. Ini merupakan musim yang buruk bagi Klopp. Sebab mereka diperkirakan gagal mengangkat trofi pada musim ini.

Penderitaan ini, memacu Klopp untuk mengembalikan timnya ke puncak. Klub harus memulai beberapa kesepakatan transfer besar dalam waktu dekat karena mereka ingin bangkit kembali. Para penggemar mungkin harus melihat kepergian pemain bintang Salah.

Kontrak Mohamed Salah akan berakhir pada musim panas 2025. Tapi, dia mungkin akan meninggalkan Anfield menjelang musim depan. Pemain berusia 30 tahun itu tiba di klub pada 2017 dari AS Roma. Sejak kedatangannya, dia telah menjadi pemain kunci.

Salah telah menorehkan kesuksesan luar biasa di Liverpool. Mantan penyerang Roma ini telah membuat lebih dari 250 penampilan untuk tim Klopp. Dia telah mencetak gol dalam 175 kesempatan dan memiliki 72 assist atas namanya.

Namun penampilannya akhir-akhir ini meredup. Angka Salah di depan gawang masih lumayan dengan kontribusi 28 gol dalam 35 laga. Meski demikian dampaknya belum tentu sama.

Sejak kepergian Sadio Mané, Salah diharapkan menjadi pemimpin serangan. Namun, ia gagal memenuhi harapan tersebut.

Jurgen Klopp telah mempersiapkan generasi penyerang berikutnya untuk klub setelah merekrut Cody Gakpo, Luis Díaz, Diogo Jota dan Darwin Núñez dalam jendela transfer.

Kini Paris Saint-Germain dikabarkan tertarik untuk mengontrak pemain internasional Mesir itu. Klub Prancis mungkin menjadi tujuan ideal Salah yang ingin melanjutkan di Liga Champions UEFA. PSG bersedia membayar sekitar €80 juta untuk mendaratkan bintang Liverpool itu di klub.

Kepergiannya akan meningkatkan jumlah yang signifikan untuk klub dan itu akan membantu mereka mengejar Jude Bellingham. Meskipun kemungkinan kepergian Salah sangat tinggi, keputusan itu tetap tidak mudah bagi semua pihak yang terlibat.*