Dimoderatori Dewan Pakar BULIR.id, Blood 4 Life Bersama Balai Sarwono Gelar Talk Show Terkait Donor Darah

0

JakartaBULIR.ID – Berbagi kepada sesama bisa dengan cara apapun. Salah satu hal berbagi yang paling mudah adalah dengan memberikan darah kita untuk orang lain. Komunitas Blood 4 Life bersama Balai Sarwono menggelar donor darah, sekaligus talk show terkait perlunya masyarakat mendonorkan darah guna menyelamatkam jiwa orang lain.

Menjelang tengah hari ratusan warga mendatangi Balai Sarwono, di Kemang, Jakarta Selatan. Mereka ingin menyumbangkan darahnya bagi keselamatan orang lain. Aksi ini juga didukung RSCM, Alumni Panghudi Luhur, dan Ikatan Motor Indonesia (IMI).

Di tengah pengambilan darah pendonor, tampil di panggung adalah pendiri Blood 4 Life Valencia Mieke Randa selaku pembicara ditemani Dewan Pakar BULIR.ID Asri Hadi sebagai moderator. Menurut Mieke, kenapa ia menjadi pendonor karena pernah mengalami sulitnya mendapatkan darah kala keluarganya membutuhkan darah.

Dari situlah ia terpanggil, membangun komunitas pendonor, hingga saat ini komunitas yang ia dirikan terus memfasilitasi PMI (Palang Merah Indonesia) melakukan pengumpulan kantung darah di seputar Jabodetabek.

Di komunitasnya banyak berkumpul pendonor dan mereka yang membutuhkan darah. Bahkan Blood 4 Life mendirikan rumah singgah bagi penderita penyakit yang butuh darah. Terutama penyakit ‘darah’ seperti leokimia atau kanker.

“Bahkan ada penderita yang setiap hari butuh 40 kantung darah, bila bukan masyarakat yang menyelamatkan mereka kemana lagi para penderita itu meminta tolong. Setiap hari kami menerima penderita yang membutuhkan darah, yang tinggal di rumah singgah kami”, paparnya.

Dikatakan, perlunya kita mendonorkan darah, sama saja kita mengeluarkan darah ‘kotor’. Menurut dokter manusia memprosuksi darah baru setiap 120 hari, bila kita sering mendonorkan darah itu berarti darah yang mengalir di tubuh kita selalu baru.

Komunitas ini juga berusaha membalikan stigma masyarakat, bila kita donor hanya mendapat segelas susu dan telur rebus sementara jika kita butuh darah harus keluar dana yang cukup besar.

“Sebetulnya kita bukan membeli darah tapi mengganti ongkos pengolahan darah. Bila tak diolah, darah yang disumbangkan tak bisa digunakan untuk membantu orang lain. Jadi jangan lagi kita berasumsi saat butuh darah kita beli darah tapi mengganti biaya pengelolaan darah yang kita butuhkan”, ujarnya menambahkan.

Dipenutup talk show, Mieke mengingat bagi pendonor fan masyarakat yang butuh darah untuk menghubungi komunitasnya. Mereka siap membantu para pendonor untuk menyumbangkan darahnya melalui layanan donor darah atau ke penderita yang membutuhkan. Begitu pula untuk mereka yang membutuhkan darah Blood 4 Life akan mencarikan pendonor yang siap menyumbangkan darahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here